Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam

Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam
C94. Memaafkan


__ADS_3

Setelah dokter selesai memeriksa Patricia, dokter kemudian meninggalkan ruangan lalu Patricia segera menceritakan ingatannya pada Meilin.


"Kalau begitu bagus, sekarang kau sudah yakin bahwa ayah dari bayi yang kau kandung adalah suamimu sendiri. Ini namanya keberuntungan dalam penderitaan. Jangan melihat sisi buruknya dan fokus saja pada sisi baiknya. Ok?!" Ucap Meilin menyemangati Patricia karena dia tidak mau kalau Patricia terjebak dalam sisi buruk pada malam itu.


"Aku mengerti, tapi berita yang ku baca,, semua orang bilang kalau aku tidak pantas bersama Lewi karena--"


Meilin memotong ucapan Patricia "Sejak kapan sahabatku ini peduli dengan omongan orang lain? Saat ini suamimu mungkin sudah selesai menggelar konferensi pers jadi omongan omongan publik itu akan berubah. Ingat, mereka mengatakan semua hal-hal buruk itu karena mereka belum mengetahui kebenarannya. Mengerti?!"


Patricia terdiam sesaat "Ya, kau benar." Kata Patricia meyakinkan dirinya.


Mereka terus berbincang-bincang dan Meilin terus mengatakan hal-hal yang menyemangati Patricia sampai pintu kamar terbuka.


Lewi berjalan memasuki ruangan dan pria itu langsung mendekati Patricia dan memeluk istrinya dengan erat.


Dengan tahu diri Meilin segera keluar dari ruangan itu supaya Patricia dan Lewi memiliki kesempatan untuk berduaan.


"Bagaimana perasaanmu? Apakah ada yang sakit atau tidak nyaman?" Tanya Lewi dengan wajah yang cemas.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja, Meilin sudah menceritakan semuanya padaku. Terima kasih suami." Ucap Patricia langsung memeluk Lewi dengan hangat.


"Baguslah." Lewi merasa lebih baik.


"Oya, aku juga sudah ingat peristiwa malam itu." Ucap Patricia tiba-tiba membuat tubuh Lewi menegang.


Peristiwa malam itu, mungkinkah itu malam di mana dia melecehkan istrinya?


"Peristiwa apa itu?" Tanya Lewi dengan jantung berdegup kencang sembari ia menatap mata istrinya.


Melihat suaminya yang kini tampak pucat, Patricia lalu tersenyum dan kembali mempererat pelukannya pada Lewi.


"Aku tidak marah. Meski kejadian itu sangat menyakitkan, tetapi semuanya sudah berlalu dan berkat malam itu juga, sekarang kita bisa bersama dan menunggu kelahiran anak kita." Kata Patricia perlahan-lahan melemaskan otot-otot Lewi yang sedari tadi tegang bagaikan busur yang ditarik dengan kencang.


"Maaf, hari itu kau benar-benar--"


"Jangan minta maaf, aku juga menyadari bahwa malam itu aku hampir saja membunuhmu. Seandainya kau tidak mengendalikan mobil dengan baik, maka hari ini aku tidak akan bersama denganmu dan sedang memelukmu seperti ini. Bahkan tidak akan ada hari dimana kita menanti kelahiran bayi kita." Kata Patricia memotong ucapan Lewi membuat Lewi langsung memeluk Patricia dengan erat.

__ADS_1


"Terima kasih. Kau istriku yang paling berharga." Ucap Lewi dalam rasa harunya.


"Kau juga suamiku yang paling berharga. Aku harap kedepannya tidak ada lagi masalah masalah yang timbul supaya kita bisa menikmati hari-hari kita menanti kelahiran bayi kita." Ucap Patricia diiyakan oleh Lewi.


Setelah keadaan Patricia membaik, Patricia Langsung kembali ke Villa dan ditemani oleh Meilin.


Sementara Lewi, pria itu berpamitan pada istrinya karena dia harus pergi ke kantor Polisi untuk menemui Rolland dan memberi pelajaran pada pria itu.


Dia tidak mau kalau kejadian yang sama kembali terulang hingga menyakiti istrinya.


Sumber asap harus di matikan!


@Interaksi



Tau dari mana kalo di dunia nyata bahasa otor kasar? Malah sebaliknya kali, otor ini anak paling lembut sejagat dunia nyata.

__ADS_1


__ADS_2