Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam

Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam
C88. Sangat sulit untuk ibu hamil


__ADS_3

Setelah ditinggalkan oleh Elsa, Patricia langsung dipeluk oleh Lewi.


"Dia hanya emosi sesaat." Kata Lewi mendaratkan sebuah ciuman di puncak kepala Patricia dengan tangan pria itu mengelus punggung Patricia.


Kepala Polisi yang berdiri di sana memandangi interaksi kedua orang itu, ia sangat terkejut dengan perubahan sikap Lewi.


'Apakah dia benar-benar Tuan Lewi yang dibicarakan oleh orang-orang?' pria itu merasa tak percaya. .


Setahunya Tuan Lewi dari grup Azura adalah pria lumpuh yang menghabiskan bertahun-tahun hidupnya di atas kursi roda.


Selain itu, Tuan Lewi juga memiliki sikap yang sangat kejam dan dingin serta tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun.


Namun orang yang berada di depannya ini adalah kebalikan dari segala yang ia ketahui tentang Lewi.


"Aku tahu, aku akan membujuknya pelan-pelan." Ucap Patricia berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa hubungannya dengan adiknya masih bisa diperbaiki.


"Kalau begitu, kita kembali sekarang." Ucap Lewi lalu mereka berdua segera keluar dari kantor polisi.


Sama halnya ketika mereka baru datang, saat ini mereka juga di kelilingi oleh para wartawan yang sedang mencari informasi untuk mereka tulis di laman berita mereka.


"Tuan, apakah benar Anda sudah menikah dengan Nona Patricia? Dan apakah benar kalau Nona Patricia saat ini sedang mengandung dan anak yang dikandungnya bukanlah anak Tuan melainkan anak seorang pria asing yang tidak diketahui identitasnya?" Seorang wartawan yang bertanya secara tiba-tiba langsung menghentikan langkah lebih dan Patricia.


Lewi langsung menatap tajam ke arah wartawan itu membuat wartawan itu langsung menciut.

__ADS_1


Wartawan lain yang juga sedari tadi bertanya langsung menutup mereka ketika menyadari tatapan marah dari mata Lewi.


"Siapa yang menyebarkan rumor konyol itu?!" Tanya Lewi dengan suara dingin penuh penekanan membuat atmosfer yang semula panas oleh terik matahari kini terasa dingin di punggung semua wartawan.


"Itu, seseorang tanpa identitas mengirim beritanya." Jawab Sang wartawan dengan mulut gemetaran.


Seumur hidupnya dia sudah menggunakan lidahnya yang tajam untuk memojokkan semua orang, tetapi urusan dengan Lewi, pria itu bahkan tidak pernah muncul di berita.


Memang pernah sekali, tetapi hanya beberapa menit saat berita itu rilis dan perusahaan yang merilisnya langsung bangkrut tanpa ada jejak sampai saat ini.


Patricia yang menyadari kemarahan suaminya langsung mengulurkan tangannya menyentuh pipi pria itu dan menarik tatapan Lewi.


"Urus ini nanti. Aku merasa panas." Ucap Patricia.


Mendengar ucapan istrinya, Lewi kemudian melepas jasnya selalu menggunakan jasa itu untuk menghalau cahaya matahari yang mengenai istrinya.


Di dalam mobil, ponsel Lewi langsung berdering karena panggilan dari asistennya.


"Katakan." Langsung kata Lewi tanpa berbasa-basi.


"Tuan, berita tentang Nyonya sedang tersebar di internet." Ucap Jun dari seberang telepon.


"Bersihkan semuanya dan pelacak siapa yang sudah bermain-main denganku." Ucap Lewi.

__ADS_1


"Berita yang sedang tersebar sudah kami tangani, tapi sepertinya orang yang menyebarkannya memiliki kekuasaan hingga meski kami sudah menghapusnya di mana-mana masih banyak yang menyebarkan berita itu." Ucap Jun dari seberang telpon.


"Kau punya waktu sampai besok pagi untuk menyelidikinya. Atur konferensi pers besok pagi." Kata Lewi lalu langsung menekan tombol reject.


"Ada apa?" Tanya Patricia dengan wajah kuatirnya.


Dia tidak khawatir mengenai informasi yang tersebar karena dia sudah diyakinkan oleh Lewi bahwa anak dalam kandungan nya benar-benar anak Lewi, tapi dia hanya kuatir kalau ada orang lain lagi yang berniat melukai mereka.


Dia tidak mau, dia tidak mau kalau mereka kembali terluka apalagi sampai harus kehilangan satu sama lain.


"Jun sedang menyelidikinya. Besok pagi aku akan mengadakan konferensi pers untuk memperkenalkan pada dunia bahwa kau adalah istriku." Ucap Lewi mendaratkan sebuah ciuman di kening Patricia.


"Terima kasih." Kata Patricia memeluk dan menyandarkan kepalanya di dada bidang pria itu.


"Sebuah pernikahan, bagaimana menurutmu?" Tanya Lewi.


"Aku pikir kita tidak bisa mengadakan itu, kau tahu kalau tubuhku lemah. Dan saat ini aku sedang mengandung, aku masih merasa trauma dengan kejadian yang lalu." Kata Patricia yang sangat takut bilamana mereka mengadakan sebuah pernikahan lalu mungkin saja ditengah-tengah pernikahan mereka ada orang yang berniat jahat untuk mereka.


Ini sangat sulit, apalagi untuk ibu hamil sepertinya.


"Aku mengerti. Kita pikirkan lagi kalau kau sudah siap." Ucap Lewi.


@Interaksi

__ADS_1



Tidurnya jangan terlalu nyenyak, nanti lupa bangun dan malah berakhir di perapian 🤭


__ADS_2