Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam

Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam
C64. Malapetaka besar akan terjadi


__ADS_3

"Istri, sudah 2 hari kau menangis terus seperti ini. Matamu sudah bengkak." Lewi menghela nafas melihat keadaan istrinya.


Sudah dua hari Patricia tidak pernah turun dari tempat tidur, perempuan itu hanya makan sedikit dan kerjaannya hanya berbaring sembari menangis tanpa ada gairah untuk melakukan apapun.


"Pergilah bekerja, aku akan tinggal di sini sendirian." Kata Patricia dengan suara yang pelan seolah tak memiliki tenaga untuk berbicara lebih keras lagi.


Lewi menghela nafas lalu menarik Patricia ke pelukannya.


"Kau pikir aku bisa bekerja dengan tenang saat aku meninggalkan istriku dalam keadaan seperti ini?" Lewi menatap mata Patricia yang terlihat kosong.


"Aku hanya butuh waktu." Kata Patricia memejamkan matanya membuat air mata yang sedari tadi di tampung di kelopak matanya kini berjatuhan membasahi pipinya.


Hal itu membuat hati Lewi semakin teriris jadi pria itu mengusap air mata Patricia.


"Kalau begitu aku akan keluar sebentar." Kata Lewi segera berdiri meninggalkan Patricia lalu menaiki kursi rodanya dan keluar dari kamar.


"Kita mau kemana Tuan?" Tanya Jun saat ia berada di belakang kursi roda Lewi untuk mendorong kursi roda.


"Kita pergi ke rumah sakit." Perintah Lewi.


"Baik Tuan." Jawab Jun.


Dari balkon lantai 2, Rolland memandangi kepergian Lewi dan tersenyum mengambil ponsel di saku celananya.

__ADS_1


"Bagaimana dokter itu?" Tanya Rolan pada asistennya melalui sambungan telepon.


"Dia akan tiba besok pagi." Jawab asisten dari seberang telepon membuat Rolland tersenyum.


"Bagus. Selidiki apa yang dilakukan Lewi dan jaga dia agar tidak menemui dokter lain selain dokter di rumah sakit pusat kota Bali."


"Baik Tuan." Kembali jawab sang asisten dari seberang telepon lalu Rolland mematikan panggilan telepon itu dan dan beralih menelpon Patricia.


Drrrtt......


Dua kali melakukan panggilan, tidak ada yang menjawab panggilan telepon Rolland, jadi pria itu segera berjalan ke kamar Patricia.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" Seorang pelayan yang hendak masuk ke kamar Patricia membawa makanan bertanya pada Rolland ketika melihat pria itu terburu-buru menghampirinya.


Pelayan itu menghela nafas lalu menjawab "Saya tidak yakin harus mengatakan apa, tapi sudah dua hari Nyonya muda tidak mau makan. Setiap hari saya membawa makanan ke dalam kama,r hanya sedikit saja yang dimakan oleh Nyonya muda. Tuan muda pertama bahkan tidak bisa membujuk Nyonya muda untuk menghabiskan makanannya."


Mendengar jawaban sang pelayan, Rolland semakin bersorak dalam hatinya lalu dia mengambil selembar kertas dan sebuah pulpen kemudian menulis sesuatu di kertas itu lalu memberikannya pada pelayan.


"Berikan surat ini pada Patricia. Pastikan Dia membacanya atau kalau dia tidak mau membacanya bacakanlah untuknya." Kata Rolland menyerahkan surat itu lalu membiarkan pelayan memasuki kamar Patricia.


Sang pelayan segera memasuki kamar Patricia dan melihat Patricia masih berada dalam posisi semula yaitu berbaring miring membelakangi jendela dan terus menangis membuat bantal yang dikenakannya menjadi basah oleh air matanya.


"Nyonya ini adalah makan siang nyonya." Kata pelayan itu meletakkan nampan di atas meja.

__ADS_1


"Bawa kembali," kata Patricia sembari memejamkan matanya dan tidak ada niat baginya untuk membuka kelopak matanya.


"Nyonya muda, ini ada surat yang diberikan Tuan Rolland untuk disampaikan pada Nyonya Muda." Kata pelayan itu mengeluarkan surat yang tadi diterima dari Rolland dan meletakkannya di samping Patricia.


Melihat Patricia hanya diam saja dan tidak ada niat untuk membuka surat itu, sang pelayan menghela nafas lalu mengambil kembali suratnya dan membukanya.


"Maaf Nyonya muda, tuan muda Rolland menyuruh saya untuk membacakannya untuk Nyonya." Kata pelayan itu menunggu reaksi Patricia.


Karena Patricia tidak bereaksi apapun jadi pelayan itu menganggap Patricia telah setuju Jadi dia mulai membaca suratnya.


"Temui aku di dalam kamarku dan aku akan memperkenalkan kepada seorang dokter yang bisa membantumu." Pelayan itu mengerjakan matanya setelah dia selesai membaca surat di tangannya.


Tuan muda Rolan menyuruh Nyonya muda pertama untuk menemuinya di dalam kamarnya?


Isi surat ini, Bukankah terdengar seperti bujukan untuk berselingkuh?


Wajah pelayan itu menjadi pucat apalagi saat Patricia membuka matanya dan terlihat tertarik dengan isi surat yang baru saja ia baca.


'Oh tidak! Malapetaka besar akan terjadi kalau Tuan pertama mengetahui hal ini!'


@Interaksi


__ADS_1


Gak percayaan amat kalian...🤥


__ADS_2