
Kasus yang menimpa Rolland dan Elsa disembunyikan menggunakan koneksi Tuan Afra.
Tidak ada satupun informasi yang bocor selain informasi bahwa Rolland ditangkap karena kasus pencobaan pembunuhan yang dilaporkan Lewi.
Lewi pun tidak berniat untuk mengungkapkan kepada publik bahwa anaknya lah yang hampir menjadi korban kejahatan Rolland karena Lewi ingin menjadikan hal ini sebagai peringatan untuk Tuan Afra.
Sementara Elsa, perempuan itu mengalami stres selama dia berada di kantor polisi karena Cahya tidak dapat dihubungi lagi dan hanya Elisabeth yang datang mengunjunginya.
"Kamu harus menandatangani semua berkas-berkas ini atau kantor kita akan menjadi berantakan dan bangkrut." Kata Elisabeth ketika dia baru saja memasuki ruangan berkunjung.
Elsa yang tampak kacau memandangi tantenya yang hanya memikirkan harta dan perusahaan.
"Apakah Tante belum mendapatkan pengacara untukku? Apakah tante juga belum berhasil menghubungi Chaya?" Tanya Elsa mengabaikan ucapan tantenya.
Elizabeth menghela nafas dengan kasar "Tante sudah mengunjungi rumah Cahya dan pria itu menutup pintu untuk tante, bahkan pembantunya tidak mau berbicara dengan tante. Dan masalah pengacara, tidak ada satupun pengacara yang mau menangani kasus ini." Jawab Elizabeth membuat Elsa menjadi semakin stres.
"Sebenarnya kasus apa yang menimpa mu hingga bisa dipenjara seperti ini dan semua orang menjauhimu?" Elisabeth bertanya dengan bingung.
__ADS_1
Tidak ada satupun informasi yang memberi petunjuk selain kasus perencanaan pembunuhan yang dilaporkan Lewi. Pada siapa Elsa melakukan perencanaan pembunuhan sama sekali tidak diketahui oleh publik karena ditutup rapat-rapat oleh grup Azura.
"Tante tidak perlu tahu. Yang paling penting sekarang adalah Tante harus mencari cara apapun itu untuk membebaskan aku dari tempat ini!" Kata Elsa dengan nafas tersengal karena sungguh tidak percaya dia hanya berniat melukai bayi Patricia dan malah berakhir sangat kacau.
"Apa yang bisa Tante lakukan? Semua orang mengatakan kalau kasus ini begitu rapat disembunyikan karena berhubungan dengan kota Azura." Jawab Elisabeth.
"Lalu apa yang harus kulakukan? Hanya menunggu disini dan mendapat vonis hukuman mati?" Elsa memijat keningnya yang terasa berdenyut.
"Mari pikirkan itu nanti, sekarang kau tandatangani semua berkas-berkas ini karena berkas-berkas ini sangat penting untuk perusahaan." Kata Elisabeth.
"Sekarang ini aku tidak bisa fokus membaca semuanya, jadi--"
'Ayo cepat tandatangani semuanya dan semua hartamu akan menjadi milikku hingga kau tidak perlu mencemaskan dunia luar dan hanya fokus pada kehidupanmu di penjara!' ucap Elizabeth dalam hatinya saat melihat Elsa sudah menerima pulpennya dan mengambil salah satu berkas untuk ditandatangani.
'Sial..!' Elsa menggerutu dalam hatinya lalu dia mengambil semua berkas-berkas itu dan menatap Elisabeth.
"Kembalilah besok." Ucap Elsa pada Elizabeth lalu perempuan itu membawa pergi berkas-berkasnya bersama dengan penanya.
__ADS_1
"Tunggu!" Elizabeth menjadi sangat panik saat Elsa tidak berniat untuk langsung menandatanganinya.
Kalau sampai perempuan itu melihat berkas pengalihan aset di sana, maka Elsa pasti tidak akan pernah mempercayainya lagi!.
"Apa lagi?" Tanya Elsa dengan kesal.
"Di tumpukan berkas itu ada berkas yang harus dibawa saat ini. Kembalikan pad-"
"Tante masih punya print di rumah kan?" Jawab Elsa dengan kesal lalu perempuan itu segera meninggalkan Elizabeth yang berdiri dengan wajah pucat.
"Elsa tunggu!" Elizabeth kembali berteriak tetapi Elsa tidak menghiraukannya dan dan hanya berjalan meninggalkan Elizabeth yang kini jatuh di kursinya.
'Sial..!' geeutu Elizabeth lalu perempuan itu jatuh pingsan.
Rencananya gagal total!
@Interaksi
__ADS_1
Otor ini kerjanya malam hari dan tidur di siang hari. Abisnya semua pelanggan otor mintanya malam.. jarang yang minta siang..!🤫