
Elizabeth yang diperintah oleh orang asing yang memasuki perusahaannya kini berdiri dengan wajah pucatnya.
Dia ingin mengusir 2 orang itu, tetapi mengusir Lewi sama saja dengan menyatakan perang dengan grup Azura.
Menyatakan perang dengan grup Azura sama saja mencari mati di kota Bali!
Jadi perempuan itu kembali duduk di kursinya lalu menatap ke arah Lewi yang sedang fokus memperbaiki rambut Patricia yang berantakan.
"Jangan bertingkah!" Ucap Patricia memperingatkan suaminya karena merasa malu pada pria pria tua yang berada di ruang rapat itu.
"Membantah?!" Bisik Lewi memperingatkan Patricia membuat perempuan itu akhirnya diam.
'Sial!' umpat Elizabeth dalam hati merasa kesal pada dua orang asing itu tetapi dia tidak berani melakukan apapun.
Jadi akhirnya dia bertanya "Sebelum rapat dimulai, Saya ingin bertanya pada tuan dan Nona Patricia yang sudah sempat hadir. Rapat ini di laksanakan hanya untuk pemegang saham di grup Siloam, dan kalian berdua, bukankah kalian tidak punya hak berada dia ini?"
Patricia tersenyum "Oh, Tanteku yang can-"
"Jangan membuang-buang tenaga mu berbicara dengan orang yang tidak penting! Bukankah kau sudah berjanji hanya akan diam?!" Sela Lewi memperingatkan istrinya membuat perempuan itu akhirnya berpasrah dan hanya diam di pelukan Lewi.
Semua orang "..."
Elizabeth dianggap sebagai orang yang tidak penting?!
__ADS_1
Semua orang yang melihat itu kini merasa bahwa Patricia adalah orang paling beruntung karena bisa meluluhkan Lewi yang terkenal kejam dan dingin.
Elizabeth pun yang melihat keberuntungan Patricia hanya bisa mengepalkan tangannya mengingat kedua putrinya yang masih belum menikah dengan pria sempurna.
Tapi memangnya ada pria yang lebih sempurna daripada Lewi?
"Maaf semuanya, ini adalah berkas pemindahan saham yang baru saja ditandatangani." Ucap Kirana saat mendapat kode dari Lewi lalu menyerahkan berkas di tangannya.
Elizabeth mengambil berkas itu dan membaca isinya. Perempuan itu sangat terkejut hingga wajahnya membiru.
"Sekarang semuanya sudah jelas, rapat Ini dibatalkan dan rapat berikutnya akan diinformasikan." Ucap Kirana mewakili Lewi.
Lewi tidak menunggu reaksi orang-orang, dia segera berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan itu diikuti Kirana.
"Rapat dadakan apa ini? Membuang-buang waktu saja!" Satu per satu dewan direksi keluar dari ruangan dengan kesal meninggalkan elisabeth yang kini tak berkutik.
Sekarang hanya bisa menerima nasib karena di pihak lawan ada dukungan yang sangat kuat.
Mana berani dia melawan pewaris dari grup Azura?!
...
Setelah menyelesaikan urusan di grup Siloam, Lewi membawa Patricia kembali Ke villa.
__ADS_1
"Aku masih khawatir dengan Elsa," ucap Patricia ketika mereka memasuki Villa.
"Sudah ada yang menjaganya di sana. Kau juga perlu istirahat." Ucap Lewi.
"Siapa yang menjaganya?" Tanya Patricia.
"Seorang perawat yang ku pekerjakan, dia akan menangani semuanya jadi kau tidak perlu kuatir apa pun lagi." Kata Lewi merangkul istrinya memasuki kamar.
"Baiklah. Lalu bagaimana dengan Meilin?" Tanya Patricia.
"Dia sudah kembali ke rumahnya," jawab Lewi.
Patricia mengangguk mengerti lalu perempuan itu segera masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih.
Ketika dia selesai mandi, Patricia keluar dari kamar dan terkejut melihat seorang dokter yang sedang duduk berbincang-bincang dengan Lewi.
"Siapa yang sakit?" Tanya Patricia mendekati suaminya dan memeriksa suaminya karena takut bila mana suaminya yang sakit dan memanggil dokter.
"Dokter ini untukmu, dia harus memeriksa mu setelah seharian kau kelelahan." Ucap Lewi membuat Patricia terbengong sesaat.
Dia hanya keluar dari villa selama 1 hari dan langsung dipanggilkan dokter?!
"Ini demi kebaikan kau dan anak kita." Lewi kembali mengingatkan Patricia saat melihat wajah perempuan itu.
__ADS_1
"Aah," Patricia tersenyum konyol tapi Lewi tidak menghiraukannya dan pria itu melihat kearah dokter.
"Tolong segera diperiksa." Ucap Lewi lalu mereka memulai pemeriksaan.