Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam

Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam
C52. Laporan ini bukan dibuat oleh ku


__ADS_3

Setelah mendapat perintah dari wakil CEO, Sarah langsung memberi kode pada Sita dan Dinda supaya membagikan fotocopy berkas yang telah mereka siapkan.


Semua orang melihat pekerjaan departemen marketing dan mereka terkejut melihat laporan itu sangat sempurna dan mudah dipahami.


"Wah,, sepertinya departemen marketing mengalami kemajuan pesat hanya dalam 1 minggu. Laporan ini bahkan dirincikan dengan sangat baik." Salah seorang peserta meeting mengomentari laporan yang terlihat menakjubkan itu.


Sita yang mendengarnya langsung bersorak kegirangan dalam hati lalu dia membuka laporan itu dan terkejut melihat bahwa laporan itu bukanlah laporan yang ia kerjakan.


'Bagaimana bisa?' Sita merasa diterbangkan ke atas langit ketujuh lalu dihempaskan ke jurang yang dalam.


"Terima atas pujian dari Tuan Vander, kalau begitu saya akan menjelaskannya." Ucap Sarah lalu dia dengan bangga mulai menjelaskan satu-persatu bagian di laporan itu.


Untungnya tadi dia sudah mempelajarinya dan terlebih dokumen itu mudah dipahami.


Setelah selesai menjelaskannya, semua orang bertepuk tangan pada Sarah membuat perempuan itu menyunggingkan senyum terbaiknya lalu kembali duduk.


"Saya rasa ini laporan yang sangat baik, dan terlebih dari hasil analisa bagian marketing bahwa produk yang akan kita keluarkan saat ini bisa bersaing di pasar." Ucap Rolland dengan mata yang bangga melihat kearah manager marketing.


Dia tahu kalau Patricia berada di departemen itu, tetapi karena Patricia tidak berada disitu maka jelas saja laporan yang baru saja mereka dengarkan bukanlah laporan yang ditulis oleh Patricia.


"Benar, saya sudah sangat setuju dan tidak perlu lagi mempertanyakan banyak hal kepada manajer marketing. Semuanya sudah jelas." Semua orang mengeluarkan pendapatnya dan memuji laporan dari departemen marketing.


Begitu semua orang selesai mengeluarkan pendapatnya dan hanya perlu membuat kesimpulan, tiba-tiba saja Lewi memberi kode pada Jun menggunakan jarinya.


"Baik Tuan," itu adalah pertama kalinya Jun berbicara sejak rapat dimulai jadi ketika mendengar suara Jun semua orang langsung mengarahkan pandangan mereka ke arah Lewi dan Jun.


'Astaga,, mungkinkah pekerjaan ini akan dipuji juga oleh CEO?' Sarah merasa sangat senang dalam hatinya dan jantungnya juga berdegup kencang karena sangat bersemangat menantikan Jun berbicara.


'Aku tidak peduli kalau laporan ini dibuat oleh perempuan itu, yang penting aku membawakannya atas nama ku dan tentulah semua orang di sini tidak akan pernah mengetahui fakta yang sebenarnya.'


Namun detik berikutnya wajah perempuan itu berubah menjadi tegang saat mendengar ucapan Jun.

__ADS_1


"Laporan ini," Jun memegang laporan yang tadi dibagikan Sita "Siapa yang mengerjakan laporan ini?" Tanya Jun.


Semua orang melihat kearah Sarah untuk mendengar jawaban perempuan itu, sangat jarang di dalam sebuah rapat seseorang mempertanyakan pembuat suatu laporan kecuali jika sesuatu yang besar akan terjadi.


Kalau bukan karena laporan itu jelek maka laporan itu sangat bagus dan biasanya pembuat laporan akan langsung mendapatkan bonus dari perusahaan atau bahkan kenaikan jabatan.


"Menager Sarah, selamat!" Salah seorang pria yang duduk di depan Sarah berkata dengan suara yang pelan sambil mengangkat tangannya memberi kode semangat untuk Sarah.


Semua orang tahu kalau laporan yang dibawakan oleh Sarah sangat bagus dan sangat mudah dipahami jadi tentulah perempuan itu akan menerima bonus atau mungkin kenaikan jabatan.


Sarah memperhatikan semua orang dan melihat juga beberapa tatapan iri yang dipancarkan oleh para manajer yang ada di ruangan itu.


'Benar, aku tidak mungkin membiarkan Patricia kembali menduduki jabatan sekretaris CEO. Laporan ini milikku dan pujian untuk laporan ini hanya milikku!' gumam Sarah memperbaiki raut wajahnya menjadi lebih tenang.


"Itu adalah laporan yang saya buat sendiri." Jawab Sarah.


Satu langkah lagi maka dia akan menarik perhatian CEO.


Mungkinkah dia akan menjadi sekretaris CEO pengganti Patricia?


"Ya," kembali jawab Sarah. Jantungnya sudah semakin berpacu dengan cepat, dia siap untuk mendapat pujian langsung dari CEO dan siap untuk mendapatkan kenaikan jabatan!


Jun menghela nafas dan meletakkan kembali dokumen yang sedari tadi dia pegang.


"Laporan ini memiliki banyak kemiripan dengan laporan yang ku buat tahun lalu." Ucap Jun mengagetkan semua orang.


Di tahun lalu, Jun sempat mengelola tugas bagian marketing saat pengangkatan manajer baru. Namun saat itu, laporannya langsung disetujui secara pribadi oleh CEO sehingga tidak ada diantara mereka yang pernah membaca laporan itu.


Lagipula, laporan itu dikerjakan Jun karena sebuah proyek yang sangat mendadak hingga rapat hari itu juga tidak terlaksana seperti sekarang ini karena wakil CEO juga sempat berhalangan.


"Bagaimana mungkin..."

__ADS_1


"Manager marketing berani mengakui sebuah laporan yang di jiplak dari laporan orang lain?"


"Apakah ini kualitas dari seorang manajer departemen marketing?!"


Ruangan itu menjadi riuh, mereka semua menatap ke arah Sarah sembari mengatakan pendapat mereka masing-masing.


Jika Jun yang berbicara maka tidak mungkin mereka meragukan ucapan pria itu yang selalu berbicara mewakili CEO mereka.


"Tidak,, tidak...." Sarah duduk dengan wajahnya yang berubah warna dari pucat menjadi kebiruan.


"Tidak?" Manajer keuangan berkata sembari menatap Sarah dengan seksama.


"Tidak! Itu,, itu bukan laporan buatanku!" Kata Sarah sembari mengepal kuat tangannya, Bagaimana bisa Patricia menjebaknya dengan cara seperti ini?


"Bukan?" Manajer keuangan kembali berbicara.


Dia adalah orang yang paling tegas dan dia juga orang yang paling senang saat seseorang dipermalukan.


Sita yang melihat tubuh Sarah gemetaran dan tidak mampu lagi berkata-kata akhirnya membebankan tubuhnya pada kedua kakinya untuk berdiri.


Namun, dia terkejut ketika menyadari tangan Dinda memegang roknya dan menarik tubuhnya supaya tetap duduk dengan diam.


'Sial..! Dinda pasti ingin menghalangiku membela Kak Sarah supaya dia lah yang nanti dipuji-puji oleh Kak Sarah ketika masalah ini terselesaikan. Bagaimanapun, laporan itu dibuat oleh perempuan itu, jari Kak Sarah tidak mungkin menanggung hukuman untuk kesalahan perempuan itu!'


Sita mengulurkan tangannya melepas cengkraman Dinda dari roknya dan akhirnya berdiri tegap.


"Benar, itu bukan laporan yang dibuat oleh Kak Sarah, laporan itu dibuat oleh salah satu anggota baru di departemen kami. Namanya Patricia! Dia adalah mantan sekretaris CEO dan juga merupakan mantan pewaris grup Siloam. Dia pasti sudah merencanakan ini untuk menjebak Kak Sarah, dia menyerahkan laporan yang dijiplak dari Tuan Jun supaya Kak Sarah dipermalukan dalam rapat ini!" Ucap Sita membela Sarah.


Dinda yang tak bisa lagi mencegah Sita berbicara hanya duduk dengan diam. Yang paling penting adalah menyelamatkan diri sendiri.


Bodoh jika dia membela orang yang salah di depan CEO mereka yang kejam!

__ADS_1


"Benar! Apa yang dikatakan oleh bawahanku itu benar! Laporan ini bukan dibuat oleh ku!" Sarah akhirnya bisa menggerakan bibirnya untuk berbicara.


Dia ketakutan setengah mati tapi kalau semua orang di ruangan itu tidak mempercayainya maka mereka bisa pergi ke departemen mereka untuk mengecek komputer di sana. Dokumen itu tidak ada di dalam komputernya dan hanya ada pada komputer Patricia.


__ADS_2