Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam

Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam
C85. Biarkan dia membusuk di penjara


__ADS_3

Luar negeri di kantor Azura Group.


Afra duduk di kursi kebesarannya saat asistennya menghampirinya membawakan beberapa berkas hasil penyelidikannya.


"Apa ini?!" Afra melemparkan berkas itu ke lantai setelah dia membaca separuh isinya.


"Semuanya sudah saya selidiki dengan dan ternyata Tuan Rolland memang bukan putra kandung Tuan. Sepertinya Nyonya telah berselingkuh." Ucap Sang Asisten.


"Bagaimana dengan anak keduaku?" Tanya Afra.


"Hasil tes DNA Tuan Hendrik dengan Tuan adalah positif hubungan ayah dan anak." Jawab Sang asisten.


Afra menghela nafas dengan lega setidaknya dia masih memiliki seorang Putra kandung yang akan menjadi penerusnya.


"Bagaimana dengan kasus yang menimpa Rolland?" Afra kembali bertanya.


Saat ini Tuan Lewi masih menahan kepolisian untuk tidak membeberkan kasus itu dan menyelidikinya secara diam-diam. Tapi dari informasi yang saya dapatkan bahwa Tuhan Rolland memang berniat membunuh anak didalam kandungan Nyonya muda pertama. Jadi,, Saya rasa sangat sulit bagi Tuan Rolland untuk dilepaskan apalagi dia telah menyinggung Lewi hingga berniat membunuh anak di kandungan istrinya." Jawab Sang asisten.


"Anak itu, Apakah itu anak kandung Lewi?" Tanya Afra.


Sejauh ini hasil penyelidikan belum bisa dipastikan karena ternyata dari alibi yang telah kami dapatkan bahwa Nyonya muda pertama tidak pernah berhubungan dengan mantan suaminya. Memang benar bahwa anak itu sudah berada di dalam kandungan Nyonya muda pertama sebelum menikah dengan tuan muda pertama, tetapi tidak ada kepastian Siapa ayah dari bayi itu." Jawab Sang asisten.


"Tidak ada kepastian,, kalau begitu sebarkan rumor mengenai kehamilan Patricia. Lakukan secara hati-hati dan biarkan Lewi menyangka bahwa Rolland lah yang telah menyebarkan rumor itu." Ucap Afra.

__ADS_1


"Baik Tuan. Lalu bagaimana dengan Tuan Rolland? Apakh--"


"Aku tidak membutuhkannya lagi. Akan lebih baik kalau dia membusuk di dalam penjara." Ucap Afra.


"Saya mengerti." Jawab sang asisten lalu pria itu segera meninggalkan ruangan Afra.


Sementara di kantor polisi xx, Rolan meminjam ponsel pada pihak kepolisian untuk menghubungi asistennya.


Tut Tut Tut...


Tut Tut Tut...


Tut Tut Tut...


'Sial.. mengapa dia mengabaikanku?' gerutu Rolland.


Pria itu kemudian menghubungi asisten Afra.


"Tuan Roland?" Jawab seorang pria dari seberang telepon.


"Bagaimana perkembangan kasusku? Apakh--"


"Sebaiknya Tuan Roland mencari orang lain untuk meminta pertolongan." Jawab pria dari seberang telepon lalu mematikan panggilan itu secara sepihak.

__ADS_1


Rolland terpaku mendengar nada sambungan yang diputuskan lalu wajah pria itu menjadi sangat pucat.


'Bagaimana bisa? Sekarang aku ditinggalkan?' Rolland meletakkan gagang teleponnya dan jatuh ke lantai.


Beberapa petugas polisi terkejut melihat keadaan Rolland lalu membantu pria itu dan membawanya kembali ke sel.


Beberapa polisi yang memperhatikannya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Dia pantas mendapatkan hukuman yang sangat berat, bisa-bisanya dia merencanakan pembunuhan terhadap bayi dari seorang pewaris asli keluarga Azura."


"Benar, dia bahkan bukan sala satu pewaris Azura, sekarang malah mencari mati dengan berniat membunuh keturunan asli Tuan Lewi."


"Hah,, seandainya kita tidak diperintahkan untuk menutup rahasia Ini pasti semua orang akan sangat terkejut mengetahui kejadian ini."


"Sstt.. jaga ucapan kalian. Bagaimana kalau tiba-tiba ada orang yang mendengar kalian dan membeberkannya?"


"Iya benar, sebaiknya kita fokus saja pada pekerjaan kita. Keluarga kita di pertaruhkan dalam menjaga informasi ini."


@Interaksi



Emang reder punya apa hingga mau di rayu-rayu? Reder kepala batu, wajah tembok, hidung panjang, urat malu pun udah putus,, dehhhhh gak ada bagus-bagusnya!

__ADS_1


__ADS_2