
Kantor polisi xx.
Lewi langsung memasuki sel dimana Rolland ditahan lalu pria itu tanpa aba-aba mendaratkan sebuah pukulan keras di wajah Rolland.
Buk!
Rolland tersungkur ke dinding lalu jatuh di lantai dengan darah keluar dari sudut bibirnya.
"Apa yang kau lakukan?!" Teriak Rolland tetapi bukan berteriak pada Lewi melainkan pada petugas polisi yang berdiri di depan sel.
Harusnya polisi itu segera masuk dan menghentikan Lewi, tetapi polisi itu hanya berdiri di sana sembari melihat mereka seolah tidak terjadi perkelahian melainkan hanya terjadi sebuah perbincangan kecil.
"Jangan banyak bicara!" Teriak Lewi pada Rolland lalu pria itu kembali mendekati Rolland dan memukul wajah Rolland berkali-kali.
Buk buk buk....
"Sialan! Ini untuk istri dan anakku yang hampir meninggal karena ulahmu!" Teriak Lewi dengan sangat marah.
Sampai Rolland tidak berdaya lagi barulah Lewi berdiri meninggalkan Rolland lalu pria itu mendapatkan handuk kecil untuk membersihkan darah di tangannya.
Sementara Rolland, pria itu berusaha berdiri dengan seluruh kekuatan yang masih tersisa pada dirinya.
__ADS_1
"Ah!" Roland rintih Rolland kala ia menyentuh wajahnya dan merasa kesakitan karena luka yang ada di sana.
"Katakan! Apa tujuanmu menyebar rumor tentang istri dan anakku?! Mau mencari mati?!" Geram Lewi pada Rolland karena dia masih harus mencari tahu kalau kalau ada orang yang menyuruh Rolland untuk melakukan hal itu.
Jika benar ada orang lain dibelakangnya, maka dia pun akan melenyapkan orang itu.
Tetapi Rolan menatapnya dengan bingung, rumor apa yang Lewi bicarakan?
"Aku tidak tahu apa pun." Ucap Rolland.
"Jangan berpura-pura!" Lagi teriak Lewi.
"Aku tidak mengerti apa maksudmu!" Jawab Roland semakin membuat Lewi merasa marah lalu pria itu kembali mendekati Rolland dan memukul pria itu hingga tak berdaya.
"Haisss...!" Lewi mengeram dengan mata penuh amarah menatap ke arah Rolland yang sudah tak berdaya.
"Aku bersumpah.. Aku tidak akan melakukan apapun, apalagi pada Patricia orang yang kucintai." Suara Roland begitu pelan karena seluruh tenaganya sudah habis dan dia merasa berat bahkan hanya untuk menggerakkan jarinya.
"Beraninya kau bilang kau mencintai istriku!" Teriak Lewi kembali berjalan mendekati Rolland untuk memukul pria itu, tetapi 2 polisi menahan lengan Lewi.
"Tuan, Saya rasa apa yang dia katakan itu benar. Selama di sini tidak pernah ada yang datang mengunjunginya bahkan ketika dia melakukan panggilan telepon dia ditolak mentah-mentah." Sang polisi memberanikan dirinya untuk berbicara ketika dia merasa sangat kasihan pada Rolland.
__ADS_1
Setidaknya jika pria itu sudah melakukan kesalahan maka bukan berarti dia harus dipukuli hingga mati 'kan?
Setelah mendengar ucapan sang polisi Lewi berdiri sembari memejamkan matanya.
Setelah berpikir selama beberapa waktu pria itu kemudian berbalik dan meninggalkan kantor polisi.
"Kau baik-baik saja?" Para polisi kemudian mendekati Rolland lalu memanggil dokter untuk menangani Rolland.
Sementara Lewi, pria itu langsung menghubungi Jun supaya melakukan penyelidikan ulang terhadap berita yang menyebar di internet.
'Awas aaja kalau pria itu berani membohongiku, akan ku pastikan hidupnya berakhir mengenaskan!' geram Lewi sembari duduk di dalam mobil untuk kembali ke villa.
Baru saja dia tiba di villa ketika Jun langsung menghampirinya.
"Ada apa?" Tanya Lewi.
"Maaf Tuan, kami sudah terkecoh oleh Tuhan Afra ternyata dia yang menyebarkan informasi itu tetapi melemparkan kesalahannya pada Tuan Rolland." Ucap Jun.
Lewi tidak mengatakan apapun, pria itu hanya memejamkan matanya beberapa detik lalu memasuki villa untuk menemui istrinya, berpura-pura seperti tidak terjadi apapun.
@Interaksi
__ADS_1
Dibaperin anak tetangga, katanya gadis, ternyata janda anak 2....π Btw kalo mau menghibur tuh jangan setengah-setengah, vote kek,, ato kasih koin,, masa cuma bunga murahan? Ettt jangan bilang itu bunga curian lagi..πΆπππ€