Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam

Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam
C103. Mulai Rapatnya


__ADS_3

"Apa?! Beraninya perempuan tua itu!" Elsa berteriak marah ketika mendengar penjelasan dari Kirana.


"Adikku, jangan terbawa emosi kau masih sakit." Kata Patricia berusaha menenangkan adiknya sembari memegangi kedua tangan perempuan itu.


"Kakak, kau harus menyelamatkan perusahaan ayah dan ibu, cepat tandatangani surat pemindahan saham itu supaya kau bisa pergi ke sana dan menghentikan mereka! Ini salahku,, hiks,, Aku tidak akan tenang sampai masalah ini dibereskan!" Isak Elsa menatap Patricia.


"Tidak!" Suara Lewi tiba-tiba mengejutkan semua orang.


"Istriku masih berada dalam kondisi tubuh yang tidak sehat, dia tidak boleh pergi kemanapun apalagi menghabiskan tenaganya untuk mengurusi grup Siloam!" Ucap Lewi yang tidak mau kalau istrinya berpikir terlalu keras dan akhirnya membahayakan bayi Mereka.


"Suami!" Patricia segera menatap suaminya dengan sinis lalu berbalik menatap lembut Elsa.


"Kakak akan melakukannya," ucap Patricia.


"Kalau begitu kita harus bergegas karena jika terlambat maka kita tidak akan diizinkan memasuki ruang rapat." Kata Kirana mengingatkan semua orang.


Patricia segera memeluk Ersa dan berkata "Tunggu di sini, kakak akan membereskan semuanya." Ucap Patricia lalu turun dari ranjang.

__ADS_1


Namun, belum saja kakinya menapak ketika Lewi sudah menimang perempuan itu dan membawanya ke gendongannya.


"Kau sedang mengandung anak kita dan kondisimu tidak terlalu baik, tidak boleh pergi ke sana untuk membuang-buang tenaga!" Ucap Lewi.


"Suami! Kau tidak boleh egois seperti ini! Perusahaan itu dibangun dengan hati-hati oleh kakekku, tidak boleh jatuh ke tangan yang salah!" Ucap Patricia berusaha memberontak.


"Aku bisa membangun sebuah perusahaan dengan nama yang sama dan menghancurkan perusahaan Siloam, tetapi aku tidak bisa membiarkan istriku kelelahan dan kehilangan anakku." Ucap Lewi.


"Tapi Suami,, itu tidak akan sama! Bagaimana kalau kau menemaniku ke sana dan kau saja yang berbicara mewakili aku? Aku hanya akan diam dan tidak akan mengeluarkan sedikit pun tenagaku, bahkan untuk menggerakkan jariku, aku akan diam saja!" Ucap Patricia yang jelas mengerti ketakutan pria itu.


Jadi pastilah Lewi sangat hati-hati.


"Baiklah, aku akan menggendongmu." Jawab Lewi ketika dia kembali memikirkannya dan merasa bahwa istrinya akan semakin stres kalau masalah itu tidak selesaikan.


"Baik." Jawab Patricia dengan pasrah lalu bersikap tenang di gedongan Lewi hingga mereka tiba di mobil dan mobil melaju ke perusahaan Siloam.


Begitu tiba di perusahaan Siloam, Kirana langsung memberi petunjuk jalan ke pada dua orang itu hingga mereka tiba di ruang rapat.

__ADS_1


Elizabeth yang baru akan memulai rapat kini mematung melihat kedatangan seorang pria yang merupakan penguasa bisnis di kota Bali.


Terlebih, pria itu sedang menggendong seorang perempuan yang tak lain adalah Patricia.


"Tu,, Tuan Lewi?" Seorang direksi yang begitu mengagumi Lewi langsung berbicara dengan terkejut.


Lewi hanya menganggukkan kepalanya pada orang itu lalu Lewi berjalan ke arah kursi kosong dan duduk di sana sembari mendudukkan Patricia di pangkuannya.


Patricia menghela nafas, 'Ini benar-benar tidak sopan dan memalukan, tapi apa boleh buat, ini masih lebih baik daripada tidak diizinkan menyelamatkan perusahaan ini.' pikir Patricia.


"Mulai rapatnya!" Ucap Lewi memerintah Elisabeth mengejutkan semua orang.


Lewi tidak memiliki hak apapun untuk mengikuti rapat itu, bahkan Patricia juga tidak memiliki hak karena perempuan itu sudah tidak memiliki saham di perusahaan mereka.


Tapi sekarang...?


Mereka bahkan bersikap tidak sopan seperti itu!

__ADS_1


__ADS_2