
Di dalam mobil pada perjalanan kembali ke kediaman azura.
"Tuan, Sepertinya kita tidak perlu terlalu percaya pada hasil diagnosa dari 1 orang dokter saja. Sebaiknya kita mengikuti saran dari kepala rumah Sakit untuk mencoba dokter lain." Usul Jun yang sedang duduk di samping kursi kemudi.
Lewi tidak menjawab apapun dan hanya memijat keningnya, padahal jelas-jelas hari itu dia sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana hasil USG kandungan istrinya.
Apakah mungkin hasil USG bisa dimanipulasi?
"Carikan dokter terbaik." Kata Lewi dengan pasrah kala mobil mereka sudah memasuki halaman kediaman keluarga Azura.
Lewi memasuki rumah sembari didorong oleh Jun dan langsung naik ke lantai dua. Namun, ketika mereka tiba di kamar mereka tidak mendapati Patricia disana.
Lewi segera didorong oleh Jun keluar dari kamar lalu mereka pergi ke balkon lalu kembali lagi ke balkon belakang untuk melihat apakah Patricia ada di balkon belakang.
Namun mereka belum tiba di balkon belakang ketika ternyata melihat seorang pelayan sedang berdiri dengan wajah yang pucat di depan kamar Rolland.
"Tu,, tuan," pelayan itu dengan gemetaran menyapa Lewi dan yang berjalan ke arahnya.
"Kenapa kau ketakutan?" Tanya Jun sembari memicingkan matanya merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan pelayan itu.
__ADS_1
Sang pelayan semakin gemetaran, dia baru akan membuka mulutnya untuk memaksakan dirinya berbicara ketika pintu kamar terbuka memperlihatkan seorang perempuan yang berpakaian berantakan keluar dari kamar tersebut.
Semua orang sangat terkejut, terutama Patricia yang merasa dirinya sedang tertangkap basah berselingkuh dengan pria lain.
"Apa yang Nyonya Muda lakukan di kamar Tuhan Rolland?" Jun langsung bertanya sebab dia takut kalau tuannya menjadi marah dan mengambil keputusan dengan sangat cepat.
Baru saja Patricia akan menjawab ketika pintu dibelakangnya semakin dibuka dengan lebar lalu seorang pria yang bertelanjang dada muncul di belakang Patricia.
Patricia langsung menoleh kebelakang dan terkejut melihat penampilan Rolland.
'Pria ini,' Patrici menggelapkan tatapannya dan berbalik ke arah Lewi untuk berbicara tapi dia belum mengatakan apapun ketika Rolland mendahuluinya.
"Ayo pergi," langsung perintah Lewi pada Jun lalu Jun dengan enggan mendorong kursi roda Lewi meninggalkan Patricia.
"Suami!" Tetes air mata Patricia mengaburkan pandangannya namun dia tetap berlari kearah dua pria yang berjalan dengan cepat.
Sampai di depan kursi roda Lewi, Patricia menahan kursi roda Lewi dan menatap suaminya.
"Jangan salah paham aku hanya--"
__ADS_1
"Hanya apa? Aku tidak butuh penjelasan dari perempuan penggoda sepertimu!" Kata pria itu lalu dengan tangannya yang kekar mendorong Patricia ke samping hingga perempuan itu tersungkur.
Dia pergi untuk mencari informasi mengenai cara mereka mempertahankan bayi mereka, tapi ternyata istri yang ditinggalkan yang berpura-pura sakit di rumah malah berduaan dengan pria lain di dalam sebuah kamar saat dirinya tidak ada di rumah.
"Suami,, ini tidak seperti yang kau pikirkan! Aku bisa menjelaskan!" Patricia segera bangkit dan menyusul Lewi yang sudah memasuki lift.
Perempuan itu tak dapat lagi mengejar karena pintu lift tertutup jadi dia segera menuruni tangga dan terus mengejar Lewi yang hendak keluar dari rumah.
"Suami tolong dengarkan aku!" Ucap Patricia menahan kursi roda Lewi.
Namun, hanya dengan satu anggukan dari Lewi beberapa pengawal yang bersiaga di depan rumah langsung menahan Patricia lalu pria itu meninggalkan Patricia tanpa menoleh sedikitpun pada perempuan yang tengah menangis histeris.
"Suami...!!!"
@Interaksi
Otor gak sakit, cuma lagi sakit hati ajah.
__ADS_1