Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam

Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam
C56. Berita mengagetkan


__ADS_3

Pagi hari di rumah keluarga Azura.


"Ayah," Rolland mengangkat telpon dari Afra.


"Bagaimana? Kau sudah berhasil menarik Patricia ke sisimu?" Tanya Afra.


"Maaf Ayah, aku-"


"Anak bodoh! Ayah sudah mendengar semua yang terjadi di perusahaan! Lewi tidak memperlakukan Patricia dengan baik, tapi mengapa kamu masih tidak bisa menaklukkan nya?!" Afra berteriak dengan marah.


Rolland terdiam, memang dia sudah kalah, karena meskipun saat ini lewi terus menyiksa Patricia, tapi perempuan itu masih terus setia berada di dekat Lewi daripada bersamanya.


"Aku akan memikirkan cara lain." Ucap Rolland lalu mengakhiri panggilan itu dan bergegas ke meja makan untuk sarapan sebelum berangkat ke kantor.


"Apa ini?" Rolland mengerutkan keningnya dan menatap sebuah amplop coklat di atas meja makan.


"Itu adalah map yang ditinggalkan oleh Tuan Lewi dan nyonya Patricia ketika mereka sarapan tadi. Tapi kami tidak berani menyentuhnya karena,," pelayan yang berbicara langsung menghentikan ucapannya ketika melihat Rolan mengangkat tangan sebagai tanda bahwa pria itu sudah mengerti.


Para pelayan kemudian meninggalkan Rolland sendirian lalu Rolland mengambil amplop coklat di atas meja dan membukanya.


"Surat ini,," Rolan sangat terkejut melihat hasil pemeriksaan Patricia yang menyatakan perempuan itu Tengah mengandung 1 bulan.

__ADS_1


"Heh,, jadi dia sudah melihatnya?" Rolland tersenyum penuh arti lalu dia dengan cepat menyelesaikan sarapannya lalu berangkat ke kantor.


Begitu mobilnya tiba di kantor, sang asisten nya langsung menghampirinya dan membukakan pintu mobil untuknya.


"Tuan, pagi ini terjadi keributan besar di kantor, semua ini tentang nona Patricia dan Tuan Lewi." Kata sang asisten sembari berjalan bersama Rolland memasuki lobby perusahaan.


"Aku sudah menduganya," ucap Rilland dengan percaya diri melangkahkan kakinya ke dalam lift.


Tapi pria itu tidak menyadari bahwa asistennya yang menyusulnya ke dalam lift malah kebingungan melihat ekspresi Rolland yang tampak senang.


"Perlukah saya menjelaskannya pada Tuan?" Asisten itu bertanya dengan ragu-ragu karena peristiwa menghebohkan yang baru saja terjadi adalah Lewi yang mengakui Patricia sebagai istrinya di depan seorang klien dan banyak karyawan.


Tapi mengapa Tuan tampak baik-baik saja?


Jadi ini adalah puncak yang sangat tepat untuk menyelamatkan Patricia dan menarik hati perempuan itu supaya menjadi miliknya dan sekaligus membantunya menjatuhkan Lewi.


"Tuan mau memanggil Nona Patricia keruangan Tuan?" Sang asisten menjadi semakin kebingungan, mana mungkin Patricia mau menemui Tuannya, apalagi setelah apa yang dilakukan oleh Lewi.


"Ya," jawab Rolland dengan sangat percaya diri.


Ting!

__ADS_1


Mereka segera tiba di lantai ruangan Rolland dan terkejut mendapati Patricia sedang berdiri di depan lift.


"Selamat pagi wakil CEO," Patricia langsung menyapa Rolland dengan sopan membuat pria itu tampak senang keluar dari lift.


"Ayo bicara di ruangan ku." Kata Rolland sembari berjalan mendahului Patricia untuk masuk ke ruangannya. Dia sangat percaya diri!


'Adaa apa dengannya?' Patricia menggerutu dengan kesal, tetapi dia tidak melangkah menyusul Rolland dan hanya berdiri di sana mengamati pria itu.


"Kenapa masih diam saja di situ? Kemarilah," Rolland kembali berbicara saat melihat Patricia tidak bergeming sedikitpun.


"Saya kemari bukan untuk berbicara secara pribadi dengan Tuan, tapi saya kemari hanya untuk mengatakan pada kalau saya baru saja mendapat telepon bahwa kita akan bertemu dengan direktur grup Siloam untuk membahas proyek kita di restoran xx pada jam 9 ini. Jadi untuk memburu waktu dan memperlihatkan etiket yang sopan, Saya pikir kita harus berangkat sekarang." Kata Patricia lalu berbalik memasuki lift Dengan hati yang kesal.


Rolland yang melihat Patrice langsung menutup lift langsung menatap ada asistennya dengan penuh tanya.


"Tuan, saya pikir Tuan sudah tahu," asisten itu merasa ketakutan.


"Katakan apa yang terjadi?!" Tanya Roland.


"Jadi ketika Nona Patricia dan Tuan Lewi datang mereka bertemu dengan seorang klien di di lobby perusahaan lalu Tuan Lewi langsung memperkenalkan Nona Patricia sebagai istrinya di depan klien itu." Jawab sang asisten yang juga tadinya berdiri bersama karyawan-karyawan lain di sana dan terkejut mendengar pengakuan Lewi.


Saat ini pula, Group perusahaan sedang heboh membicarakan gosip terhangat itu.

__ADS_1


"Apa?!" Wajah Rolland langsung menggelap Kalau pria itu segera berlari ke arah lift lalu menyusul Patricia turun ke lantai bawah.


__ADS_2