Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam

Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam
C86. Perempuan berhati mulia


__ADS_3

Selama tiga hari Lewi terus bekerja dari villa sekaligus menemani istrinya yang tidak mau keluar rumah.


Pada hari yang keempat Patricia berkata ingin menemui Elsa di kantor polisi.


Lewi memenuhi permintaan istrinya jadi di hari keempat keduanya meninggalkan Villa dan pergi ke kantor polisi.


Itu adalah hari pertama Lewi pergi ke tempat umum tanpa menggunakan kursi roda, dan karena kasus Rolland masih sangat panas maka di kantor polisi terdapat banyak sekali wartawan yang sedang menunggu informasi dari pihak kepolisian.


Tidak ada jalur khusus bagi Lewi dan Patricia, Jadi mereka datang seperti orang biasa yang hendak mengunjungi salah satu tahanan di kantor polisi.


"Apakah ini baik-baik saja? Ada begitu banyak wartawan di sana." Tanya Lewi pada Patricia karena pria itu khawatir kalau istrinya mungkin akan overthinking lagi melihat banyak orang asing.


"Aku baik-baik saja." Kata-kata Patricia dengan yakin sebab dia merasa aman setiap kali dia bersama dengan suaminya.


Akhirnya setelah keduanya memutuskan, para pengawal langsung berjaga di samping mobil Lewi lalu Patricia dan Lewi keluar dari mobil.


Kedatangan mereka Langsung menarik perhatian seluruh wartawan hingga para wartawan kemudian mengerumuni mereka.


Selama 3 detik para wartawan tidak mengatakan apapun dan tatapan mereka fokus pada kaki Lewi yang berdiri di atas tanah.


Para wartawan barulah tersadar ketika para pengawal sudah membuat pagar betis dan bergerak menerobos wartawan.

__ADS_1


"Tuan Lewi, kaki Anda baik-baik saja?"


"Tuan Lewi tolong luangkan waktu beberapa menit bagi kami untuk bertanya."


"Anda dan Nona Patricia apakah ada hubungan khusus hingga datang bersama?"


"Sejak kapan kaki Tuan bisa berjalan normal?"


Tidak ada satupun wartawan yang menanyakan mengenai kasus penangkapan Rolland, semuanya fokus pada hubungan lebih dan Patricia serta kaki Lewi yang sudah bisa berjalan tanpa kursi roda.


Namun pertanyaan-pertanyaan wartawan tidak digubris oleh Lewi dan Patricia dan hanya berjalan dengan aman diantara perlindungan para pengawal.


Setelah memasuki kantor polisi Patricia barulah melepaskan genggamannya pada tangan suaminya.


"Sekarang sudah baik-baik saja." Jawab Patricia mengukir senyum di wajahnya.


"Tuan Lewi, Nona Patricia," kepala Polisi menghampiri Lewi dan Patricia.


"Ini istriku," Lewi langsung menjelaskan status Patricia saat mendengar kepala Polisi itu menyebut Patricia sebagai Nona dan bukannya nyonya.


"Ahh, maafkan saya. Selamat untuk pernikahan kalian, maaf jika ucapan selamat dari saya sudah sangat terlambat." Kata kepala Polisi itu dengan canggung.

__ADS_1


"Terima kasih Tuan Hardian, kami kenari untuk menemui adik saya, Nona Elsa." Ucap Patricia.


"Tentu, silakan ikuti saya." Ucap kepala Polisi menunjukkan jalan pada Lewi dan Patricia.


Mereka segera diantar ke sebuah ruangan yang terlihat nyaman.


"Dimana adikku?" Langsung tanya Patricia yang sudah tidak sabar menemui Elsa.


Meski adiknya sudah begitu banyak melakukan kesalahan padanya tetapi dia masih merasa bertanggung jawab pada adik perempuannya itu.


Meski dia tidak bisa menghalangi Elsa untuk mendapatkan hukuman atas apa yang sudah ia perbuat tetapi setidaknya dia masih bisa memberi semangat pada perempuan itu.


"Dia ada di sel, Saya akan pergi memanggilnya kemari." Ucap Sang polisi lalu pria itu segera meninggalkan Patricia dan Lewi.


"Kau gugup?" Tanya Lewi saat melihat Patricia meremas tangannya.


"Ya sedikit. Bagaimanapun aku berharap hubunganku dengan adikku bisa kembali membaik." Ucap Patricia.


"Kau perempuan yang berhati mulia, adikmu pasti bisa melihatnya." Ucap Lewi menyemangati istrinya.


@Interaksi

__ADS_1



🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄 Pada ngomongin apa sih?


__ADS_2