Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam

Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam
C44. Cukup enak


__ADS_3

Ruang pertemuan di restoran keluarga Siloam.


"Saya yakin Tuan Rolland pasti sudah lapar jadi kita akan makan siang dulu sebelum membahas masalah kontrak kita. Silahkan tunggu sebentar." Kata Elisabeth dengan ramah lalu perempuan itu keluar dari ruangan itu menemui kedua putrinya supaya kedua putrinya memasuki ruangan pertemuan.


Sementara Patricia yang melihat kepergian tantenya, perempuan itu langsung meraih ponselnya dan membuka media sosialnya.


Dari tempat duduknya, Rolland memperhatikan perempuan itu, dia merasa kesal dalam hatinya karena Patricia mengabaikannya demi bermain media sosial.


Rolland masih bersabar beberapa waktu namun melihat Patricia senyum-senyum sendiri, Rolland menjadi tidak tahan dan bertanya "Apakah itu menghibur?"


Patricia langsung menoleh ke sumber suara dan melihat mata Rolland terpaku pada ponselnya.


"Bukankah tidak sopan mengintip ponsel milik orang lain?" Kata Patricia mengembalikan ponselnya ke dalam tasnya.


Rolland tersenyum karena perempuan itu benar-benar sensitif jika bersamanya "Maafkan aku, lain kali tidak akan kulakukan lagi." Katanya.


Patricia tidak menjawab ucapan Rolland, karena saat itu pintu telah terbuka dan terlihat Elizabeth telah kembali bersama dua orang putrinya.


"Lho, kenapa kau di sini?!" Lenita yang semula tersenyum langsung menghapus senyum di wajahnya ketika melihat Patricia juga berada di ruangan itu.


"Apakah aku tidak boleh berada di sini?" Tanya Patricia melemparkan senyum tipisnya.


"Stt,,, diamlah." Kata Elizabeth pada Lenita.


"Baik Bu," jawab Lenita lalu ketiga perempuan itu duduk di hadapan Rolland dan Patricia.


"Kedua Putri ku sangat senang mengetahui kalau perusahaan kami akan bekerjasama dengan perusahaan Azura, jadi mereka berdua khusus kemari untuk belajar dari Tuan Muda Azura." Kata Elisabeth sembari tersenyum.


"Benar, aku mendengar Kalau Tuan Muda Azura sangat pandai dalam mengelola bisnis dan ini adalah cita-citaku dari dulu, bertemu dengan Tuan Muda Azura yang menjadi idolaku. Aku bahkan sudah siap-siap sejak beberapa hari yang lalu demi bertemu Tuan Muda Azura." Lenita tersenyum senang menikmati wajah tampan Rolland.


"Ya,, Aku harap nanti Kakakku akan menyetujui aku menjadi perwakilan dari grup Siloam ketika ada kerjasama dengan grup Azura. Jadi hari ini ketika aku mendengar Tuan Muda Azura akan datang untuk membahas kerjasama dengan ibuku, aku merengek pada Ibuku supaya mau diizinkan ikut belajar." Eyes ikut menambahkan.


"Aku sangat kagum dengan semangat kalian berdua melihat pria tampan." Senyum Ketiga orang di depan Rolland langsung berubah ketika suara Patricia terdengar sangat tidak menyenangkan.


"Patricia, bagaimana bisa kau berkata seperti itu pada kedua adik sepupumu?" Elisabeth berkata dengan kesal.

__ADS_1


"Apakah salah? Jelas-jelas aku melihat dari wajah mereka berdua kalau ke dua adik sepupu ini bukannya datang untuk belajar tetapi datang untuk merayu Tuan Rolland." Jawab Patricia tidak mau memberi muka untuk ketiga orang di depannya.


Meski tidak masalah kalau Rolland memilih salah satu perempuan di depannya, tetapi dia tidak mau memberi jalan yang terlalu muda untuk kedua perempuan itu.


"Kau! Dari mana kau tahu kalau Kami datang untuk menggoda Tuan Muda Azura?! Kami disini beneran untuk belajar, bukannya sepertimu yang sudah memiliki seorang suami namun masih juga mengekori Tuan Muda Azura untuk mencari muka!" Suara Eyes tidak ditahan-tahan, perempuan itu seolah akan meledakkan telinga Patricia.


Namun, itulah yang disukai oleh Patricia, 2 perempuan di depannya adalah perempuan yang sangat manja Jadi mereka begitu sulit menerima kritikan dari orang lain.


Hanya api kecil dan mereka akan menganggapnya sebagai api yang besar!


"Oya? Aku disini untuk membahas kerja sama grup Azura dengan grup Siloam dan tidak ada salahnya jika aku pergi bersama adik iparku, sementara kalian berdua? Heh,, mengakunya datang untuk belajar cara bernegosiasi antar dua perusahaan tapi menggunakan pakaian yang tidak lengkap seperti itu? Menurutku, kalian berdua sebaiknya pergi ke klub malam dari pada di sini!" Ucap Patricia membuat wajah 3 orang di depannya langsung memerah.


Pada saat itulah Elisabeth baru memperhatikan pakaian kedua putrinya pakaian tanpa lengan dan kerah yang sangat terbuka.


Memang tidak cocok untuk pertemuan resmi seperti ini.


"Kau beraninya kau..!" Eyes hendak berdiri untuk memberi pukulan pada Patricia tapi Elizabeth menarik lengannya dan memaksa perempuan itu kembali duduk di tempatnya.


"Mewakili kedua putri saya, saya minta maaf. Sebenarnya mereka baru saja kembali bersama teman-teman mereka untuk merayakan sesuatu dan mereka mengetahui akan ada pertemuan di sini, jadi mereka lewat dan tidak membawa baju ganti." Elisabeth berusaha memperbaiki suasana yang sudah sangat canggung.


Ucapan Patricia langsung membuat wajah 3 orang di depannya bukan lagi hanya merah tetapi menjadi pucat karena saking malunya.


Ketahuan berbohong didepan Tuan Muda Azura....!


Patricia memperhatikan ketiganya dan tersenyum dengan puas. 'He,, dasar bodoh!'


Ia cukup senang karena ada dua orang yang menambah ruangan itu jadi dia berharap kedua perempuan itu akan berusaha menarik perhatian Rolland supaya pria itu tidak perlu memperlihatkan perhatiannya padanya di depan Elizabeth.


"Makanan sudah datang, jadi sebaiknya kita tidak perlu membahas hal yang tidak terlalu penting bukan?" Patricia tersenyum sembari melihat ke arah pelayan yang telah memasuki ruang pertemuan mereka.


"Benar, kami sudah menyiapkan makanan terbaik di restoran kami jadi saya harap Tuan Muda Azura akan menikmatinya." Kata Elizabeth akhirnya bisa kembali tersenyum.


Lebih baik fokus pada Rolland daripada membuang-buang waktu berurusan dengan Patricia yang tidak berguna!


"Biar saya melayani Tuan Muda," Lenita langsung mengambil piring Rolland dan dan membantu pria itu menaruh makanan.

__ADS_1


"Putri saya jarang sekali melayani orang di rumah, bahkan melayani ibunya sendiri biasanya dia tidak mau bergerak." Elisabeth berkata dengan senyum di wajahnya.


Akhirnya putrinya mau juga melakukan sesuatu seperti itu untuk seorang pria.


"Ibu, jangan membahas hal seperti itu di depan Tuan Muda Azura." Lenita terlihat malu-malu.


"Biarkan aku juga mengisi gelas Tuan Muda Azura," Eyes tidak mau kalah dari kakaknya.


Patricia memperhatikan dua orang yang sedang berusaha mengambil hati Rolland, ia tersenyum melayani dirinya sendiri.


'Dasar orang-orang gila harta,' Patricia mencibir dalam hati.


"Tuan Muda Azura, bagaimana makanannya?" Eyes bertanya ketika melihat Rolland sudah mulai menikmati makanan yang ada di piringnya.


Roland yang sedari tadi terus membisu akhirnya mengangkat wajahnya dan melihat perempuan di depannya.


"Cukup enak," Jawab Rolland lalu menoleh pada Patricia yang sedang makan "Bukan begitu Patricia?" Tanyanya.


Patricia yang fokus menikmati makanannya mengangkat wajahnya.


Dia ingin menghindar, tapi pria itu.... bahkan memanggilnya dengan panggilan 'Patricia', harusnya Kakak Ipar!


Tapi Patricia berusaha menahannya lalu memperlihatkan seutas senyum tipisnya "Ya." Katanya.


"Kalau begitulah, makanlah lebih banyak." Rolland mengambil sepotong daging dan meletakkannya ke piring Patricia.


"Terima kasih." Jawab Patricia dengan suara yang dipaksakan.


'Apa ini?' ketiga perempuan yang duduk di depan Rolland dan Patricia melototkan mata mereka melihat peristiwa itu.


Bagaimana bisa...?


@Interaksi


__ADS_1


Kenapa harus jahat sama org kurus? Lah otor juga kurus.....


__ADS_2