
Jun masih berdiri di dekat dinding ketika Patricia dan Lewi sudah keluar dari ruang makan dan langsung mengerutkan keningnya melihat pria itu berdiri di sana.
"Apa yang kau lakukan?!" Tanya pria itu dengan nada suara yang tidak suka.
Apakah Jun sedang menguping pembicaraan nya dengan istrinya?
Meski pria itu sangat dia percayai dan mengetahui seluruh rahasianya, tetapi sangat tidak sopan bagi seorang bawahan menguping pembicaraan atasannya!
"Tuan, saya tidak-"
"Lalu mengapa berdiri di sini?!" Lewi memotong ucapan Jun membuat Jun hanya terdiam dengan wajah datarnya.
Kesilan ini.... Sungguh sial..!
Dialah yang telah mengusir seorang penguping, sekarang malah dia yang dituduh sebagai orang yang telah menguping?
"Mengapa kau begitu keras pada Jun? Seperti Jun adalah orang yang akan menghianatimu saja." Patricia terkekeh dengan kekonyolan suaminya.
Segala rahasia pria itu diketahui oleh Jun, untuk apa Jun masih menguping pembicaraan mereka?
'Nyonya yang terbaik.' Jun hampir menangis dalam hatinya.
Selama ini, setiap kali dia disalahkan oleh Lewi tidak pernah ada satupun orang yang membelanya, tapi saat ini tiba-tiba saja ada malaikat yang membelanya **....
Lewi menghela nafas lalu pria itu merangkul istrinya dan mereka kembali memasuki kamar.
Baru saja Lewi menutup pintu lalu pria itu menarik Patricia ke dekatnya dan menciumi istrinya dengan rakus.
Ciuman itu berlangsung selama 15 menit tanpa ada jeda membuat Patricia kewalahan menghadapi Lewi.
"Hah hah hah..." Dengan rakus Patricia menghirup oksigen yang ada di sekitarnya setelah ciuman mereka selesai.
__ADS_1
"Aku akan pergi sekarang. Kalau ada apa-apa cepat hubungi aku, mengerti?!" Ucap Lewi penuh penekanan.
"Aku mengerti. Sekarang pergilah!" Perintah Patricia sembari membuka pintu lalu mendorong suaminya keluar kamar.
"Sebentar, ada satu lagi," tiba-tiba ucap Lewi menghentikan gerakan Patricia.
"Apa kau ketinggalan sesuatu?" Tanya Patricia.
"Bukan, aku lupa meninggalkan sesuatu." Tata Lewi membuat Patricia keheranan dan menatap pria itu dengan bingung.
Tapi kemudian Lewi kembali menariknya ke pelukan pria itu dan menarik kerah baju Patricia hingga menampilkan bahu polos perempuan itu.
Cuuuuppp!!
Sebuah ciuman yang meninggalkan bekas tertinggal di bahu Patricia.
"Sekarang selesai." Kata Lewi tersenyum puas melihat tanda yang ia tinggalkan.
Sementara Patricia, perempuan itu mematung tak berdaya.
Apakah karena pria itu tidak mendapat jatah hingga menjadi gila seperti ini? Seperti ABG!
...
Di dalam mobil menuju ke kantor.
"Katakan cara tepat untuk menangani pria tua." Tiba-tiba tanya Lewi mengagetkan Jun yang sedari tadi terdiam.
"Maaf Tuan, tapi pria tua siapa yang tuan maksud?" Tanya Jun yang tidak mengerti dengan ucapan Lewi.
Setahunya, Pria tua yang dikenal Lewi hanya beberapa klien dan mereka semua memiliki hubungan yang baik dengan Lewi.
__ADS_1
"Kau bodoh?! Otakmu mulai membatu?!" Jawab Lewi menekan Jun.
"Maaf Tuan." Ucap Jun tak berdaya.
"Cepat tangani pria tua itu dan laporkan perkembangannya nanti siang." Kata Lewi lalu memejamkan matanya dan bersandar dengan nyaman di kursinya.
Jun yang diberi perintah tanpa tahu kepada siapa dia akan bertindak hanya bisa menatap Lewi dari spion depan sembari meratapi nasibnya.
'Siapa Pria tua yang dimaksud oleh Tuan?' ucap Jun dalam hati sembari memutar otaknya.
"Pria tua,, pria tua,, pria tua yang mana?" Sampai mereka tiba di kantor, Jun belum bisa menebak pria tua mana yang dimaksud oleh Lewi.
Jadi pria itu langsung menghampiri seorang pria yang cukup kompeten di perusahaan.
"Tuan Jun?" Seorang pria dengan kemeja biru navy bertanya pada saat melihat pria itu memasuki ruangannya.
Jun menghela napas lalu duduk di sofa sembari menatap pria yang kini berjalan ke arahnya.
"Tuan Lewi kembali membuatku pusing. Dia menyuruhku menangani seorang pria tua, tapi aku tidak tahu pria tua mana yang dimaksud olehnya." Ucap Jun memijat keningnya.
"Lalu kau bertanya padaku?" Tanya Angga tak mengerti.
"Hah,, Ini pertama kalinya aku tidak mengerti dengan perintah Tuan dan aku harus menyelesaikannya sebelum jam makan siang." Ucap Jun meratapi nasibnya.
"Kalau Ini pertama kalinya Tuan Lewi memberi perintah tidak jelas maka bukan tidak mungkin kalau Tuan Lewi sedang mengerjaimu. Seperti yang kau lakukan padaku saat kau cemburu karena--" Angga belum menyelesaikan ucapannya ketika Jun sudah berdiri dan meninggalkan ruangannya.
'Sial..! Jangan bilang Tuan cemburu padaku karena tadi pagi Nyonya sudah membelaku di depannya!' ucap Jun dalam hati sembari berjalan cepat ke ruangan Lewi.
Kesialan beruntun di awal hari!
@Interaksi
__ADS_1
Otor gak gendut kali, cuma berisi ajah..! Kayak otak otor,,, beda sama otak kosong milik bbrapa orang itu...,🤠siapa itu?