Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam

Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam
C96. Merindukan saat-saat itu


__ADS_3

Pagi hari Lewi terbangun dari tidurnya dan melihat istrinya masih tidur lelap di pelukannya.


"Istriku," kata Lewi sembari mendaratkan sebuah ciuman di kening perempuan itu lalu mengusap pipi Patricia menikmati kecantikan istrinya.


Cukup lama dia memandangi wajah istrinya sampai pria itu bangun dan segera bersiap untuk berangkat ke kantor.


Lewi pergi ke dapur untuk membuat sarapan untuk Patricia ketika dia melihat Meilin juga ada disana. Perempuan itu sedang menikmati roti gandum.


"Tuan, Anda bangun jam segini?" Meilin sangat terkejut karena tidak menyangka ternyata Lewi bisa bangun pagi.


Dia pikir karena pria itu sudah bekerja sepanjang malam maka Lewi mungkin tidak akan bangun terlalu cepat dan akan menyerahkan seluruh persiapannya pada asistennya. Ternyata pria itu malah.... Sungguh Patricia yang beruntung!


"Hm," jawab Lewi dengan singkat lalu pria itu berjalan ke kulkas dan mengeluarkan beberapa bahan masakan.


'Oh astaga, Apakah dia akan memasak?' Meilin mengerjapkan matanya lalu perempuan itu kembali fokus pada rotinya.


Dia tidak ingin mengganggu Lewi jadi dia segera cepat-cepat menghabiskan rotinya lalu pergi dari situ.


Setelah 1 jam, Patricia akhirnya bangun dan mendapati Lewi sudah selesai mandi.


"Sudah bangun? Cup!" Sebuah ciuman mendarat di kening Patricia yang masih menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya pagi di pagi hari.

__ADS_1


"Mm... Kenapa tidak membangunkanku?" Tanya Patricia dengan suara serak sembari berusaha untuk duduk.


Lewi yang melihat Patricia kesulitan duduk segera membantu perempuan itu "Tidurmu sangat lelap jadi aku tidak tega membangunkanmu." Ucap Lewi.


"Tapi seharusnya aku membantumu bersiap." Ucap Patricia sembari menghela nafas karena dia merasa gagal menjadi seorang istri.


"Jangan pikirkan itu, kau sedang tidak sehat. Ayo ku bantu mandi." Kata Lewi segera membawa Patricia ke gendongannya dan perjalanan ke kamar mandi.


"Jangan, bajumu bisa basah!" Kata Patricia mencegah Lewi yang hendak membantunya mandi.


"Aku bisa menggantinya lagi." Kata Lewi melanjutkan aksinya melepaskan satu per satu pakaian Patricia.


"Kau harus mandi dengan cepat karena kau belum sepenuhnya pulih." Ucap Lewi mengatur suhu air supaya tidak mengejutkan Patricia ketika mengenai kulit perempuan itu.


"Kenapa?" Tanya Lewi sembari menelan air liurnya, bohong sekali bila dia tidak tergoda dengan tubuh istrinya. Tapi saat ini dia harus menahan nya karena istrinya baru saja keluar dari rumah sakit, perempuan itu belum sepenuhnya pulih.


Patricia tersenyum. "Lihat kamu, nafasmu tersengal seperti itu dan wajahmu memerah. Apa yang kau tahan?" Ucap Patricia setengah tertawa.


Mendengar ucapan istrinya, Lewi mengatup giginya lalu pria itu segera berbalik meninggalkan istrinya.


"Jangan mandi terlalu lama." Ucap Lewi seraya meninggalkan Patricia dengan langkah yang berat.

__ADS_1


"Ok!" Patricia setengah berteriak melihat kepergian suaminya yang tampak lucu.


Setelah menyelesaikan ritual mandinya, Patricia segera keluar dan mendapati suaminya sudah memakai setelan kantor. Pria itu bahkan memegang sebuah gaun di tangannya.


"Kemari," langsung panggil Lewi saat melihat istrinya sudah selesai mandi.


"Kau bisa melakukannya?" Tanya Patricia yang tak yakin kalau pria itu benar-benar bisa menahan diri saat membantunya berpakaian.


"Aku tidak selemah itu." Ucap Lewi mulai melepaskan handuk Patricia dan membantu perempuan itu memakai satu persatu pakaiannya.


Sesekali pria itu menelan air liurnya dan berdehem mengalihkan perhatiannya.


Sudah berapa hari mereka tidak melakukannya? Tentu saja dia sangat merindukan saat-saat itu.


@Interaksi



Pertanyaan basi,, jangan tanyakan ini pada pacarmu atau dia akan meninggalkanmu seperti nasi sisa yang berakhir dipenuhi jamur..!


Kalo mau tahu dia udh makan apa blm langsung tanya ajah 'Mau makan apa?' Hehe,, otor pengen makan gurita.

__ADS_1



__ADS_2