
"Temui aku di dalam kamarku dan aku akan memperkenalkanmu kepada seorang dokter yang bisa membantumu." Pelayan membaca isi surat dari Rolland.
Mendengar ucapan sang pelayan, Patricia segera membuka matanya lalu duduk dan merebut surat dari tangan pelayan.
Dia membaca orang isi surat itu dan melihat nama Rolan tertera di pojok kanan bawah surat tersebut.
"Nyonya, saya ras--" pelayan itu menghentikan ucapannya saat melihat Patricia sudah berdiri dan berlari keluar kamar.
Dengan segera pelayan itu merasa seluruh tubuhnya melemas dan tulangnya seolah tak berfungsi dengan baik untuk menyangga tubuhnya.
'Kalau tuan pertama mengetahui saya menjadi penyebab perselingkuhan Nyonya pertama dengan Tuan kedua, maka...' pelayan itu menelan air liurnya dan dengan susah payah berlari keluar kamar untuk mengejar Patricia.
Tapi sudah terlambat karena Patricia telah memasuki kamar Rolland dan pintu kamar Rolland telah ditutup dengan rapat.
Wajah pelayan itu menjadi pucat pasi, dia tersungkur di depan kamar Rolland karena ketakutannya terhadap amarah yang akan muncul dari tuan muda pertama.
Sementara di dalam kamar, Patricia menatap Rolland yang berdiri di jendela kamar.
"Apa maksud dari isi surat mu?" Langsung tanya Patricia meski perempuan itu masih berdiri di tempatnya tanpa ada niat untuk mendekat ke arah Rolland.
__ADS_1
Rolland akhirnya tersenyum dan berbalik menatap Patricia.
"Aku tahu bayi dalam kandungan mu harus digugurkan karena sebuah tumor yang yang menghambat perkembangannya." Kata Rolland sembari berjalan ke arah ranjang dan duduk di pinggir ranjang sembari menatap Patricia yang terlihat pucat.
Wajah perempuan itu tidak terawat, matanya yang sangat bengkak dan rambutnya yang kusut di sana-sini ternyata tidak mampu merubah pandangan Rolland terhadap perempuan itu.
Di mata Rolland, Patricia tetap saja cantik!
"Kau memata-mataiku?!" Tanya Patricia dengan nada kemarahan.
"Tentu saja, kau adalah orang yang kucintai, jadi--"
Rolland kembali tersenyum dan terlihat pria itu berusaha menahan informasi yang ada di tangannya.
"Aku akan memberitahumu tetapi sebelum itu beri aku alasan mengapa kau sangat ingin mempertahankan bayi itu?" Tanya Rolland yang sama sekali tidak mengerti mengapa Patricia mau mempertahankan bayi haram itu?
Patricia terdiam sesaat, di dalam hatinya apapun yang terjadi dia mau menyelamatkan bayi itu karena bayi itu adalah buah cinta dari suaminya.
"Karena bayi ini adalah bayiku dengan ornag yang kucintai." Jawab Patricia yang kini 100% sudah percaya bahwa bayi didalam kandungan nya adalah bayinya dengan lewi.
__ADS_1
Perempuan itu memegangi perutnya yang datar 'Meski aku tidak mengingat peristiwa Bagaimana bayi ini berada di dalam rahimku, tapi aku percaya kalau suamiku berkata dengan jujur. Bayi ini adalah milikku dengan suamiku!' gumamnya meneteskan air matanya.
Tetesan air mata Patricia yang terjatuh di pipi perempuan itu membuat pandangan Rolland menjadi semakin menggelap.
"Siapa ayah dari bayi itu?" Tanyanya.
Lebih tepatnya siapa pria yang menjadi orang yang paling dicintai oleh Patricia?
Yang jelas, pria itu bukanlah Lewi karena bayi itu bukanlah bayi milik Lewi.
Sembari menunggu Patricia menjawab pertanyaannya, Rolland merasa hatinya benar-benar dicabik-cabik oleh Patricia.
'Perempuan ini benar-benar menyimpan sesuatu yang membuat ku ingin menghancurkan dunia ini hanya untuk mengetahui kebenarannya!' gumam Rolland.
@Interaksi
Lebih bego lagi reder yang percaya kalo Lewi bego ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1