Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam

Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam
C67. Demi melindungi rumah sakit


__ADS_3

Lewi segera tiba di rumah sakit pusat kota Bali.


Dia langsung disambut oleh kepala rumah sakit lalu mereka duduk bersama di ruangan pribadi kepala rumah sakit, Herdianto.


"Saya sudah mendengar dari dokter mengenai kondisi istri tuan. Saya turut prihatin dengan keadaan istri tuan." Ucap Herdianto ketika mereka telah duduk bersama di ruangannya.


"Tidak perlu basa-basi, saya kemari hanya untuk bertemu dengan dokter yang kemarin memeriksa istri saya." Ucap Lewi tidak memberi kesempatan bagi Herdianto untuk menjilatnya.


"Tentu, tentu saja. Dokter Sandra sedang dalam perjalanan kemari." Kata Herdianto sembari melihat ke arah pintu.


Pria itu sama sekali tidak tahu mengenai kesepakatan yang telah dibuat oleh dokter Sandra dengan Elsa, jadi dia sepenuhnya mempercayai hasil pemeriksaan yang diberikan oleh Sandra.


Sementara Lewi, pria itu duduk dengan tenang menunggu selama 3 menit lalu pintu ruangan terbuka.


"Selamat siang," sapa dokter Sandra lalu perempuan itu segera duduk sembari mengatup erat giginya melihat Lewi berada di ruangan itu.


'Jelas orang ini bukanlah orang sembarangan karena dia bahkan disambut secara langsung oleh kepala rumah sakit.' Sandra merasa sangat takut kalau sampai kedoknya terbuka dan dia malah mendapat malapetaka yang lebih besar karena telah menipu seseorang dengan kekuasaan yang sangat besar.


"Dokter Sandra, kamu pasti sudah mengenal tuan muda pertama dari keluarga Azura." Ucap Herdianto mengagetkan Sandra.

__ADS_1


Awalnya dia pikir pria cacat itu hanyalah memiliki kedudukan yang setara dengan Elsa. Tapi siapa yang menyangka kalau ternyata dia adalah tuan muda pertama dari keluarga Azura.


'Astaga, kenapa orang sepenting ini malah menyamar menjadi orang biasa ketika melakukan pemeriksaan denganku? Kalau aku tahu Dia adalah tuan muda pertama dari keluarga Azura, Aku tidak akan berani menipunya!' dokter Sandra merasakan tetes keringat yang sudah membasahi punggungnya.


Tapi saat ini dia tidak bisa mundur selangkah pun karena dia jelas mendengar Bagaimana orang-orang menggosipkan kepribadian pria lumpuh yang ada di depannya itu.


"Dokter Sandra, tuan muda lebih kemari untuk mendengarkan hasil akurat dari pemeriksaan istrinya." Kata Herdianto membuyarkan lamunan Sandra.


'Benar Aku tidak boleh mundur. Lagi pula di rumah sakit kota Bali Aku adalah dokter yang paling bisa diandalkan. Jadi dia tidak akan pergi ke dokter lain karena dia tahu kalau akulah yang terbaik di kota Bali.' Sandra berusaha menenangkan dirinya yang sedang terjepit di antara dua situasi yang sama-sama menawarkan kematian untuknya.


Satu anggota keluarga Azura dan yang lain perempuan yang sedang memata-matai anaknya di luar negeri.


"Apakah tidak ada cara lain selain menggugurkan kandungannya?" Sela Lewi .


Dia sudah mengerti dengan penjelasan sang dokter jadi tidak perlu mengatakan lebih panjang lagi. Hanya yang dibutuhkan nya adalah cara penanganan yang paling tepat tanpa harus menggugurkan kandungan.


"Untuk saat ini ini belum ada cara lain selain menggugurkan kandungannya." Jawab Sandra langsung merubah aura di sekeliling Lewi.


"Tuan Lewi, kalau saya bisa menyarankan sebaiknya tuan melakukan pemeriksaan di beberapa dokter yang berbeda. Meski kami tahu rumah sakit kami dan tenaga medis yang kami sediakan adalah yang terbaik di kota Bali, tapi di luar kota Bali juga ada banyak rumah Sakit terbaik dan menyediakan dokter yang terbaik pula." Kata Herdianto membuat dokter Sandra menjadi sangat pucat.

__ADS_1


Bagaimana bisa kepala rumah Sakit menyarankan hal seperti itu? Kalau sampai Lewi pergi ke dokter lain maka semua kebohongannya akan terbongkar!


Anak dan karirnya...?


'Bagaimana ini? Aku tidak mungkin membantahnya karena yang menyarankan nya adalah kepala rumah sakit.' Sandra hanya bisa menelan air liurnya dan berharap Lewi tidak mendengarkan ucapan kepala rumah sakit dan terus mempercayainya hingga penanganannya selesai.


Sementara Lewi, pria itu tidak menjawab apapun dan hanya menyuruh Jun untuk mendorongnya keluar dari tempat itu.


Setelah Lewi keluar, Sandra langsung melihat ke arah kepala rumah sakit dan berkata "Tuan Herdianto, mengapa Tuan menyarankannya untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit lain? Apakah Tuan tidak mempercayai kemampuan medis saya?"


Herdianto menghela nafas "Reputasi rumah sakit dipertaruhkan disini. Aku tidak pernah meragukan kemampuan medis mu karena jelas aku tahu kemampuan medis mu adalah yang terbaik diantara seluruh dokter di seluruh negara ini. Tapi Tuan Lewi adalah orang yang penting, kalau sampai terjadi apa-apa selama proses operasi terhadap istrinya maka rumah Sakit kita akan bangkrut hanya dalam sehari. Aku melakukan hanya demi melindungi rumah sakit, jadi sebaiknya Kau tidak perlu memikirkannya lagi." Kata Herdianto segera berdiri meninggalkan Sandra.


Seandainya rumah sakitnya adalah rumah sakit yang berada di dalam naungan group Azura maka dia tidak akan panik sampai seperti ini karena dia tahu kalau terjadi apapun maka Tuan Lewi masih harus memikirkan rumah sakit.


Tapi sayang sekali, rumah sakit ini tidak dibawahi oleh keluarga Azura. Lebih baik menghindari hal yang terlalu beresiko.


@Interaksi


__ADS_1


Itung-itung puasa. 🤭


__ADS_2