Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam

Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam
C73. Perang yang besar


__ADS_3

Begitu tiba di Villa xx, Lewi langsung menuju ke kamar mereka dan mendapati Patricia sedang tertidur di atas ranjang.


Pria itu segera berdiri dan menghampiri Patricia lalu melihat mata sembab Patricia dan mengulurkan tangannya untuk menghapus titik air mata yang masih tersisa di pipi Patricia.


Sementara tangannya menyeka air mata Patricia, Dia merasakan kalau bantal yang digunakan Patricia sangatlah basah.


'Dia menangis sampai bantalnya menjadi bahasa seperti ini?' Lewi segera mengganti bantal yang dikenakan oleh Patricia dengan bantal lain yang lebih nyaman.


'Wajahnya pucat, sepertinya di kelelahan.' Lewi menghela nafas khawatir.


Ketika dia mengganti bantal Patricia pria itu tak sengaja melihat tangan Patricia yang terkepal dengan erat.


Disana terlihat sebuah kertas yang digenggam.


'Apa ini?' Lewi segera meraih tangan Patricia dan berusaha membuka tangan perempuan itu untuk melihat kertas yang ada di tangannya.


Namun, ketika dia mencoba membuka telapak tangan Patricia, Patricia secara refleks mempererat genggamannya pada kertas seolah dia tidak mau ada orang yang mengambil kertas itu dari tangannya.


"Biarkan aku melihatnya." Kata Lewi sembari mengusap tangan Patricia dan ajaibnya ucapannya seolah sihir yang langsung membuat Patricia melemaskan kepalannya.


Lewi segera mengambil kertas itu dan membaca isi kertasnya.

__ADS_1


'Temui aku di dalam kamarku dan aku akan memperkenalkanmu kepada seorang dokter yang bisa membantumu... Rolland'


"Rolland..!" Lewi menggertakkan giginya dan tangannya yang memegang kertas langsung meremas kertas itu dengan keras.


Pria itu memejamkan matanya dan menganalisa segala peristiwa yang telah terjadi.


'Rolland seharusnya tidak tahu apa yang terjadi antara aku dan Patricia Jadi bagaimana bisa dia menawarkan seorang dokter? Kalau dokter terbaik di kota Bali saja tidak mampu mempertahankan bayi kami, lalu dokter dari mana yang dimaksud oleh orang Rolland? Saat ini pula pria itu bertemu dengan Elsa yang kebetulan melakukan pemeriksaan kandungan di hari yang sama saat--" Lewi segera membuka matanya lalu pria itu segera naik ke kursi rodanya dan keluar dari kamar.


'Mereka,, tunggu saja!' Lewi mengertakan giginya sembari menatap kearah jun untuk memberi perintah.


Namun, belum saja Lewi berbicara ketika dokter yang dimaksud sudah tiba.


Lewi langsung mengerutkan keningnya melihat dokter Sandra adalah dokter yang dipanggil untuk memeriksa Patricia.


Lewi menatap dengan tatapan tajamnya lalu menggerakkan bibirnya "Kurung dia!" Perintahnya.


"Baik Tuan." Jawab Jun menghela nafas dengan pelan lalu memberi kode pada beberapa pengawal untuk menyeret perempuan itu agar dikurung di ruangan bawah tanah.


'Sial! Mengapa bawahan ku malah menyuruh dokter Sandra memeriksa Nyonya Muda?' Jun merasa geram dalam hatinya atas kelalaian yang dilakukan oleh para bawahannya.


"Saya akan mencari dokter lain untuk memeriksa Nyonya muda." Langsung kata Jun ketika dokter Sandra telah diseret pergi.

__ADS_1


"Di mana orang yang bertanggungjawab untuk mencarikan dokter bagi istriku?" Tanya Lewi.


"Itu saya," seorang pria yang berdiri di luar langsung masuk ke dalam ruangan menghampiri 2 orang yang yang terlihat mengerikan.


"Apa kau yang berinisiatif memanggil dokter Sandra untuk memeriksa Nyonya muda?" Tanya Jun.


"Tidak, Saya sedang menangani pelacakan terhadap Tuan Rolland, dan saya memerintahkan salah satu bawahan saya untuk mencari dokter yang tepat." Jawab pria itu.


"Dimana bawahanmu?" Tanya Jun.


"Dia tidak ada di sini, jam kerjanya telah habis jadi--"


"Pergi dan bawa orang itu kemari!" Langsung perintah Lewi membuat bawahan itu merasa sangat terkejut.


"Baik Tuan." Jawab sang bawahan lalu pria itu segera keluar meninggalkan dua orang yang masih tetap berada di ruangan itu.


"Tuan," Jun langsung berbicara pada Lewi karena dia merasakan sebuah firasat bahwa sesuatu yang besar telah terjadi.


Kalau tidak, mana mungkin Lewi tiba-tiba saja mengeluarkan perintah seperti itu.


"Ambil berkas yang berada di bank xx, semua berkas dalam kotak 1888, serahkan kepadaku." Kata Lewi pada Jun membuat Jun tersentak kaget.

__ADS_1


'Tuan sudah ingin menggunakan berkas itu?' Jun menguatkan dirinya untuk sebuah peperangan yang sangat besar.


__ADS_2