Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam

Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam
C21. Apa yang harus dilakukan sekarang..?!


__ADS_3

Patricia duduk di dalam mobil dengan tangan masih memegang testpack.


Dia masih tidak percaya bahwa ternyata dirinya telah hamil. Padahal, dalam ingatannya tidak ada sepotong pun kejadian di mana dia pernah berhubungan dengan seorang laki-laki.


"Kakak ipar baik-baik saja?" Sebuah suara tiba-tiba mengagetkan Patricia.


Hendrik yang sedang mengemudi memandangi perempuan dengan wajah yang pucat di sampingnya.


"Oh, ya,, aku hanya kaget saja. Dan masalah ini, bisakah kau tidak mengatakannya pada siapapun?" Patricia menatap pria di sampingnya, dia berharap pria itu bisa bekerja sama dengannya.


"Aku tahu, kakak pasti ini mengejutkan semua orang bukan?" Hendrik tersenyum.


"Terima kasih." Jawab Patricia bersyukur dalam hatinya bahwa pria disampingnya adalah pria yang pengertian "Aku tidak akan kembali ke rumah, aku akan menemui seseorang. Dapatkah kau mengantar pokeh jalan xx?"


"Tentu." Jawab Hendrik lalu dia mengantar Patricia ke kantor Meilin.


Begitu tiba di kantor Meilin, Patricia langsung disambut oleh wajah kuatir sahabatnya ketika melihat wajahnya yang pucat dan tubuhnya yang dipenuhi luka.


"Ada apa denganmu? Kau sakit? Wajahmu begitu pucat dan tangan penuh dengan luka." Meilin berbicara sembari menempelkan tangannya di dahi Patricia.


"Meilin, aku hamil." Kata Patricia.


"Apa?!" Meilin mengerjapkan matanya. Mungkinkah Patricia hamil anak pria yang telah melecehkannya?


"Aku hamil dan aku tidak tahu siapa Ayah dari anak dalam kandunganku. Aku juga tidak ingat pernah melakukan sesuatu dengan seorang pria, tapi mengapa aku,," Patricia memegangi kepalanya yang terasa sakit.


"Kau tidak ingat apa pun?" Tanya Meilin.


"Tidak," Patricia menyandarkan tubuhnya sembari memijat kepalanya yang terasa berdenyut-denyut.


Meilin melihat keadaan Patricia, dia merasa prihatin dengan perempuan itu karena saking mengerikannya kejadian itu Patricia sampai melupakannya.


Dokter mengatakan jika Patricia sudah menghapus beberapa adegan menyakitkan dalam ingatannya untuk melindungi dirinya sendiri.


Dan pada kondisi terparah, Patricia akan mengunci pikirannya dari dunia luar.

__ADS_1


"Apa kau ingat malam ketika hujan deras dan mati lampu?" Tanya Meilin dengan hati-hati.


"Kapan itu?" Tanya Patricia tanpa memandang Meilin.


"Kau tidak ingat malam ketika kau diceraikan oleh suamimu lalu kau berjalan di tengah hujan saat mati lampu dan hampir tertabrak mobil?" Meilin kembali bertanya.


Ketika sang psychiater datang ke rumah Meilin, psikiater itu melakukan pengobatan pada Patricia dan Patricia mengatakan hal tersebut.


"Aku tidak ingat." Jawab Patricia.


'Bagaimana ini? Dia memang melupakan ingatan tentang masa itu. Dan Dokter bilang ketika dia sudah mengingat kembali potongan ingatan itu maka Patricia barulah akan sembuh, tapi,, bagaimana aku akan mengingatkannya ketika aku bahkan tidak berada di tempat itu dan hanya mengetahui garis besarnya saja?' Meilin memeluk Patricia dengan erat.


"Jadi, katakan padaku ingatan mana yang kau ingat tentang perceraian dengan suamimu?" Tanya Meilin.


Patricia memandang sahabatnya "Aku melihat surat cerai diletakkan di dalam tas di meja apartemenku." Jawab Patricia.


"Lalu siapa yang menaruh tas berisi surat cerai di dalam apartemenmu?" Meilin kembali bertanya.


"Itu,," Patricia berpikir sejenak "Adikku mengetahui sandi apartemenku jadi sepertinya dia yang membawanya ke apartemenku." Jawab Patricia.


"Tenanglah, aku akan membantu mencari tahu siapa pria pemilik bayi dalam kandungan mu." Kata Meilin dengan suara lembut berharap Patricia tidak kembali linglung seperti minggu pertama ketika Patricia baru saja mengalami kemalangan.


"Tapi,, sekarang aku sudah memiliki seorang suami bagaimana kalau,," Patricia merasa kepalanya semakin berdenyut kencang dan dia merasa tak sanggup untuk menanggung beban itu.


"Tenanglah, kita masih bisa menyembunyikannya selama beberapa bulan dan mencari tahunnya. Mungkin saja di malam ketika kalian menikah pria itu sudah menyentuhmu, namun dia tidak memberitahumu, bukankah kau tidak tahu apapun ketika kau menikah dengannya?" Meilin berharap ketika Patricia menikah dengan Tuan Muda dari keluarga Azura Patricia masih berada dalam keadaan sakit.


"Ya, kau benar, aku memang tidak mengingat apapun. Apakah kau tahu apa yang terjadi? Aku berusaha mengingatnya namun sedikitpun dari ingatan Itu,, aku tidak bisa mengingatnya." Patricia akhirnya menatap melin dengan tenang.


Dia sudah memikirkannya selama beberapa hari, tapi dia memang tidak menemukan jawaban untuk hal tersebut, jadi dia pikir dia akan menanyakannya ketika dia bertemu dengan Meilin.


"Ketika kau di apartemen ku, selama satu minggu kau berada dalam kondisi yang sangat aneh. Psychiater yang menanganimu mengatakan bahwa karena peristiwa perceraian mu dengan suamimu, kau akhirnya menghapus beberapa ingatanmu lalu mengunci diri dari keadaan luar."


Meilin tidak bisa mengatakan peristiwa dimana seorang pria melecehkannya, bagaimana kalau,, kalau Patricia kembali mengunci diri ketika dia mengungkit hal tersebut? Sebaiknya mulai mengingatkan Patricia dari hal-hal yang kecil saja.


"Baiklah, aku mengerti. Sekarang aku hanya perlu menanyakan pada Lewi Apakah dia pernah menyentuhku atau tidak." Ucap Patricia membuat Meilin melototkan matanya.

__ADS_1


Bagaimana kalau sebenarnya Lewi belum pernah menyentuh Patricia?


"Tunggu, sebaiknya jangan bertanya, bagaimana kalau kita tunggu dia mengakuinya?" Meilin berbicara dengan jantung seakan meledak.


Kalau Lewi tidak pernah menyentuh Patricia dan Patricia mendengarkannya, lalu pria itu mengetahui bahwa Patricia telah hamil,,, perang besar akan terjadi!


"Tapi aku tidak yakin dia akan mengakuinya. Dia adalah pria dengan harga diri yang sangat tinggi dan memiliki gengsi yang sangat besar." Patricia menyandarkan punggungnya dan kembali memijat keningnya.


Ketika Meilin terdiam memikirkan cara untuk membujuk Patricia, Patricia tiba-tiba saja menatapnya dengan mata yang aneh.


Deg...


Mengapa perasaannya tidak enak?


Meilin menatap Patricia dengan jantung berdegup kencang menunggu bibir perempuan di depannya mengatakan sesuatu.


"Setelah aku bercerai, berapa lama aku menginap di rumahmu?" Tanya Patricia.


"Uh,, 1 Minggu lebih." Jawab Meilin.


Ternyata hanya pertanyaan itu, Meilin merasa lega dan jantungnya sudah berdegup dengan normal lagi. Dia pikir Patricia sudah akan menanyakan Sudah berapa lama dia menikah dengan Dewi, Untung saja tidak.


"Lalu, setelah dari rumahmu berapa lama aku tinggal di kediaman keluarga Siloam?" Kembali tanya Patricia.


"Mungkin 1 Minggu lebih. Aku lupa, tapi setiap hari aku pergi ke sana untuk mencarimu, tapi penjaga pintu gerbang selalu melarangku untuk masuk dan mereka selalu mengusirku. Ada apa kau menanyakannya?"


"Jika aku 1 minggu lebih di rumah keluarga Siloam, berarti itu hanya sekitar 2 minggu aku berpisah denganmu. Paling cepat aku menikah dengan Lewi mungkin saja hari pertama ketika aku berada di kediaman keluarga Siloam. Kalau begitu,,, waktu 2 minggu itu, bukankah seharusnya kehamilanku belum terdeteksi dengan ini?" Patricia menunjukkan test pack di tangannya.


Meilin "..."


Apa lagi yang bisa dia katakan? Semuanya sudah terbongkar, perempuan pintar di depannya ini,,, apa yang harus dilakukan sekarang..?!


@Interaksi


Satu bab lagi sebentar sore ya... maaf otor masih belum sepenuhnya pulih.

__ADS_1


__ADS_2