
Ruangan Lewi di kantor Azura Group.
Jun memasuki ruangan itu dan langsung menghadap pada Lewi yang sedang fokus bekerja.
"Tuan, Saya minta maaf atas kejadian tadi pagi. Saya telah melakukan kesalahan besar menguping pembicaraan Tuan dengan Nyonya Muda dan juga tidak mencegah Nyonya Patricia membela saya." Kata Jun sembari tertunduk.
Di telinga Lewi, ucapan Jun seolah menyalakan Patricia karena sudah membela Jun hingga membuatnya memarahi Jun.
"Jadi sekarang kau menyalahkan istriku?!" Tanya Lewi.
Jun "..."
Di mana dia menyalakan Nyonya Muda? Dia hanya mengatakan kebenarannya! Tapi ya sudahlah, tidak ada gunanya berdebat!
"Saya tidak berani." Ucap Jun.
"Selidiki Afra dan berikan laporan lengkapnya setelah makan siang!" Kata Lewi.
"Baik Tuan." Jawab Jun kini merasa lega bahwa pria itu akhirnya memerintahnya.
Jun segera keluar dari ruangan Lewi lalu mengerjakan seluruh tugas-tugasnya.
__ADS_1
Sementara di vila xx, Patricia dan Meilin sedang bersantai di di belakang Villa ketika seorang pelayan menemui mereka.
"Di pintu gerbang ada seorang perempuan yang mengaku sebagai mantan sekretaris Nyonya muda. Dia mengatakan kalau dia ingin membicarakan hal yang penting dengan nyonya." Kata pelayan itu membuat Patricia mengerutkan keningnya lalu bertatapan dengan main.
"Kenapa mantan sekretarismu dari grup Siloam datang menemuimu?" Ucap Meilin yang juga merasa heran.
"Persilahkan dia masuk." Perintah Patricia pada pelayan itu lalu sang pelayan segera keluar menemui tamu yang dimaksud.
Setelah beberapa menit Patricia, Meilin dan sang sekretaris sudah duduk bersama di ruang tamu.
"Nona Patricia, eh maksud saya Nyonya Muda Azura." Ucap Kirana yang kini merasa gugup bertemu dengan Patricia.
Dulunya di perusahaan Siloam, Perempuan itu sangat dingin dan keras kepala. Jadi pikir Kirana bahwa sekarang setelah Patricia menjadi Nyonya Muda Azura maka perempuan itu akan semakin tertutup dan susah di jangkau.
"Tidak perlu tegang seperti itu, Aku tidak akan memakanmu." Kata Patricia sambil tersenyum membuat Kirana mematung di tempatnya.
Patricia yang ia kenal sebagai orang yang sangat jarang senyum sekarang sedang tersenyum padanya!
"Kenapa bengong? Kau datang kemari untuk menonton kami atau datang kemari untuk tujuan lain?" Meilin bertanya dengan kesal pada Kirana karena dia cukup geram dengan perempuan itu.
Perempuan itu tidak setia pada Patricia, seandainya dulu ketika Patricia diolok-olok di perusahaan harusnya perempuan itu membelanya, tetapi perempuan itu malah berbalik memihak Elsa si lintah betina!
__ADS_1
"Ahh, maafkan saya." Kata perempuan itu langsung pulih dari keterkejutannya lalu dia segera mengeluarkan berkas dari tasnya.
"Saya datang kemari atas perintah Nona Elsa untuk menyerahkan berkas ini." Ucap Kirana memberikan berkas di tangannya pada Patricia.
"Apa itu sogokan supaya kami menarik tuntutannya dan dia bisa bebas?" Komentar Meilin memanjangkan leher nya untuk melihat isi dari berkas yang sedang dibuka oleh Patricia.
"Nona Elsa tidak seperti itu, dia--"
"Bagaimana kau tahu? Kau lupa bagaimana dia menjebak saudaranya sendiri sehingga kehilangan seluruh miliknya?" Ucap Meilin dengan geram.
Selama Patricia diusir dari grup Siloam, dia sudah membenci segala-galanya yang berhubungan dengan grup Siloam.
Bahkan jika ada Tuhan di grup Siloam maka dia juga tidak akan pernah percaya bahwa Tuhan itu adalah kebaikan! Apalagi jika hanya seseorang yang bekerja di grup Siloam untuk mendapatkan uang!
Namun beberapa detik setelah Meilin berbicara, perempuan itu melototkan matanya dan mendekatkan wajahnya ke arah surat yang ada ditangan Patricia.
"Surat pemindahan kekayaan!" Meilin semakin melotot saat melihat angka yang tertera di bagian bawahnya "Sebanyak 80%?!"
@Interaksi
__ADS_1
Ya udah, digiling ajah biar halus. Jangan lupa di saring juga ya biar makin halus.....