Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam

Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam
C59. Adu domba


__ADS_3

Setelah mereka menyetujui kontraknya dan Cahya belum selesai berbicara dengan rekan bisnisnya, Rolland kemudian menyimpan berkas-berkas di tangannya lalu memulai pembicaraan.


"Kau dan Patricia, Bukankah kalian saudara kandung?" Tanya Rolland.


Elsa mengangkat alisnya lalu tersenyum "Ya, tapi saat ini kami memiliki beberapa kesalahpahaman yang membuat kami berjauhan." Jawab Elsa.


"Aku mengerti, tapi seburuk-buruknya hubungan saudara kandung kalian harus berbaikan, apalagi saat ini Patricia sedang mengandung. Tidak baik bagi kalian bertengkar--"


"Mengandung?" Elsa memotong ucapan Rolland karena ia begitu terkejut mendengar berita kakaknya mengandung.


'Mungkinkah itu anak pria lumpuh? Tapi,, itu tidak mungkin! Lewi terkenal sebagai pria impoten dan terlebih lagi dia tidak pernah berhubungan dengan wanita. Mungkinkah pria itu mau melakukannya dengan wanita bekas?'


"Ya, kandungannya hampir berumur 2 bulan. Kalau aku memperkirakannya anak itu bukanlah anak dari kakakku, tapi dari suami sebelumnya." Lagi kata Rolland membuat Elsa langsung berubah pucat dengan tangan dikepal berada di perutnya.


Saat ini dia dan Cahya juga pulang untuk memburu pernikahan mereka karena dia tidak tengah mengandung anak mereka yang sudah berumur 1 bulan.

__ADS_1


Tapi tidak mungkin ada perempuan lain lagi yang mengandung anak Cahya bukan? Terutama itu adalah kakaknya sendiri?!


"Apa kau yakin? Anak itu?" Suara Elsa terbata-bata, apalagi ketika Rolan mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto surat pemeriksaan Patricia.


"Ini,," Elsa memegangi ponsel itu dengan tangan gemetaran.


Jelas-jelas waktu yang tertera di sana menunjukkan bahwa Patricia telah hamil sebelum menikah ke dalam keluarga Azura.


'Mungjinkah... Mungkinkah ini anak Cahya? Hah ,, tapi,, bagaimana bisa?' Elsa mengembalikan ponsel itu dengan tangan pucat yang gemetaran lalu kembali berusaha bersikap tenang.


"Hubungannya dengan Kakakku tidak terlalu baik, di rumah mereka selalu bertengkar lalu berpura-pura saling menyukai di luar." Ucap Rolland.


"Kenapa? Kenapa kau mengatakan ini padaku?" Kemudian tanya Elsa saat dia merasa ada sesuatu yang aneh tentang anggota keluarga Azura yang membongkar aib keluarganya sendiri.


"Aku melakukan ini tentu saja untuk kebaikan kakak iparku. Aku berharap karena kau mengetahui dia hamil dan terlebih anak itu bukan keluarga Azura maka kau akan berbaikan dengannya dan membantunya melindungi anak itu. Bagaimanapun, kalau seluruh anggota keluarga azzura telah mengetahui tentang kehamilannya maka Aku tidak yakin dia masih akan tetap tinggal di keluarga Azura. Kalian adalah saudara kandung, bukankah darah lebih kental daripada air?" Jawab Rolland dengan tenang.

__ADS_1


Pria itu mengamati reaksi Elsa dan terlihat jelas kemarahan dan kebencian di wajah Elsa semakin mendalam setelah mendengar ceritanya.


'Bagus sekali, ini balasan untuk kalian berdua yang sudah menipuku! Mari kita lihat bagaimana kehamilan itu akan terbublikasikan!' gumam Rolland.


"Kalian sudah selesai?" Tiba-tiba Cahya datang dan duduk di samping Elsa.


"Ya sudah selesai." Jawab Rolland dengan wajah yang tenang sembari memperhatikan Elsa yang kini memandangi Cahya.


Perempuan itu seperti menyimpan ketakutan yang amat dalam. Mungkin dia takut kalau Cahya akan meninggalkannya, saat tahu kalau pria itu memiliki anak di kandungan Patricia.


'Dengan begini, posisi Elsa akan terancam oleh bayi yang dikandung oleh Patricia, dengan begitu dia akan berusaha melakukan sesuatu.' Rolland merasa bangga pada dirinya sendiri karena bisa memikirkan rencana yang sangat indah.


@Interaksi


__ADS_1


Tenang, otor hanya sebentar saja kok main hpnya.


__ADS_2