Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam

Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam
C58.Memanfaatkan Elsa


__ADS_3

Setelah keempat orang itu selesai makan, mereka akhirnya membahas proyek yang sedang mereka jalankan dan pembahasan itu berjalan dengan sangat mengesalkan Patricia karena Elsa terus menyangga mereka.


"Aku tidak setuju kalau kita menggunakan material dari perusahaan xx, Bagaimana kalau mencari perusahaan yang memberikan kualitas lebih baik lagi dari ini namun harga yang lebih rendah dari ini?" Ucap Elsa dengan sangat enteng sekolah apa yang dikatakannya itu benar-benar mudah.


Patricia menghela nafas, yang sebelum-sebelumnya masih bisa dia tahan, tapi kali ini, sudah sangat jelas kalau perempuan di depannya tidak mau bekerja sama!


"Sepertinya Nona Elsa masih kurang berpengalaman dalam hal ini. Saya harus katakan kalau kita sudah menandatangani kontrak dan pertemuan kita hari ini adalah untuk membahas detail-detailnya saja karena segala dana yang kita keluarkan telah disepakati secara--"


"Benarkah? Saat itu aku tidak ada dan jika aku melihat rancangan yang seperti ini, maka aku tidak akan mau menandatangani kontrak itu!" Ucap Elsa dengan kesal menyilangkan tangannya di dada lalu bersandar memandangi kakaknya dengan tatapan merendahkan.


"Ok, kalau begitu, batalkan saja kerjasamanya." Patricia tidak mau kalah ia melemparkan surat ke atas meja dan mengambil tasnya untuk meninggalkan tempat itu.


"Patricia," Rolland langsung mencekal tangan Patricia dan menahan perempuan itu supaya tidak meninggalkan tempat itu.


Patricia menatap Roland dengan kesal, grup Siloam hanyalah grup yang tidak ada apa-apanya dengan grup Azura Jadi untuk apa mereka mengalah pada klien yang tidak tahu diri seperti itu? Masih banyak perusahaan lain yang bisa bekerjasama dengan mereka!

__ADS_1


"Kalau wakil CEO masih ingin mempertahankan kerjasama ini maka silakan bekerja sendirian, saya tidak akan melakukannya!" Ucap Patricia memutar dengannya lalu meninggalkan tempat itu.


Pemikirannya sudah berubah sejak kemarin malam ketika mereka membicarakan hubungan mereka yang akan di publish. Patricia sudah tidak memikirkan hal-hal yang berhubungan dengan grup Siloam lagi.


Baginya, masa lalu dan dendam sudah tidak penting untuknya, yang terpenting sekarang adalah suaminya dan calon anaknya.


Roland memperhatikan punggung Patricia yang dengan tegas meninggalkan tempat itu, sepertinya perempuan itu memang sudah tidak memiliki niat untuk melanjutkan proyek itu.


'Apakah dia mulai menyerah untuk melakukan balas dendam pada keluarga Siloam?' Rolland mengerutkan keningnya, satu-satunya hal yang ia tebak mengapa Patricia masih mau mengurusi proyek dengan grup Siloam karena dia berpikir Patricia mau balas dendam pada semua keluarga Siloam karena telah membuangnya menjadi istri seorang pria cacat.


Tapi kini melihat Patricia menyerah untuk balas dendam, hati pria itu menjadi sangat kacau balau, apalagi mengingat kejadian di mana Patricia menelpon Lewi.


"Haha.. ya, dia adalah kakak iparku, mungkin hari ini dia memiliki sedikit masalah dengan suaminya jadi dia membawanya ke pekerjaan. Mohon tidak salah paham." Kata Rolland tersenyum canggung.


"Tidak masalah, bukan begitu sayang?" Elsa bertanya pada Chaya yang duduk di sana tanpa ada ekspresi semenjak mereka tiba.

__ADS_1


"Ya, tidak ada masalah selagi kontraknya masih berjalan sesuai kesepakatan." Baru saja Cahya selesai berbicara ketika ponselnya bergetar jadi pria itu langsung melihat ke layar ponselnya dan menemukan nama salah satu kliennya, jadi dia menatap Elsa "Ini harus diangkat." Bisiknya.


"Ok, pergilah," ucap Elsa tersenyum lalu membiarkan kekasihnya segera meninggalkan mereka berdua untuk mengangkat telepon.


"Bagaimana kalau kita lanjut?" Tanya Elsa pada Rolland saat ia kembali mengambil dokumen di atas meja untuk melihatnya.


"Silakan katakan Jika masih ada yang perlu dirubah lagi karena sebenarnya ini sudah disepakati oleh Nyonya Elisabeth." Ucap Rolland berusaha bersikap profesional.


"Ya, aku rasa Ini sempurna." Ucap Elsa dengan acuh membuat Rolan terdiam selama beberapa detik.


Ketika tadi Patricia yang membahasnya, perempuan itu mengatakan banyak sekali ketidaksetujuannya dan sekarang langsung setuju?


'Sepertinya aku bisa memanfaatkan perempuan ini.' Batin Rolland.


@Interaksi

__ADS_1



Makasih ya.. ini udh mendingan kok rasanya jadi udah bisa nyicil babnya


__ADS_2