
Patricia berdiri di dalam lift sembari memegangi 2 kotak bekal di tangannya.
Ting!
Akhirnya dia tiba di lantai ruangan suaminya jadi Patricia segera keluar dan langsung membuka pintu ruang kerja suaminya.
Lewi yang sedang fokus pada pekerjaannya langsung mengangkat wajahnya saat seseorang memasuki ruangannya tanpa mengetuk.
Pria itu terkejut melihat kedatangan istrinya dan segera menghentikan pekerjaannya lalu berjalan mendekati Patricia.
"Kenapa datang tiba-tiba?" Tanya Lewi sembari mengambil alih kotak bekal yang ada ditangan Patricia.
"Aku merasa bosan di Villa, jadi aku pikir lebih baik mengunjungi suamiku di kantor." Jawab Patricia mengikuti suaminya yang berjalan ke arah sofa.
"Bukankah di sana ada adikmu?" Tanya Lewi.
"Dia sudah pergi." Jawab Patricia.
"Aku mengerti. Kau tunggu sebentar, aku akan menyelesaikan sedikit pekerjaanku yang buru-buru." Ucap Lewi diangguki oleh Patricia lalu pria itu segera kembali ke meja kerjanya melanjutkan pekerjaannya.
Sesekali Lewi melihat kearah Patricia yang sedang bermain ponsel, matanya merasa aneh melihat dua buah kotak bekal besar yang ada di meja.
__ADS_1
'Untuk siapa kotak bekal yang satunya?' pikir Lewi merasa bingung.
Akhirnya Lewi menyelesaikan pekerjaannya bertepatan dengan waktu makan siang.
Pria itu menghampiri istrinya dan duduk di samping istrinya.
"Kotak bekal yang ini untuk Jun." Kata Patricia mengambil kotak bekal berwarna putih dan hendak keluar membawakannya untuk Jun ketika tangannya dicekal oleh suaminya.
"Sepertinya kau sudah pulih hingga sekarang punya waktu menghawatirkan pria asing?" Tanya Lewi.
Patricia "..."
"Suami, mana ada Jun pria asing, Jun sudah banyak membantu kita dalam berbagai masalah jadi tadi aku menyuruh pelayan untuk membuatkan makanan bagi Jun." Jawab Patricia membuat Lewi menatap menatap kotak makan berwarna pink yang ada di atas meja.
"Lalu Siapa yang membuat makanan di kotak itu?" Tanya Lewi membuat Patricia tersenyum.
Dia sudah memperkirakannya bahwa hal seperti ini akan terjadi, jadi dia memang sudah berjaga-jaga.
"Tentu saja makanan untuk suamiku akulah yang buat. Sekarang biar kuantar kotak bekal ini pada Jun." Kata Patricia membuat Lewi langsung berdiri lalu merampas kotak makan di tangan istrinya.
"Istriku tidak boleh kelelahan, duduklah di sini dan aku yang akan mengantar kota bekal ini padanya." Kata Lewi lalu pria itu keluar dari ruangan untuk menemui Jun.
__ADS_1
Patricia tersenyum memperhatikan tingkah suaminya lalu perempuan itu segera membongkar kotak makan di atas meja supaya nanti ketika Lewi kembali Lewi langsung bisa menikmatinya.
Sementara Jun yang berada di ruangannya terkejut melihat Lewi yang tiba-tiba memasuki ruangannya sembari membawa kotak bekal dan meletakkannya di atas meja kerjanya.
"Makan ini." Kata Lewi lalu berbalik meninggalkan Jun.
Jun merasa tercekat dan tenggorokannya tiba-tiba mengeras seperti batu hingga tidak bisa mengatakan kata terima kasih.
Pria itu berdiri mematung memandangi punggung Lewi yang menjauh darinya lalu menghilang di balik pintu.
Barulah ketika suara pintu terdengar lalu pria itu bisa menggerakkan badannya dan menyusul Lewi keluar.
"Terima kaish Tuan," katanya pada Lewi dengan suara setengah berteriak.
Lewi yang hendak membuka pintu ruangannya dan mendengar suara Jun langsung menghentikan tangannya dan berbalik menatap Jun.
"Lain kali jangan merepotkan istriku membawakan makan siang untukmu! Mengerti?!" Ancam Lewi dijawab anggukan aneh dari Jun.
'Ternyata bukan Tuan yang berniat ikhlas padaku, tapi Nyonya lah yang membawakannya. Aku cukup terharu dengan perhatian Nyonya, tetapi semakin perhatian Nyonya padaku semakin menderita Aku bekerja di perusahaan ini.' Isak Jun dalam hati yang kini bisa menebak bagaimana Lewi akan semakin keras terhadapnya karena perhatian yang ia dapatkan dari Patricia.
__ADS_1