
Begitu tiba di Villa xx, Patricia menurunkan kaca mobilnya dan menatap para penjaga.
"Selamat datang Nyonya." Para penjaga membukakan pintu gerbang untuk Patricia lalu perempuan itu mengendarai mobilnya masuk ke dalam Villa.
Sementara Rolland, pria itu tertahan di luar karena orang asing tidak diizinkan masuk ke Villa tersebut.
Patricia segera memarkirkan mobilnya lalu berlari ke dalam villa untuk mencari suaminya.
"Selamat datang nyonya," seorang pelayan yang bertugas langsung menyambut Patricia.
"Apakah suamiku datang kemari?" Tanya Patricia.
"Tidak Nyonya. Sudah beberapa hari ini Tuan Muda tidak pernah datang ke tempat ini." Jawab sang pelayan membuat Patricia mengangguk lalu dia berjalan ke kamar.
'Aku akan menunggumu di sini.' kata Patricia dalam hatinya sembari menyeret tubuhnya yang serasa tidak bertenaga.
Penampilan Patricia yang terlihat seperti orang yang sangat menderita membuat sang pelayan mendekati Patricia sebelum perempuan itu memasuki kamar.
"Apakah Nyonya perlu sesuatu?" Tanya pelayan.
__ADS_1
"Tidak, panggil aku Kalau tuan muda telah tiba." kata Patricia memasuki kamar dan menutup pintu kamar itu lalu dia segera naik ke tempat tidur dan berbaring miring sembari menangis.
'Rolland memiliki kenalan seorang dokter untuk menyelamatkan anakku. Aku ingin menyelamatkan anakku tapi,, Aku tidak mau orang yang kucintai semakin membenci ku ketika aku terus berhubungan dengan pria itu.' Ucap Patricia dalam hati sembari membiarkan air matanya terus membasahi bantal putih yang ia gunakan untuk mengalas kepalanya.
Sementara Patricia terus menangis di vila xx, maka lain halnya dengan Lewi yang sudah beberapa jam terus duduk di dalam mobil tanpa memberikan perintah apapun pada dua orang bawahannya yang duduk di depannya.
'Apa dia sengaja? Dia sengaja menyuruhku pergi bekerja supaya dia bisa menghabiskan waktunya dengan Rolland?' Lewi kembali teringat saat Patricia menyuruhnya pergi bekerja.
Entah kenapa karena sakit hati yang begitu dalam membuatnya harus berpikiran negatif pada istrinya sendiri.
Pikirannya yang terasa sakit dan begitu berat membuatnya lupa bahwa sudah berjam-jam dia berada di dalam mobil jadi pria itu terus larut dalam pikirannya.
Sang supir menerima kode lalu memperhatikan mobilnya di tengah jalan.
BIP.....!!!!!
BIP.....!!!!
Mobil-mobil dari belakang yang yang merasa kesal dengan mobil yang tiba-tiba berhenti di tengah jalan Langsung membunyikan klakson mereka satu persatu.
__ADS_1
"Maaf Tuan, bensinnya habis." Kata Jun dengan hati-hati.
Jangan sampai Lewi mengecek dan tahu kalau dia berbohong.
Suara Jun dan suara klakson dari belakang langsung menarik Lewi dari lamunannya lalu pria itu menatap keluar jendela.
"Kalau kau jadi aku apa yang akan kau lakukan?" Tanya Lewi mengabaikan suara klakson dari belakang mobil mereka.
"Saya akan menemui nyonya dan menanyakan alasannya. Bagaimanapun, Nyonya sedang mengandung anak kandung Tuan. Saat ini yang paling dibutuhkan Nyonya adalah kehadiran suaminya di sampingnya untuk memberinya dukungan. Jadi--"
"Jadi menurutmu aku harus menghiburnya setelah melihatnya berselingkuh?" Tanya Lewi dengan suara yang begitu kelam sembari mengingat saat dimana ia melihat Patricia keluar dari kamar Rolland dengan pakaian acak-acakan lalu disusul oleh Rolland yang juga ikut keluar tanpa menggunakan pakaian.
Pemandangan itu langsung membawa Lewi pada sebuah adegan terlarang yang tidak bisa di ceritakan. Mereka baru saja melakukannya.
@Interaksi
Gak lama kok. Paling besok udah tamat ni novel..👍 otor lelah merangkai kata hanya untuk mendapat bacotan dari kalian...🤭🤭canda baby..🐽
__ADS_1