
Setelah berbicara dengan dokter, Elsa langsung meninggalkan rumah sakit karena perempuan itu hanya akan menunggu kabar dari rumah sakit tentang perkembangan rencananya.
Baru saja perempuan itu menaiki mobil yang disiapkan oleh suaminya, sebuah mobil lain juga tiba di rumah sakit yaitu mobil milik Lewi.
Pria itu didorong oleh seorang pengawal kearah Patricia yang duduk di ruang tunggu.
"Suami," Patricia terkejut melihat kedatangan Lewi, perempuan itu segera menghampiri Lewi dan memeluk pria itu sebelum kembali duduk di kursinya.
"Bukankah aku sudah bilang kalau kau tidak perlu mengantri?" Lewi merasa kesal dengan istrinya, dia sudah menyiapkan jalur VIP untuk istrinya supaya langsung ditangani oleh dokter. Tapi istrinya malah...
"Sudahlah, lagipula hari ini aku tidak ada pekerjaan lain, jadi aku ingin merasakan menjadi orang biasa yang harus mengantri untuk mendapatkan perawatan dari dokter." Kata Patricia dengan tangannya meremas tangan suaminya.
Suami istri itu bercanda ria sembari menunggu nomor antrian mereka hingga membuat beberapa ibu hamil lainnya yang juga datang memeriksa kesehatan merasa sangat iri melihat pemandangan itu.
"Sayang coba lihat mereka, Bukankah Mereka terlihat sangat harmonis? Meskipun pria-nya adalah pria yang lumpuh tapi terlihat perempuan itu menerimanya dengan sangat tulus."
"Ya, tapi apa gunanya memiliki seorang suami jika tidak bisa berjalan dengan kaki nya? Seumur hidupnya perempuan itu harus menjadi perawat untuk suaminya." Jawab sang lelaki.
"Iya juga, tapi mereka terlihat seperti orang yang berasal dari keluarga kaya."
__ADS_1
"Sekaya apapun seseorang kalau memiliki tubuh yang tidak sempurna tidak akan bahagia menjalani hidupnya."
Meski Patricia dan Lewi bercanda bersama-sama, mereka berdua masih tetap bisa mendengar bisik-bisik orang-orang di sekitar mereka.
Tapi kedua orang itu sama sekali tidak terpengaruh dan mereka hanya duduk dengan tenang sembari menunggu giliran mereka untuk mendapatkan pemeriksaan.
Pengawal yang melihat kedua orang itu dan terutama Lewi, ia merasa tercengang di tempatnya. Baru kali ini seseorang membicarakan Tuannya dengan begitu sembarangan dan Tuannya sama sekali tidak marah.
'Tuan sudah berubah menjadi budak cinta!' gumam sang pengawal.
"Nyonya Patricia." Tiba-tiba suster memanggil nama Patricia.
"Kau lihat 'kan? Istrinya sedang hamil tapi pria itu malah membebani istrinya untuk mendorong kursi rodanya." Orang-orang yang berada di ruang tunggu kembali berbisik-bisik satu sama lain.
Sementara di dalam ruangan, dokter melakukan USG pada Patricia.
Layar yang menampilkan hasil USG bukanlah hasil USG dari rahim Patricia karena layar itu telah diganti dengan hasil USG dari rahim yang mengalami komplikasi pada janin.
"Bagaimana keadaan bayi kami Dok?" Lewi bertanya sembari mengeratkan genggamannya pada tangan istrinya dengan mata pria itu tertuju pada layar USG yang ditempel pada dinding.
__ADS_1
"Ini tidak baik. Ukuran janin tidak sesuai dengan usianya dan juga terlihat ada benjolan di dalam rahim. Kalau tidak salah ini mungkin tumor." Jawab Dokter.
"Apa?!" Lewi sangat terkejut dan berbalik menatap istrinya yang sudah meneteskan air matanya.
"Jadi Dok, Apa yang harus kita dilakukan?! Bagaimana dengan bayi kami?" Tanya Patricia sembari terisak.
"Kami minta maaf tetapi kemungkinan besar kandungan ini harus digugurkan." Jawab Sang dokter.
Jawaban dokter disambut langsung oleh isak Patricia, perempuan itu tidak bisa lagi berbaring dan segera duduk di tempat tidur sembari memeluk suaminya.
"Suami... Hiks... Hiks..." Tangis memilukan Patricia menghiasi ruangan itu membuat sang dokter yang telah berbohong menjadi merasa sangat bersalah.
Tapi dia tidak bisa melakukan apapun karena ancaman dari Elsa terlalu menakutkan baginya.
Anaknya yang sedang berkuliah di luar negeri dan karirnya sebagai seorang dokter sedang dipertaruhkan.
'Maaf,' hanya 1 kata yang bisa diucapkan sang dokter di dalam hatinya.
@Info.
__ADS_1
Terima kasih doanya, mulai hari ini otor berusaha up dengan wajar ya.... Btw kalo ada yg udah follow otor tapi blm di follow back, silahkan mengadu di kolom komentar ya....ðŸ¤