Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam

Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam
C75. Baik-baik saja


__ADS_3

Saat dokter tiba, Lewi juga sudah selesai membuat mie kuah nya jadi pria itu segera mengantar dokter ke dalam kamar untuk memeriksa Patricia.


Namun, ketika mereka tiba Patricia terlihat seperti tertidur namun wajahnya terlihat semakin tak berwarna dari sebelumnya.


"Cepat!" Bentak Lewi pada sang dokter saat pria itu kesulitan membuka peralatan medis nya.


"Baik." Dokter itu akhirnya berhasil mengeluarkan peralatan medis nya lalu segera memeriksa Patricia.


Setelah melakukan pemeriksaan, Patricia kemudian diinfus karena tubuh Perempuan itu terlalu lemah.


"Bagaiman keadaannya? Juga kandungannya?" Tanya Lewi ketika dokter selesai melakukan penanganan.


"Dia akan baik-baik saja setelah diinfus, tapi untuk masalah kandungannya saya tidak bisa mengatakan apapun karena saya bukan dokter kandungan. Namun, Nyonya seperti ini karena stres berat. Hal itu sangat berbahaya untuk kesehatannya dan terutama kandungannya, jadi sebaiknya jaga dia tetap berada dalam suasana hati yang baik." Jawab sang dokter membuat Lewi langsung menoleh pada Jun.


"Dokter kandungan akan tiba dalam 3 menit lagi." Jawab Jun yang sudah mempersiapkan semuanya.


Lewi tidak mengatakan apapun, pria itu hanya memberi kode pada semua orang supaya keluar dari kamar istrinya.


Setelah menunggu 3 menit lagi, akhirnya dokter kandungan yang dimaksud oleh Jun telah datang.

__ADS_1


Dokter itu tidak datang sendirian melainkan datang bersama timnya yang membawa peralatan medisnya.


Dalam sekejap kamar Patricia dipenuhi oleh peralatan medis untuk melakukan USG dan pemeriksaan yang akurat pada kandungan Patricia.


"Hati-hati." Lewi berkata dengan cemas kala seorang perawat mengoleskan gel di perut Patricia.


"Baik Tuan." Jawab sang perawat.


Setelah mengoleskan gel, sang dokter kemudian menggunakan transducer untuk memeriksa keadaan kandungan Patricia.


Semua orang berfokus pada layar komputer yang memperlihatkan keadaan kandungan Patricia.


"Jadi maksud dokter, tidak ada ada hal aneh pada kandungan istri saya? Misalnya tumor atau hal lainnya?" Tanya Lewi dimana matanya juga sangat berfokus pada layar.


"Tumor? Rahim Nyonya baik-baik saja, malahan sangat sehat. Hanya saja, saya melihat Nyonya tidak terlalu baik, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter umum. Saya akan meresepkan vitamin untuk nyonya." Ucap sang dokter menghentikan pekerjaannya lalu perempuan itu segera mengambil kotak obat.


Sementara Lewi, pria itu memilih fokus pada Patricia dengan menggenggam erat tangan istrinya.


'Istri, semuanya baik-baik saja.' ucap Lewi dalam hati sembari memandangi wajah istrinya yang terlihat pucat.

__ADS_1


Setelah sang dokter menyiapkan obat dan menyerahkannya pada Jun semua peralatan medis kemudian disingkirkan lalu kamar itu menjadi tenang seperti sedia kala.


"Tuan, ini adalah vitaminnya." Kata Jun meletakkan vitamin yang ia dapatkan dari dokter ke atas meja.


"Panggil beberapa dokter kandungan lain untuk memeriksa istriku." Perintah Lewi tanpa menoleh kearah Jun.


"Baik Tuan." Jawab Jun.


"Terakhir, rahasiakan bahwa istriku sudah diperiksa oleh dokter kandungan lain. Dan dokter yang berbohong itu, tangani dia dan paksa dia berbicara." Lagi perintah Lewi.


"Baik Tuan." Kembali jawab Jun sebelum pria itu keluar dari kamar meninggalkan Lewi dan Patricia.


"Istri, cepatlah sadar, mie kuah nya akan dingin kalau kau terus tidur seperti ini." Ucap Lewi yang masih merasa cemas pada keadaan istinya.


@Interaksi



Sama-sama... Dalam hati 'Emang ucapan terima kasih doang bisa masuk belanga? Sekali-kali ada tempelannya kek..' 🤭🤭

__ADS_1


.


__ADS_2