Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam

Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam
C66. Beri aku waktu


__ADS_3

"Siapa ayah dari bayi itu?" Tanya Rolland.


"Itu tidak penting, yang penting adalah bayi ini tidak boleh digugurkan!" Ucap Patricia.


Rolland kembali tersenyum mendengar ketegasan Patricia untuk mempertahankan bayi itu.


"Aku tidak mengerti, kau sangat ingin mempertahankan pernikahanmu dengan Lewi, tetapi disisi lain Kau juga sangat ingin mempertahankan bayi yang yang berasal dari pria lain. Sebenarnya, Apa tujuanmu?" Tanya Rolland.


Dia sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran Patricia. Kalau perempuan itu memiliki seorang pria lain yang amat dicintainya, mengapa Patricia tidak perjuangkan hubungannya dengan pria itu dengan mengatasnamakan bayi yang dikandungnya. Malah perempuan itu terus berada di sisi Lewi dan sekarang makin lengket dengan Lewi.


"Kau tidak perlu tahu, yang perlu ku tahu sekarang adalah apakah kau punya cara untuk menyelamatkan bayi ini atau tidak?!" Tanya Patricia yang tidak mau menjelaskan apapun pada Rolland.


"Baiklah, aku mengenal seseorang yang bisa menyelamatkanmu. Tapi kau harus mengikat perjanjian denganku." Ucap Rolland membuat Patricia mengepal erat tangannya.


"Perjanjian apa itu?" Tanya Patricia.


"Kau harus menceraikan Lewi dan menjadi istriku." Jawab Roland membuat seluruh tubuh Patricia menjadi lemas hingga perempuan itu harus berpegangan pada dinding agar tidak roboh ke lantai.

__ADS_1


"Kau...! Bagaimana bisa kau melakukan ini pada Kakak mu sendiri?!" Patricia merasa kehilangan jiwanya.


Sekarang dia harus memilih antara suami atau bayinya?


Bayinya maupun suaminya adalah dua orang yang sangat penting di dalam hidupnya. Bagaimana bisa dia dipaksa untuk memilih salah satu diantara mereka?


"Kenapa? Apakah begitu sulit menceraikan pria itu? Dia telah melukaimu berkali-kali dan dia juga bukan ayah dari bayi yang kau kandung. Dia juga bukan siapa-siapa kecuali sebagai suami di atas kertas! Aku disini adalah orang yang paling mencintaimu di dunia ini, tapi mengapa kamu begitu sulit untuk bersamaku?!" Roland berusaha merendahkan suaranya meski di dalam hatinya Dia sangat emosi berbicara dengan Patricia.


"Itu karena aku tidak mencintaimu! Aku tidak mau menghabiskan seluruh sisa hidupku bersama dengan seorang pria picik sepertimu!" Kata Patricia sembari menggertakkan giginya lalu meraih handle pintu untuk meninggalkan kamar itu.


"Apa yang kau lakukan?!" Patricia berteriak dengan panik namun teriakannya tidak diindahkan oleh Rolland karena pria itu sudah dikuasai oleh amarah.


Rolland mendorong Patricia ke tempat tidur lalu menindih perempuan itu.


"Kau bilang kau tidak mau bersamaku karena kau tidak mencintaiku? Lalu apa bedanya dengan Lewi?! Kau juga tidak mencintainya, tapi kau tetap bertahan dan mau bersamanya?! Apakah itu adil?! Apakah itu masuk akal?!" Tanya Rolland dengan 1 tangannya menjepit keras dagu Patricia dan tangan yang lain mengunci kedua tangan Patricia di atas kepala perempuan itu.


"Kau selalu menghina kakak pertamamu karena dia terus menyiksaku, lalu sekarang, apa bedanya kau dengan dia? Kau menyakitiku dan kau memaksa aku menuruti keinginanmu dengan berdalih ingin menyelamatkan bayi di dalam kandungan ku! Apakah itu pantas?! Apakah kau pikir kelakuanmu sekarang tidak berbeda dengan apa yang dilakukan kakak pertamamu?!" Patricia berbicara dengan mata memerah memandang marah pada pria di atasnya.

__ADS_1


"Kau..." Roland menghela nafas dengan kasar lalu melepaskan Patricia dan pria itu berdiri memandangi Patricia yang kini memeriksa tangannya.


"Sebaiknya kau putuskan saja! Kau mau menerima tawaran ku dengan syarat menceraikan Lewi atau kau akan melepaskan bayi itu!" Rolland tidak mau lagi berdebat dengan Patricia.


Lama-lama berdebat dengan perempuan itu bisa membuatnya lepas kontrol dan mungkin akan melukai Patricia hingga membuat Patricia semakin membencinya.


"Beri aku waktu." Ucap Patricia.


Rolland terdiam selama beberapa waktu guna meredam amarahnya.


"Baiklah, kau punya waktu Sampai besok pagi." Kata Rolland.


@Interaksi



Tapi kamar lebih menyenangkan dan lebih privat dari pada ruangan lainnya 🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2