
"Istri? Dimana kau?" Lewi kebingungan ketika dia keluar dari kamar mandi dan tidak mendapati istrinya duduk di sofa.
Ia melihat ke seluruh ruangan, namun Patricia tidak ada di mana pun, jadi pria itu segera pergi memeriksa ruang istirahat dan mendapati ruangan itu juga kosong.
Lewi segera keluar dari ruang kerjanya dan mencari Jun.
"Tuan," ucap Jun menyapa Lewi yang memasuki ruangannya.
"Dimana istriku?" Tanya Lewi.
Jun kebingungan mendengar pertanyaan Lewi karena sedari tadi dia tidak melihat Patricia keluar dari ruangan Lewi.
"Nyonya muda tidak ada di ruangan? Tapi Saya juga tidak melihat Nyonya muda keluar dari ruangan Tuan." Ucap Jun membuat Lewi mengerutkan keningnya lalu dia kembali ke ruangannya.
Pria itu mengitari ruangannya lalu melihat Patricia ternyata terjatuh di lantai dan dia tidak melihatnya karena tadi di halangi oleh sofa.
"Istri!" Lewi angsung mendekati Patricia dan memeriksa kondisi perempuan.
Dengan panik Lewi membawa Patricia gendongannya lalu keluar dari ruangannya mengejutkan Jun yang dari tadi menunggu di luar.
"Hubungi rumah sakit tentara!" Langsung perintah Lewi pada Jun.
Dia tidak mau lagi membawa Patricia ke rumah sakit pusat kota Bali karena tidak mau kejadian yang sama terulang dua kali.
__ADS_1
"Baik Tuan." Jawab Jun merogoh ponsel dari sakunya sembari terus berlari mengikuti Lewi ke dalam lift.
Lewi langsung menggendong Patricia ke dalam mobil lalu mobil itu melaju dengan cepat ke rumah sakit tentara.
Sementara Jun, pria itu tinggal di perusahaan lalu dia segera berjalan ke ruangan konferensi pers dan melihat para wartawan yang sudah menunggu di sana.
Pria itu segera naik ke podium dan berkata "Konferensi hari ini ditunda sampai waktu yang belum diketahui."
Semua orang terkejut, mereka sudah siap untuk mendapatkan berita besar dan menulis artikel resmi dari grup Azura yang akan memberi mereka uang.
Tapi sekarang konprensi ini di tunda?
"Maaf Tuan Jun, Tapi dapatkah kami mengetahui alasan konferensi ini ditunda?" Salah satu wartawan bertanya pada Jun yang hendak meninggalkan podium.
Dia tidak akan membeberkan apapun untuk para wartawan itu tanpa persetujuan dari Lewi.
Akhirnya setelah Jun berhasil menangani para wartawan, Dia kemudian pergi menyusul ke rumah sakit tentara.
Dalam perjalanan ponselnya berdering.
"Ya Tuan," jawab Jun.
"Atur konferensi pers dilaksanakan di rumah sakit tentara." Ucap Lewi dari seberang telpon.
__ADS_1
"Baik Tuan." Jawab Jun.
Jun langsung menghubungi bawahannya untuk mengatur konferensi pers dipindahkan ke rumah sakit tentara.
Sementara di rumah sakit tentara, Patricia sudah ditangani oleh dokter dan Lewi menunggu bersama seorang temannya yang merupakan dokter di rumah sakit tentara.
"Bagaimana caramu menjaga istrimu? Kau tahu dia sedang hamil dan kau masih membiarkannya mengalami stres? Apakah kau tidak tahu kalau emosional seorang wanita hamil sangat berbeda dengan wanita biasa? Hal kecil pun bisa membahayakan kandungannya!" Pria bernama vikal itu menceramahi Lewi.
Lewi menghela nafas dengan kasar lalu dia mengambil ponsel milik Patricia yang tadi dia masukkan ke saku jasnya.
Di layar ponsel itu masih terlihat laman terakhir yang dibaca oleh Patricia.
"Astaga,, bukankah kau punya banyak koneksi? Bagaimana bisa Kau membiarkan berita seperti itu lolos dan sampai dibaca oleh istrimu? Ck,, ck,, mereka bahkan menghina istri dan calon anakmu dengan sangat kejam." Komentar Vikal saat membaca beberapa komentar yang diperlihatkan di layar ponsel Patricia.
Dengan itu, Lewi menjadi semakin marah, dia kemudian mengambil ponsel miliknya dan kembali menghubungi Jun.
'Beraninya mereka! Istriku kembali masuk ke rumah sakit karena orang-orang sialan ini!' geram Lewi dalam hati.
@Interaksi
Jangan tanyakan hatiku, sudah pasti hanya milikmu seorangš¤
__ADS_1