
Pagi hari di kantor grup Azura.
Lewi dan Patricia duduk di ruangan saat perempuan itu merasa gugup.
"Ada apa?" Tanya Lewi.
"Konprensi itu, apakah banyak orang yang berada di dekat kita?" Tanya Patricia.
Kalau Sebelumnya dia merasa aman pergi ke kantor polisi karena dia berpikir tidak banyak orang yang ada di sana. Tapi kemudian dia melihat ada banyak wartawan yang mengerumuni mereka.
Dan saat ini akan diadakan konferensi pers, mungkinkah akan terjadi hal seperti kemarin? Dia merasa khawatir.
"Tidak ada yang mendekati kita semua wartawan diatur berjarak 3 m." Kata Lewi menutup tangan Patricia yang gelisah di perutnya.
"Bayi kita akan baik-baik saja." Ucap Lewi yang jelas tahu kalau Patricia sangat kuatir dengan kandungannya.
Bagaimanapun Lewi tau kalau trauma besar istrinya adalah pada kehamilannya karena seseorang berniat menghilangkan bayi dalam kandungannya.
"Iya," jawab Patricia berusaha menenangkan kegelisahannya.
Akhirnya setelah sedikit berbincang-bincang dan membuat Patricia bersikap santai, akhirnya Jun memasuki ruangan itu.
"Semuanya sudah siap. Konferensi pers akan dimulai dalam 30 menit lagi." Ucap Jun menyerahkan sebuah ringkasan pertanyaan-pertanyaan yang kemungkinan ditanyakan oleh para wartawan.
__ADS_1
"Perketat keamanan, jangan sampai terjadi kerusuhan." Ucap Lewi.
"Saya mengerti." Jawab Jun lalu pria itu segera meninggalkan ruangan Lewi untuk memberi kesempatan bagi dua orang itu untuk berduaan.
"Ada begitu banyak pertanyaan, mengapa kau tidak memberitahukan ku sejak semalam?" Tanya Patricia pada Lewi yang merasa kesal dengan suaminya.
Setidaknya kalau dia mempelajarinya semalam maka akan lebih baik lagi dia menghafalnya dan akan lebih teliti lagi dia menjawab.
Sekarang dia hanya punya waktu 30 menit.
"Aku yang akan mempelajarinya, nanti kau hanya perlu duduk dengan tenang dan tidak perlu berbicara apapun." Ucap Lewi mengambil kembali berkas yang ada di tangan Patricia.
"Aku harus ke toilet dulu." Tiba-tiba kata Lewi ketika dia merasakan panggilan alam lalu pria itu bergegas meninggalkan Patricia.
TOPIK TERPANAS KELUARGA AZURA LIHAT DISINI 👉👉
Dengan jari jempol nya, Patricia mengklik tulisan itu dan melihat namanya berada di urutan paling pertama yang dibahas.
Patrice menutup mulutnya dengan tangan kirinya saat melihat berita yang mengabarkan bayinya bukanlah bayi dari Lewi melainkan bayi dari suaminya yang sebelumnya.
Bahkan mereka menghina dia karena memasuki keluarga Azura demi harta sebab Dia telah kehilangan seluruh warisannya karena dirampas oleh adiknya sendiri.
Lalu Patricia kemudian melihat komentar di bagian bawahnya.
__ADS_1
"Aku rasa dari awal dia sudah tahu kalau Lewi hanya lumpuh sementara, itu sebabnya dia menjebak Lewi untuk menikah dengan Lewi."
"Aku rasa dia tidak bisa hidup tanpa jabatan sebab dari kecil dia sudah terlahir dengan sendok perak di mulutnya hingga dia kemudian mencari mangsa baru setelah dia diusir dari keluarga Siloam."
"Perempuan licik sepertinya benar-benar tidak pantas berada di keluarga Azura. Intinya, seluruh anggota keluarga Siloam tidak ada yang benar-benar beres. Dari adiknya yang bernama Elsa yang kini dipenjara hingga tantenya yang berselingkuh! Semuanya tidak beres!"
"Dia benar-benar licik, tidak mau membiarkan anaknya lahir tanpa seorang ayah hingga dia menjebak Lewi sekaligus mengincar keluarga Azura."
"Perempuan berhati rubah!"
Dan banyak lagi komentar-komentar lain yang memojokkan Patricia sebagai perempuan yang benar-benar tidak layak menjadi istri seorang Lewi.
Yang lebih menyakitkan bagi Patricia ialah kata-kata yang menghina bayinya.
"Aku tidak layak? Bayiku tidak layak? Apa maksudnya?" Patricia memegangi kepalanya yang terasa berdenyut dan berdenging hingga membuatnya mengeluarkan keringat dingin.
Beberapa saat suara orang yang terjatuh ke lantai pun terdengar.
@Interaksi
Sekebon ajah mana cukup, tambah lagi...!!!!
__ADS_1