Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam

Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam
C78. Apa yang akan dia katakan?


__ADS_3

Keesokan harinya Lewi bangun pagi-pagi sekali dan memasak untuk istrinya.


Keduanya sarapan bersama di dalam kamar lalu mandi bersama.


"Apakah hari ini aku sudah bisa meninggalkanmu untuk bekerja?" Tanya Lewi saat keduanya masih berendam di dalam bath up sembari Lewi memeluk Patricia dari belakang.


"Ya, aku akan menunggumu disini." Jawab Patricia yang sama sekali tidak memiliki niat untuk bertemu dengan banyak orang.


Dia merasa trauma, ketika orang terdekatnya saja bisa melakukan kejahatan yang sangat besar padanya, bagaimana dengan orang lain?


Dia takut, sangat takut bila seseorang kembali berniat untuk melukai calon anak mereka.


"Baiklah, Aku akan kembali dan makan siang bersamamu. Apakah kau membutuhkan sesuatu yang lain?" Tanya Lewi.


"Tidak ada. Tapi apakah kau akan melakukan sesuatu pada Elsa?" Tanya Patricia dengan wajah cemas menatap suaminya.


"Kenapa? Apa kau merasa tidak tega padanya?" Tanya Lewi.


"Dia adalah adik kandungku, saat Ayah dan Ibu meninggal mereka berpesan supaya aku menjaganya. Kalau sesuatu terjadi padanya, aku akan gagal memenuhi wasiat orang tuaku." Jawab Patricia.


"Aku tidak akan melakukan apapun padanya, aku hanya akan meminta pertanggung jawabannya atas apa yang sudah ia lakukan." Ucap Lewi yang sangat mengerti dengan perasaan istrinya, tapi dia juga tidak bisa membiarkan orang yang sudah berniat menghancurkan keluarganya bahkan membunuh anaknya tetap hidup dengan tenang.


"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Patricia.

__ADS_1


"Aku akan melaporkannya ke polisi." Jawab Lewi.


Patricia terdiam sesaat untuk menimbang ucapan suaminya lalu perempuan itu kemudian mengangguk.


"Ya,, yang penting dia tidak terluka." Ucap Patricia.


Lewi tidak mengatakan apapun lagi dan hanya memeluk istrinya. Dia tidak akan mengatakan bahwa perempuan itu sedang hamil, karena jika Patricia mengetahui perempuan itu sedang hamil dan akan menikah, mungkin saja Patricia akan mencegahnya menjebloskan perempuan itu ke dalam penjara.


Akhirnya setelah berdiskusi dengan istrinya, Lewi meninggalkan Villa lalu pria itu segera berangkat ke kantor.


"Bagaimana berkasnya?" Tanya Lewi pada Jun ketika mereka telah berada di dalam mobil.


"Saya sudah menghubungi pihak bank dan berkasnya akan diantar pukul 10.00 nanti ke kantor." Jawab Jun.


"Baik Tuan." Jawab Jun.


"Satu lagi, pergi ke kantor polisi dan urus laporan kasus perencanaan pembunuhan pada anakku. Lakukan secara diam-diam dan pastikan di rapat nanti polisi segera datang untuk melakukan penangkapan." Ucap Lewi.


"Baik Tuan, saya mengerti." Jun kembali menjawab sembari dalam hatinya dia menyiapkan tekad dan alur yang akan ia jalani hari ini.


Setelah tiba di kantor, Lewi melakukan pekerjaan seperti biasanya, pekerjaannya hari itu sudah sangat menumpuk karena sudah dua hari dia tidak masuk bekerja sebab menemani Patricia yang shock setelah mendapat kabar buruk dari dokter.


Detik berganti menit, menit digantikan oleh jam hingga beberapa jam telah lewat.

__ADS_1


Akhirnya, Jun kembali dari kantor polisi dan pria itu memasuki ruangan Lewi.


"Tuan, semuanya sudah siap." Ucap Jun.


Lewi mengangguk lalu membiarkan Jun meninggalkan ruangannya.


Tepat pukul 10.00, Lewi didorong oleh Jun menuju ke ruang rapat yang sudah mengumpulkan seluruh dewan direksi.


Semua orang berdiri menyambut kedatangan CEO sekaligus sebagai pemilik saham terbesar di Azura Group.


"Silakan duduk." Jun berbicara mewakili Lewi lalu semua orang kembali duduk dengan tenang meski dalam hati mereka sedang bertanya-tanya tentang alasan rapat mendadak ini di lakukan.


Tidak pernah ada rapat mendadak seperti ini kecuali untuk sebuah sesuatu yang besar yang telah terjadi dan sangat mendadak untuk ditindaklanjuti.


Rolland duduk di kursinya tepat di sebelah kanan Lewi.


'Apa yang akan dia katakan? Mengapa aku merasa ada sesuatu yang janggal?' pikir Rolan dalam hati.


@Interaksi



Sttt... jangan bilang-bilang ya... sebenarnya itu cuma modus ajh biar reder ngasih vote kek apa kek. kurang kerjaan banget mau rampok hati reder yg suka bacot, nanti meresahkan gendang telinga kalo denger bacotannya tiap hari...! 🤫🤫

__ADS_1


__ADS_2