Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam

Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam
C79. Orang ini cepat bertindak


__ADS_3

"Hari ini rapat akan diadakan untuk pemecatan Wakil CEO grup Azura, Tuan Rolland." Ucap Jun membuka rapat mengagetkan semua orang.


Dan orang yang paling terkejut saat ini adalah Rolland yang langsung mengangkat wajahnya dan menatap Lewi dengan tatapan tajam yang dipenuhi pertanyaan.


"Apa maksudnya?"


"Ada apa ini?"


"Mengapa pemecatan secara tiba-tiba?"


"Wakil CEO akan di pecat? Kenapa?"


Semua orang bertanya satu sama lain, sementara Rolland, pria itu hanya terdiam dengan mata merahnya menatap Lewi. Dia menunggu pria itu menjelaskan ucapan asistennya.


Jun memperhatikan semua orang lalu dia memberi kode pada bawahannya untuk membagi berkas yang sudah disiapkan.


Sang bawahan dengan segera memberikan masing-masing satu kopian pada setiap peserta rapat.


"Berkas yang ada di tangan kalian semua adalah salah satu alasan pemecatan dari jabatannya. Sesuai dengan berkas yang ada di tangan kalian bahwa wakil CEO tidak memiliki hak sepeserpun saham dari Azura Group karena bukan anggota resmi keluarga Azura." Jun memberi penjelasan dengan semangat yang berapi-api karena akhirnya berkas yang sudah ia sedikit selama bertahun-tahun itu digunakan oleh tuannya.


Satu pecundang yang akan ditendang dari grup Azura dan pecundang pecundang lainnya akan menunggu saatnya.

__ADS_1


"Bagaimana bisa?!" Roland adalah orang yang paling pertama berbicara sembari memukul meja dengan keras.


Berkas di tangannya menunjukkan hasil tes DNA antara dia dan ayahnya yang menunjukkan bahwa dia tidak memiliki hubungan darah dengan ayahnya.


"Berkas di tangan kalian adalah berkas asli dari rumah sakit pusat tentara. Kalau kalian meragukannya kalian bisa melakukan pengecekan ke rumah sakit pusat tentara." Jun berkata untuk mencegah orang-orang menanyakan keaslian dari dokumen yang mereka lihat.


Rumah sakit pusat tentara adalah rumah Sakit milik tentara yang sangat terkenal dengan keakuratan informasi mereka.


Stempel pada berkas yang sedang dipaparkan adalah stempel asli dari rumah sakit tentara, jadi keaslian berkas itu sudah tidak dapat lagi diragukan.


"Jadi dia bukan anggota resmi keluarga Azura?"


"Kita sudah di tipu!"


Dewan direksi merasa kesal pada Rolland tetapi beberapa orang yang berada di pihak Rolland segera membuka mulut mereka untuk membela Rolland.


"Bukankah terlalu cepat untuk melakukan pemecatan hanya dengan satu alasan ini? Meski saat ini seluruh warisan yang diterima oleh Tuan Rolland telah dibatalkan, tetapi Bukankah yang berhak memutuskan adalah tuan Afra sendiri?" Ucap sala satu ornag yang membela Rolland.


Dalam sekejap dua kubu dewan direksi saling berdebat satu sama lain, yang memihak Lewi segera menyangkal perkataan kubu yang memihak Rolland.


Sementara Rolland, pria itu menatap Lewi dengan mata memerah.

__ADS_1


"Ini tidak cukup kuat untuk memecatku dari posisi wakil CEO. Meski seluruh saham warisan ku ditarik, tetapi aku masih memiliki saham lain yang aku beli dengan uang sendiri. Itu sudah cukup untuk tetap mempertahankan posisiku!" Ucap Rolland yang sudah panik.


Setidaknya kalau dia tidak bisa mewarisi seluruh warisan dari keluarga Azura maka dia masih bisa bertahan di grup Azura dan memikirkan rencana lain untuk merebut perusahaan itu di kemudian hari.


Jadi hari ini, dia tidak boleh menyerah.


Lewi tidak menanggapi Rolland dan pria itu hanya duduk dengan tenang seolah ruangan itu sangat tenang dan tidak ada keributan antara dua kubu di dewan direksi.


"Kau benar-bensr tidak menjawab?" Rolland sangat marah sehingga dia menggertakkan giginya dengan keras.


Kala pertengkaran itu masih sangat panas, semua orang langsung terdiam ketika layar monitor di depan mereka menampilkan sosok pria paruh baya yang duduk dengan wajah tegang.


"Tuan Afra," salah satu dewan direksi langsung menyapa Tuan Afra saat melihat pria itu kini bergabung dengan video call.


'Orang ini cepat bertindak juga. Tapi bagaimanapun, dia akan segera dikalahkann!' gumam Jun memandangi wajah Tuan Afra yang terlihat tidak senang.


@Interaksi



Jangan terlalu bersemangat, nanti jantungmu kewalahan mompa darah beracun ke otakmu 🤭

__ADS_1


__ADS_2