
Di dalam mobil dalam perjalanan ke kantor polisi, Elsa menggertakkan giginya dan dengan tangan gemetaran memegang ponselnya untuk menghubungi Cahya.
"Ada apa sayang?" Tanya pria dari seberang telepon yang mengangkat panggilan Elsa.
"Aku sedang dalam perjalanan ke kantor polisi, katanya aku terlibat dalam sebuah rencana pembunuhan." Kata Elsa dengan suara gemetar karena ketakutan.
"Bagaiman bisa?" Pria dari seberang telepon terdengar panik.
"Aku juga tidak tahu, polisi hanya datang ke rumah dan kini membawa aku ke kantor polisi. Aku sangat takut," ucap Elsa yang tidak mengerti mengapa dia terlibat dalam rencana pembunuhan padahal dia sama sekali tidak melakukan apapun.
"Baiklah, kirimkan alamatnya dan aku akan datang bersama pengacara." Ucap Cahya lalu panggilan telepon itu segera diakhiri.
"Tuan, dapatkah memberitahu saya ke kantor polisi mana kita akan pergi?" Tanya Elsa.
"Kantor polisi xx." Jawab sala seorang polisi.
Setelah mendengar jawaban dari sang polisi, Elsa segera mengetik pesan Nya dan mengirimkannya pada Cahya.
Cahya yang menerima pesan dari kekasihnya langsung meninggalkan kantornya untuk menyusul perempuan itu ke kantor polisi.
Namun, baru saja dia tiba di lobby ketika orang-orang suruhan Lewi menemuinya.
__ADS_1
"Maaf, saat ini Tuan kami tidak bisa menemui siapapun." Salah satu pengawal Cahya bicara pada orang-orang suruhan Lewi.
"Kalau Tuan Cahya tidak mau meluangkan waktunya maka saya yakin dalam beberapa waktu kantor ini akan segera bangkrut." Ucap orang suruhan Lewi menghentikan langkah Cahya.
Pria itu mengatup erat gigi-giginya menatap pria yang baru saja berbicara.
"Selesaikan masalah di kantor polisi." Perintah Cahya pada orang-orangnya lalu pria itu segera berjalan mendahului orang-orang suruhan Lewi untuk berbicara di sebuah ruangan privat.
"Apa yang kalian inginkan?" Tanya Cahya.
"Kami hanya datang untuk menyampaikan pesan dari Tuan kami." Kata pria berjas hitam sembari meletakkan sebuah berkas di atas meja Cahya.
Cahya mengerutkan keningnya lalu meraih berkas itu. Sebelum membukanya dia sekali lagi menatap pria yang duduk di depannya lalu melanjutkan gerakan tangannya.
Buk!
Cahya melemparkan berkas itu ke atas meja.
"Tuan kami berharap supaya Anda bisa lebih bijak menangani masalah ini." Ucap orang suruhan Lewi lalu pria itu segera berdiri meninggalkan Cahya.
Sesaat Cahya memijat keningnya lalu kembali melihat berkas itu dan membacanya dengan seksama.
__ADS_1
Semua kecurangan yang pernah ia lakukan sepanjang karirnya tertulis didalam berkas itu dan yang paling terakhir di bawah ialah ringkasan kasus yang menimpa Elsa.
Kalau sampai semuanya terbongkar ke publik maka dia juga akan menyusul Elsa ke dalam penjara.
'Pria ini, bagaimana bisa dia mengetahui segalanya?' Cahya merasa frustasi, dia tidak mau kalau sampai Ibu dari bayinya berakhir dipenjara, tetapi karirnya yang sudah ia bangun selama bertahun-tahun tidak mungkin dilepaskan begitu saja.
Drrtt....
Tiba-tiba ponselnya berdering.
"Ada apa?" Tanya Cahya pada orang di seberang telepon setelah ia mengangkat panggilan itu.
"Maaf Tuan, tapi pengacara kita tidak mau menangani kasus yang menimpa Nona Elsa. Saya juga sudah menghubungi beberapa pengacara lain tetapi mereka semua menolak untuk menangani kasus ini." Lapor bawahan Cahya.
"Kembalilah." Jawab Cahya lalu segera menekan tombol reject pada layar ponselnya.
'Perempuan itu menggali kuburannya sendiri, jadi tidak perlu merisaukan nya.' pikir Cahya dalam hati lalu dengan hati yang dingin dia kembali ke ruang kerjanya melanjutkan pekerjaannya seperti tidak terjadi apa-apa.
@Interaksi
__ADS_1
Pembaca bijak ni. Ehh,, maksudnya pembaca yang lagi cari muka sama otor ðŸ¤ðŸ¤