
"Jadi menurutmu aku harus menghiburnya setelah melihatnya berselingkuh?" Tanya Lewi dengan suara yang begitu kelam.
Jun ikut menghela napas mendengar ucapan Lewi, memang masuk akal jika tuannya marah karena apa yang telah terjadi.
"Kalau begitu mari Jangan memikirkan Nyonya muda dan pikirkan saja tuan muda melakukan ini untuk bayi Tuan." Jawab Jun.
Lewi menyandarkan kepalanya dan kembali berpikir.
'Benar, kalau perempuan itu memang ingin bersama Rolland, Aku akan mengabulkan permintaannya, tetapi aku akan mengabulkannya setelah bayiku lahir. Tapi kalau akhirnya bayi itu benar-benar tidak bisa diselamatkan dan harus digugurkan, maka pernikahan ini tidak ada gunanya!' gumam Lewi.
"Kembali ke kediaman Azura," perintah Lewi setelah beberapa saat terdiam.
"Baik Tuan." Jawab Rolland lalu sang supir segera melajukan mobilnya.
Lewi menyadari kalau mobil yang tadi dikatakan bensinnya telah habis kembali berjalan, pria itu menghela nafas dengan kelakuan Jun.
Asistennya itu memang sangat takut padanya tapi pria itu juga terkadang membuat keputusan di luar kehendaknya.
Setelah perjalanan mereka hampir setengah jam, akhirnya mereka tiba di kediaman Azura.
__ADS_1
'Awas saja kalau perempuan itu malah kembali bersama Rolland. Aku tidak akan memaafkannya dan aku akan mengurungnya sampai bayiku lahir!' geram Lewi dalam hati sembari jantungnya berdegup kencang saat lift naik ke lantai dua lalu mereka segera berjalan ke arah kamar.
Mendapati kamar mereka kembali kosong tanpa adanya Patricia, Lewi memejamkan matanya selama beberapa detik.
"Cari dia!" Perintah Lewi yang tidak mau keluar dari kamar untuk mencari perempuan itu. Bagaimana kalau dia kembali melihatnya berselingkuh dengan Rolland?
"Baik Tuan." Jawab Jun lalu pria itu segera keluar dan menemui seorang pelayan.
"Dimana Nyonya Muda?" Tanya Jun.
"Itu,," suara pelayan itu kembali tersendat selama beberapa detik sebelum melanjutkan ucapannya "Nyonya muda keluar mengendarai mobil bersama Tuan Muda kedua."
Jun memicingkan matanya dengan tangan yang terkepal kuat "Menggunakan mobil yang sama?" Tanyanya.
Jun berdiri selama beberapa saat memikirkan ucapan sang pelayan.
'Apakah Nyonya kabur dengan tuan muda kedua dan berpura-pura menggunakan dua mobil yang berbeda untuk mengecoh?' pikirnya berusaha menganalisa, tapi setelah beberapa detik dia menggelengkan kepalanya lalu kembali menemui Lewi.
"Kau tidak menemukannya?" Lewi tersenyum sinis ketika melihat Jun kembali sendirian.
__ADS_1
"Nyonya muda keluar mengendarai mobil, tapi tidak ada yang tahu kemana Nyonya muda pergi." Jawab Jun.
Lewi tidak langsung menjawab ucapan Jun pria itu hanya menggertakan giginya dan menutup matanya.
"Saya sudah menyuruh beberapa orang untuk menyelidikinya." Jun kembali berbicara saat melihat Lewi sedang berpikir dalam.
"Lalu pria itu, dimana dia?" Tanya Lewi.
"Tuan muda kedua juga keluar, tapi saya juga tidak tahu kemana perginya." Jawab Jun.
"He,, kau bertanya lagi ke mana perginya? Perempuan itu benar-benar hebat, dia ingin memiliki seluruh dunia ini!" Ucap Lewi dengan suara yang sangat sinis.
"Tapi Tuan, bagaimana kal--"
"Keluarlah. Aku akan beristirahat. Jangan menggangguku sampai besok pagi." Perintah Lewi diikuti Jun yang segera meninggalkan kamar Lewi.
'Nyonya Muda, bagaimana bisa Nyonya begitu tega melukai Tuan saya yang sangat rapuh?' Jun merasa sedih untuk Lewi.
@Interaksi
__ADS_1
Sorry, otor belum ada niat buat ngirim Lewi ke alam dimana kamu berada. 👻