Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam

Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam
C83. Seperti dongeng


__ADS_3

Villa xx.


Patricia duduk di atas sofa dengan tangan kanannya mengelus perutnya yang masih datar sementara tangan kirinya memegang remote TV memindah memindahkan channel TV untuk mencari siaran yang bisa menghiburnya.


Jari jempolnya yang menekan tombol remote langsung berhenti ketika dia melihat siaran berita yang ditayangkan secara langsung dari kantor polisi xx.


Seorang perempuan dengan balutan jas berwarna abu-abu berdiri memegang mic.


"Breaking news hari ini salah satu pewaris dari grup Azura yang dibawa ke kantor polisi karena sebuah kasus percobaan pembunuhan. Tuan Roland dari Azura group ditangkap tadi pagi pukul 10.30 di perusahaan Azura.


"Sampai sejauh ini belum ada keterangan dari pihak kepolisian maupun dari grup Azura tentang peristiwa ini, namun dari beberapa informasi yang kami dapatkan bahwa pelapornya adalah Tuan Lewi yang juga merupakan salah satu pewaris dari grup Azura--"


"Apakah sekarang Elsa juga sudah berada di kantor polisi?" Patricia mematikan TV dan duduk menopang dagunya menggunakan kedua tangannya.


'Ayah, ibu, maafkan aku karena gagal menjaga adik. Aku harap kalian mengerti bahwa saat ini aku hanya berusaha melindungi cucu kalian.' kata Patricia dalam hati sembari menghela nafas.


Beberapa menit dia terus memikirkan Elsa, tiba-tiba saja Lewi datang dan memeluknya dari belakang.


"Apa yang dipikirkan oleh istriku?" Tanya pria itu langsung menghilangkan kegundahan hati Patricia.


Patricia berbalik menatap suaminya "Aku baru saja melihat berita tentang penangkapan Rolland. Apakah Elsa juga sudah berada di kantor polisi?"

__ADS_1


"Iya," jawab Lewi sembari memperhatikan mimik istrinya.


"Aku mengerti." Jawab Patricia menghela nafas.


Lewi melepaskan pelukannya pada Patricia lalu pria itu berpindah kesamping Patricia dan duduk bersama Patricia.


"Kau tidak memakai kursi roda?" Tanya Patricia yang terkejut karena ternyata Lewi tidak menggunakan kursi roda.


"Tidak lagi, sekarang aku tidak akan pernah menggunakan kursi roda." Jawab Lewi.


"Kenapa?" Tanya Patricia yang kebingungan karena pria itu tiba-tiba membuat keputusan yang mendadak.


"Aku lihat karena semua orang menganggapku lumpuh mereka berpikir aku tidak cukup kuat untuk melindungimu, jadi mereka berbuat semena-mena. Aku tidak mau lagi mereka merendahkan apapun yang menjadi milikku." Jawab Lewi membuat Patricia terpaku selama beberapa detik.


Demi dirinya, pria itu mengakhiri sandiwaranya.


"Ini seperti dongeng seorang perempuan berhasil merubah seorang lelaki." Ucap Patricia merasa besar kepala dan sangat bersyukur mengenal dan menjadi istri dari seorang Lewi.


"Ya,, aku rasa aku sudah terperangkap oleh cintamu hingga aku melakukan apapun demi kamu." Ucap Lewi seraya terkekeh.


"Aku merasa tersanjung!" Patricia mencium Lewi.

__ADS_1


Setelah percakapan mereka, keduanya segera makan siang bersama dan semua pelayan terkejut melihat Lewi berjalan menggunakan kedua kakinya.


Namun, tidak ada pelayan yang berani berkata apapun, mereka hanya diam dalam keterkejutan mereka.


Setelah semua pelayan pergi Patricia tersenyum dan memukul pelan lengan suaminya.


"Kau lihat? Semua pelayanan sangat terkejut." Kata Patricia.


"Itu tidak penting." Jawab Lewi sembari mengambil piring di depan Patricia lalu mengisinya dengan makanan.


"Aku tidak bisa membayangkan Bagaimana reaksi orang-orang di luar sana saat kau berjalan dengan kedua kaki mu. Aku pikir mereka akan mati karena terkejut." Ucap Patricia setengah tertawa.


"Jangan berlebihan. Makan makananmu." Kata Lewi meletakkan kembali piring Patricia yang telah diisi dengan makanan.


"Terima kasih suamiku." Ucap Patricia.


@Interaksi



Permintaan ini kayak tugas dari dosen, gak abis-abis, sampai wisuda pun blm kelar di kerjain heu...!

__ADS_1


__ADS_2