Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam

Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam
C80. Polisi diundang dalam rapat


__ADS_3

Sepertinya Tuan Afra sudah mengetahui segalanya jadi saya tidak perlu menjelaskannya lagi. Bagaimana pendapatmu tentang kejadian ini?" Salah satu dewan direksi yang sangat mendukung Lewi berbicara ke arah layar monitor.


Pria itu sangat penasaran Bagaimana Afra akan menindaklanjuti situasi yang sudah sangat buruk ini.


"Keaslian hasil tes DNA itu belum dipastikan jadi saat ini bukan waktu yang tepat untuk mengambil sebuah keputusan." Ucap Afra sembari memandangi wajah Lewi yang terlihat tenang duduk di kursinya.


"Benar, apa yang dikatakan Tuan Afra itu benar. Keaslian hasil tes DNA ini masih harus dipastikan dan bahkan jika asli maka Tuan Rolland masih bisa menempati posisi wakil si karena di tangannya terdapat saham yang tidak berasal dari warisan keluarga Azura." Ucap sala satu dewan direksi.


"Tapi saham yang dimilikinya masih terlalu kecil untuk memegang jabatan wakil CEO. Jadi sebaiknya saat ini kita mendiskusikan siapa yang akan menggantikannya setelah hasil tes DNA ini dipastikan keasliannya." Sangga salah satu dewan direksi yang kini mengatakan bahwa hasil tes DNA itu sudah tidak perlu lagi dilakukan Jadi mereka sudah harus memikirkan pengganti wakil CEO.


"Beraninya kau! Masih belum ada kepastian jadi tidak ada yang boleh berbicara sembarangan!" Kata Afra membela putranya.


Rolland adalah putra yang paling ia banggakan untuk menjadi pemimpin perusahaan di dalam negeri karena pria itu sudah memiliki pengalaman yang sangat banyak dan dia sudah membesarkannya dengan susah payah.


Pengorbanannya selama ini tidak boleh sia-sia begitu saja. Bahkan jika anak itu adalah hasil perselingkuhan maka dia yang akan mengendalikannya sampai akhir!

__ADS_1


"Jadi Tuan meragukan Tuan Lewi?" Jun bertanya dengan kesal.


"Tidak ada yang bisa dipercayai di dunia ini!" Jawab Afra menyinggung Lewi.


"Maaf tuan Afra, tapi sepertinya hari ini ini benar-benar hari terakhir Tuan Rolland menginjakkan kakinya di kantor ini." Kata Jun mengejutkan semua orang yang sedang berdebat satu sama lain.


"Apa maksudmu?!" Tanya Afra dengan marah.


Beraninya seorang asisten berkata seperti itu padanya! Meski asisten itu selalu berbicara mewakili Lewi, tetapi saat ini harga dirinya begitu diinjak-injak oleh Lewi karena pria itu sudah mengijinkan asistennya untuk berbicara dengannya!


Sementara Lewi yang melihat kemarahan Afra, pria itu hanya tersenyum sinis.


"Lewi, apa maksud asistenmu?" Rolland akhirnya bertanya setelah sekian lama dia terdiam.


Dari tadi dia tidak mampu mengatakan apapun karena dia sangat terkejut dengan identitas aslinya yang ternyata bukan bagian keluarga Azura.

__ADS_1


Seperti biasa, Lewi tidak mengatakan apapun dan pria itu hanya duduk dengan tenang sembari memejamkan matanya menandakan dia tidak mau berbicara dengan siapapun.


"Ada apa ini? Mengapa tidak menjelaskan?" Para direksi yang berada di pihak Rolland kini mulai resah karena Jun maupun Lewi tidak mengatakan apapun lagi dan keduanya hanya terdiam.


Bahkan Afra yang merasa sangat direndahkan oleh kedua orang itu kini menjadi marah.


"Apa yang kalian lakukan?! Cepat bicara!" Teriak pria itu yang begitu cemas jikalau saja di tangan Lewi masih ada kartu lain yang bisa menjatuhkan Rolland.


Kalau Roland sampai diusir keluar dari grup Azura maka tidak ada lagi orang lain yang bisa diandalkan untuk memantau Lewi.


Jalannya untuk menguasai dua perusahaan Azura akan tertutup!


Semua orang sedang dalam rasa penasarannya ketika pintu ruang rapat tiba-tiba saja terbuka dan dua orang polisi memasuki ruangan.


"Selamat siang." Salah satu polisi langsung berbicara.

__ADS_1


"Selamat siang Tuan." Jun langsung mempersilahkan kedua polisi itu masuk hingga membuat semua orang semakin bingung.


Untuk apa polisi diundang dalam rapat grup Azura?


__ADS_2