Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam

Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam
C69. Kau tidak tahu apa pun!


__ADS_3

Dari balkon lantai 2, Rolland berdiri sembari memakai pakaiannya menikmati pemandangan di lantai bawah.


"Bagus,, semua orang satu persatu meninggalkan Patricia dan sekarang hanya aku yang berada di sisinya." Pria itu tersenyum merasa sangat bangga dengan rencananya.


Sebentar lagi dia akan membuat Lewi melepaskan semua hartanya dan sekaligus dia akan mendapatkan perempuan yang ia dambakan.


'Semua milik Lewi akan berpindah ke tanganku!' Ucap Rolland dalam hatinya.


Sementara di dalam mobil dalam perjalanan meninggalkan kediaman Azura, Lewi hanya terdiam dengan raut wajah yang sangat murung.


Rasa sakit begitu dalam pada hatinya hingga dia merasa seluruh dunia sedang mempermainkannya.


"Tuan, Saya rasa Tuan perlu mendengarkan penjelasan dari Nyonya muda. Bagaimanapun, anak Kalian sedang dipertaruhkan--"


"Jangan berbicara!" Sela Lewi membuat Jun hanya bisa terdiam lalu mobil terus bergerak tanpa arah.


'Astaga... Apakah Tuan benar-benar akan meninggalkan anaknya dan istrinya? Kalau tuan meninggalkan mereka berdua maka Aku tidak yakin Tuan masih bisa bertahan hidup. Terlebih saat mereka bercerai maka seluruh warisan yang Tuan didapatkan dari tetua Azura akan ditarik kembali.' Jun menghela nafas dengan berat.


Selama 2 jam mobil itu terus bergerak di jalanan tanpa ada satupun orang yang berani menanyakan kemana mobil harus dikendarai.


Tiba-tiba ponsel Jun bergetar menampilkan nama Nyonya muda.

__ADS_1


Jun segera membuka pesan dari Patricia.


Patricia: 'Kalian dimana? Katakan padanya kalau aku harus menjelaskannya.'


Jun: 'Maaf'


Patricia yang sedang membaca balasan pesan dari Jun menjadi lemas dan seketika tubuhnya terasa sangat lelah karena kehilangan tenaga.


"Hiks,, dia bilang dia akan terus mempercayaiku. Tapi kenapa sekarang?" Patricia meringkuk di atas ranjang dengan tubuh yang gemetaran.


Tok tok tok...


Tiba-tiba suara pintu yang diketuk menarik perhatian Patricia.


Namun, begitu membuka pintu kamar dilihatnya Rolland berdiri di sana.


"Patricia, kakak pertama tidak akan kembali. Bagaiman kalau--"


Brak..!


Patricia langsung membanting pintu itu dengan keras lalu menguncinya dan kembali ke tempat tidurnya.

__ADS_1


'Aku harus bagaimana?' Patricia terisak sembari berusaha memaksa otaknya untuk berpikir mencari jalan keluar dari masalah.


"Benar, villa... Dia pasti pergi ke villa!" Kata Patricia segera membuka lemari dan mengambil jaketnya lalu meraih kunci mobilnya.


Begitu dia keluar dari kamar didapatinya Rolland masih berdiri di sana tapi dia mengabaikan pria itu dan segera berlari ke lantai bawah lalu memasuki mobilnya.


Tok tok tok...


Patricia belum menjalankan mobil saat Rolland mengetuk jendela mobilnya.


Patricia menurunkan sedikit jendela mobilnya dan melihat mata pria itu dengan matanya yang kemerahan dipenuhi amarah.


"Apalagi yang kau inginkan?! Belum cukup kau merusak hubungan ku dengan suamiku?!" Teriak Patricia pada Rolland.


"Aku tidak bermaksud seperti itu, dari awal aku tidak bermaksud merusak hubungan kalian. Aku hanya ingin membantumu keluar dari hubungan yang tidak sehat." Jawab Rolland membuat Patricia tersenyum mengejek.


"Apa yang kau ketahui tentang hubunganku dengan suamiku?! Kau tidak tahu apa pun!" Teriak Patricia pada Rolland lalu dia menutup jendela mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Azura.


Rolland menghela napas memandangi kepergian mobil Patricia, Dia sangat cemas perempuan itu kenapa-kenapa karena menyetir dalam keadaan emosi. Rolland segera menuju ke mobilnya lalu menyusul Patricia mengikuti perempuan itu sampai mereka tiba di Villa xx.


@Interaksi

__ADS_1



Iya berbelit-belit kayak kebanyakan bacotan pembaca di kolom komentar.. setuju gak??


__ADS_2