
Kantor polisi.
Elsa meminjam ponsel untuk menghubungi salah satu sekretaris kepercayaannya di kantor.
Namun, dia belum menelepon ketika perhatiannya disita oleh TV di ruangan mana ia berada. TV itu menampilkan konferensi pers group Azura yang digelar.
"Kalau anak yang dikandung oleh Nyonya muda bukanlah anak tuan muda, Apakah menurut kalian tuan muda dari keluarga Azura mau menerimanya? Kami akan menuntut orang yang telah membuat berita palsu mengenai hal ini karena termasuk dalam pencemaran nama baik." Ucap Jun dari layar TV.
Elsa yang sedang memegang gagang teleponnya merasa seluruh tenaganya langsung hilang.
'Jadi,, bayi yang dikandung oleh Kakak bukanlah anak Cahya? Kalau begitu,,' Elsa memegang kepalanya yang terasa sakit.
"Ada apa?" Seorang polisi yang berjaga bertanya pada Elsa saat melihat perempuan itu hampir terjatuh.
"Berita itu, Apakah berita itu mengatakan kalau anak yang dikandung oleh Patricia bukanlah anak dari mantan suaminya?" Elsa memperjelas pendengarannya pada polisi yang berada di dekatnya.
"Kau bodoh? Di keluarga Azura seorang orang yang lahir karena perselingkuhan atau tidak memiliki darah keluarga Azura tidak akan pernah diakui. Jadi jelas saja anak yang dikandung oleh Nyonya muda Patricia adalah anak kandung tuan muda Lewi. Tapi beberapa orang memang benar-benar bodoh dan percaya rumor palsu yang beredar!" Kata polisi itu sembari mencibir ke arah TV saat layar TV menampilkan beberapa wartawan yang kembali mengajukan pertanyaan.
Sementara Elsa, perempuan itu merasa semakin tak bertenaga mendengar jawaban sang polisi.
'Kenapa aku tidak tahu hal ini?!'
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan? Kalau kau tidak ingin menelpon biar aku membawamu kembali ke sel." Ucap polisi yang memperhatikan Elsa sedari tadi hanya berdiri di sana dengan wajah pucat.
Dia tidak peduli bila wajah perempuan itu pucat karena sejak Elsa berada di sana perempuan itu memang terlihat selalu pucat dan tertekan.
"Aku akan menelpon." Ucap Elsa lalu menekan tombol pada telpon.
...
Kembali ke rumah sakit tentara.
Meilin duduk di samping ranjang Patricia sembari memegangi tangan sahabatnya.
'Kasihan Patricia, hidupnya sangat menderita sejak adiknya merampas seluruh kebahagiaannya.' Meilin merasa prihatin pada Patricia.
"Patricia, kau sudah sadar. Dokter!" Meilin dengan panik melepaskan genggamannya pada tangan Patricia lalu perempuan itu berlari keluar ruangan untuk memanggil dokter.
Ketika selesai memanggil dokter dan perempuan itu kembali ke ruangan Patricia, didapatinya Patricia sudah duduk dan menangis tersedu-sedu.
"Patricia ada apa?" Tanya Meilin dengan panik.
"Meilin!! Hiks hiks..." Patricia segera memeluk Meilin dan menangis tersedu-sedu di pelukan perempuan itu.
__ADS_1
"Ada apa? Apa kau mimpi buruk? Itu hanya bunga tidur." Ucap Meilin menenangkan Patricia dengan tangannya mengelus punggung perempuan itu.
"Kejadian itu,, aku sudah mengingatnya. Hiks,, hiks,," Isak Patricia dengan sangat keras karena dalam ingatannya kembali ke masa ketika dia melihat adik dan mantan suaminya berada di hotel lalu dia meninggalkan hotel dan bertemu dengan Lewi.
"Ingatan apa? Apakah sangat buruk?" Tanya Meilin yang sangat cemas.
"Hiks,, hiks,, tidak terlalu buruk." Ucap Patricia membingungkan Meilin.
"Kalau begitu Jangan menangis Lagi, dokter sudah tiba, kau harus diperiksa dulu sebelum kita lanjutkan ceritanya." Ucap Meilin saat melihat dokter memasuki kamar Patricia.
Sesaat Patricia terus menangis sebelum menghapus air matanya lalu dia memandang ke arah dokter.
"Tolong periksa dia." Ucap Meilin pada Dokter.
Patricia kembali berbaring sembari pikirannya terfokus pada ingatannya.
'Semuanya sudah berlalu. Aku tidak boleh menyalahkan siapapun, dan sekarang juga aku tahu kalau bayi ini benar-benar milik suamiku. Cerita Lewi tidak mungkin sama dengan yang ada di ingatanku Kalau pria yang mengalami kejadian itu bukanlah dia.'kata Patricia dalam hatinya merasa sangat lega bahwa anak di dalam kandungan nya benar-benar milik suaminya.
Perempuan itu berpikir lebih baik mengambil sisi positifnya daripada terus terjebak dalam sisi negatif dari kejadian itu.
@Interaksi
__ADS_1
Jangan diketawain, kasihan Jun.... btw ini udh di up dari subuh, tapi gak tahu ni udh jam berapa tapi blm lolos review sama editor. maaf yaaaa