Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Dimana Aisyah?


__ADS_3

Aisyah mendekati lelaki yang menggendong Billy. Dia sangat kaget dan meneteskan air matanya.


"Mas Rendra...!"


"Asiyah...kamu baik-baik saja?" tanya Rendra sambil menggendong Billy.


Aisyah langsung berlari memeluk mantan suaminya. Dia menangis sesenggukan dan meminta maaf pada Rendra.


"Mas, Ais minta maaf!" Aisyah memeluk erat Rendra seolah enggan untuk melepaskannya.


Lelaki yang dia kira egois dan hanya memikirkan istri pertamanya, tapi kenyataannya dia yang menjadi penolongnya.


"Aisyah, kenapa bisa jadi seperti ini?" tanya Rendra penasaran


Aisyah mulai menceritakan ketika Roy mulai kasar padanya karena dia lebih mencintai Melisa.


"Mas, aku hanya heran pada mbak Melisa kenapa dia sangat beruntung dicintai dua orang lelaki yang sangat tulus padanya." ucap Aisyah.


"Maksud kamu?"


"Aku membatalkan pernikahanku dengan mas Roy karena dia masih sangat mencintai mbak Melisa."


Rendra mengepalkan tangannya dan rahangnya mengeras karena ternyata Roy masih berniat untuk mengganggu rumah tangganya.


"Aisyah, aku hanya bisa memberimu perlindungan disini. Aku harus kembali karena Melisa menungguku dan lusa adalah acara aqiqohan anak-anak. Apakah kamu mengijinkan aku membawa Billy." tanya Rendra.


"Mas, biarkan Billy disini karena akan lebih aman."


"Aku mau membawamu tapi aku takut terjadi masalah baru dan kamu tahu mama Arini pasti akan marah jika kamu datang." Rendra mengusap rambut Aisyah.


"Mas, tapi kamu nginap disini kan?" tanya Aisyah.


"Aisyah, kita sudah tidak ada hubungan apapun dan kalau aku menginap akan timbul fitnah." jawab Rendra dengan santainya.


Aisyah akhirnya mengerti dan dia hanya mampu pasrah dengan nasibnya yang sekarang tak bisa menampakkan dirinya. Aisyah harus bersembunyi agar Roy tidak menemukannya.


"Mas...!" panggil Aisyah.


Rendra menoleh dan dia akan kembali ke mansion utama karena dia menyelamatkan Aisyah karena dia tidak mau anaknya menderita.


"Ada apa?" tanya Rendra.


"Bolehkah aku meminta sesuatu?" tanya Aisyah pada Rendra.


"Jika itu untuk kebutuhan Billy jangan sungkan-sungkan karena Billy adalah bagian dari keluarga besar Hadinata." jawab Rendra.


"Aku ingin memelukmu, aku kangen sama kamu!" Aisyah menangis, airmatanya membasahi pipinya.


Rendra mendekat kemudian memeluk Aisyah.


"Ais, jaga dirimu baik-baik ya! maaf aku tidak bisa menemanimu dan jika kamu butuh sesuatu ada Pak Somat dan Bu Roro.!"


Aisyah hanya memandang sendu ke arah mantan suaminya.

__ADS_1


Rendra meninggalkan Aisyah di villa miliknya. Aisyah akan tinggal bersama penjaga Villa yang sudah bertahun-tahun mengabdi pada Hadinata.


Aisyah menyesali semuanya, dia baru menyadari bahwa Rendra lelaki yang sangat baik dan tulus.


Semantara di perjalanan Rendra kembali memikirkan Aisyah, dia merasa kasihan namun dia mencoba untuk membuang rasa yang mengganggunya.


"Haruskah aku memberitahu Melisa? atau kah aku merahasiakan keberadaan Aisyah dan Billy?" Rendra merasa bingung namun dia tetap akan melindungi Aisyah dan Billy.


Sesampai di mansion, semua keluarga menunggunya untuk makan malam. Arini, Rico, Melisa sudah menunggu Rendra di meja makan.


"Selamat malam semuanya!" Rendra langsung menyalami mama dan papanya. Melisa langsung berdiri dan menyalami suaminya.


"Mas, mandi dulu biar aku siapkan!"


"Sayang, kita makan dulu kasihan papa sama mama nanti nunggu lama." jawab Rendra.


Setelah selesai makan, mereka kembali ke kamar masing-masing. Rendra langsung membersihkan diri dan langsung tidur karena dia sangat capek. melisa menyadari karena akhir-akhir ini suaminya banyak pikiran.


"Mas, mau aku buatkan susu atau jus?" Melisa menawarkan diri.


"Sayang, aku mau tidur saja! badanku capek banget." ucap Rendra.


"Mau aku urut?" Melisa menawarkan diri.


"Sayang, kamu juga capek sebaiknya kita istirahat." ajak Rendra.


Rendra dan Melisa langsung tidur pulas tanpa adegan panasnya. Mereka terlelap dan Rendra terbangun tengah malam untuk sholat malam.


"Mas, kamu akan tetap ke kantor?" tanya Melisa khawatir.


"Banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan hari ini karena aku akan keluar kota tiga hari." jawab rendra.


"Luar Kota?" tanya Melisa.


"Iya sayang." jawab Rendra.


"Emang tidak bisa mengutus Lukman atau orang kepercayaan lainnya?" tanya Melisa.


"Sayang, aku hanya pergi tiga hari, bukan pergi setahun."


Namun Melisa tetap merasa janggal dengan suaminya soalnya dia biasanya paling enggan kalau harus ke luar kota.


"Tapi mas!" Melisa akan protes tapi dia tidak mampu karena semua keputusan ada ditangan suaminya.


"Atau kamu mau ikut?" tanya Rendra.


"Tidak, kasihan Baby A tapi besok pas aqiqahan kamu sudah pulang kan?" tanya Melisa.


"Sudah sayang, makanya acara aku undur karena aku ada acara di luar kota." jawab Rendra.


Rendra langsung berangkat ke kantor karena dia harus menyelesaikan pekerjaannya hari ini. Dia akan berangkat nanti sore sepulang kantor.


"Mau aku siapkan baju ganti?" tanya Melisa.

__ADS_1


"Di kantor semua sudah disiapkan sama Lukman."Jawab Rendra.


" Loh Ren, memang kamu mau kemana?" tanya Arini.


Melisa mendengar pernyataan mama mertuanya seperti ada yang disembunyikan Rendra. Tapi Melisa berusaha positif thinking pada Rendra.


"Rendra mau ke Surabaya, sepertinya ada masalah di kantor cabang Surabaya." jawab Rendra.


"Eh iya kemaren mama juga dapat laporan dari orang kantor." jawab Arini.


"Mama, mau ikut ke kantor?" tanya Rendra.


"Boleh deh nanti pulangnya biar di jemput papamu!" Arini memandang ke arah Rico.


Hanya anggukan yang diperoleh Arini dan senyuman suaminya.


Arini dan Rendra berangkat ke kantor bersama.


Rendra melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Ren, boleh mama tahu sepertinya ada yang kamu sembunyikan?"tanya Arini.


"Tidak kok, Rendra memang mau ke Surabaya." jawab Rendra dengan santainya.


Di perjalanan mobil Rendra di hadang oleh gerombolan yang menggunakan motor sport.


"Ren, ada apa ini?" tanya Arini panik.


"Aku, tidak tahu yang jelas aku tidak pernah membuat masalah dengan mereka." jawab Rendra.


Mobil Rendra di hentikan, Arini mencoba menghubungi Budi sebelum mereka memaksa keduanya turun.


Pintu mobil diketuk dari luar dan akan dibuka dengan paksa. Ada lima motor yang mengepung mobil Rendra.


"Heh Turun...! cepat...!" salah satu orang itu menodongkan pistol ke arah Arini.


"Rendra, mama takut!" ucap Arini.


"Mama tenang dulu nanti anak buahku akan segera datang." Rendra mencoba menenangkan mamanya.


"Turun...!" Suara itu terus menggedor-gedor mobil Rendra.


Dengan terpaksa Rendra keluar dan kelima orang itu turun dari motonya dan langsung menghajar Rendra.


Bugh...Bugh...Rendra dikeroyok oleh kelima orang itu sampai babak belur. Rendra tidak mampu melawan karena mereka cukup kuat. Dan saat Rendra sudah tak berdaya, seorang lelaki berbaju hitam datang dan dia langsung ikut menendang Rendra.


"Tuan Rendra yang terhormat, aku minta katakan dimana kamu menyembunyikan Aisyah?" tanya lelaki itu.


Arini yang mendengar nama Aisyah langsung keluar dan bertanya, " Bukannya Aisyah bersamamu? kenapa bertanya pada putraku?"


"Nyonya Arini, jika dia tidak sok pahlawan maka aku tidak akan mengganggunya tapi karena dia menyembunyikan Aisyah maka aku akan terus menyakitinya." ucap Roy dengan tertawa lepas.


"Rendra...jelaskan sama mama!" Arini menatap tajam pada Rendra.

__ADS_1


__ADS_2