
Redra mengucek matanya memastikan wanita didepannya itu benar-benar Melisa.
"Melisa!" Rendra menyapa pelayan itu.
"Mas Rendra!" wanita itu juga kaget ternyata dia adalah mantan suaminya.
Melisa meletakkan minuman di depan Rendra dan dia akan keluar dari ruangan itu. Namun belum sempat melangkahkan kaki keluar, Rendra berdiri dan mencekal lengan Melisa.
"Melisa tunggu!" Rendra menghentikan Melisa.
"Mas, maaf masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan!" Melisa pamit dari hadapan mantan suaminya yang sekarang menjadi majikannya. Melisa tidak tahu jika mansion ini milim keluarga Hadinata karena namanya memang bukan Hadinata Group melainkan Mansion Jaya Company.
(Melisa, akhirnya kita dipertemukan disini dan aku berharap kamu mau kembali padaku. Maafkan aku Aisyah dalam kenyataannya aku mencintai kalian berdua.)Rendra mengusap wajahnya.
Setelah selesai menyiapkan berkasnya, Rendra akan pergi ke kampus untuk daftar ulang.
Rendra segera berkemas dan berdandan serapi mungkin karena dalam mansionnya ada seseorang yang dia cintai. Melisa ibu dari anaknya yang dulu membencinya kini menjadi wanita pujaan hatinya.
Rendra turun menapaki tangga mansion, pandangannya kesana kemari mencari keberadaan Melisa namun dia tidak menemukannya.
"Bi, Melisa kemana ya?" tanya Rendra pada salah satu pelayan.
"Mbak Melisa sedang keluar tuan soalnya ada keperluan yang harus dibeli!" jawab wanita paruh baya itu.
"Oh memang Melisa disini tugasnya ngapai Bi?" tanya Rendra
"Dia serabutan Tuan!" jawab Bi Inah
"Baiklah saya nitip pesan nanti malam Melisa suruh mengantar makanan buatku jika aku sudah pulang!"Rendra meninggalkan Mansionnya menuju kampusnya.
Di dalam mobil dia merasa gelisah sebelum dia bertemu dengan Melisa. Entah mengapa akhir-akhir ini, Rendra begitu menginginkan Melisa.
(Melisa, kenapa kamu selalu hadir dalam pikiranku apakah mungkin aku mencintaimu lagi!) Rendra tersenyum dalam lamunannya.
Dia mencoba menghilangkan Melisa dari pikirannya, dia mengalihkannya dengan menelpon Aisyah dan Albert.
Namun saat memandang Aisyah, wajah Melisa yang dia sebut.
"Mas, ini aki Aisyah!" Aisyah terlihat sangat kecewa diujung telepon
"Sayang, maafkan aku!" Rendra menyadari kesalahannya.
Aisyah hanya mengangguk dan dia mencoba tetap tersenyum pada suaminya. Aisyah menangis setelah Rendra menutup video call dengannya.
"Aisyah maafkan aku yang kini telah membagi hatiku!"
Rendra melajukan mobilnya sampai ke kampus dan dia ingin segera menyelesaikan urusannya dan kembali ke mansionnya.
Setelah urusan kampus selesai Rendra langsung pulang ke mansionnya.
Dia ingin segera bertemu dengan Melisa dan memberikan oleh-olehnya dari Indonesia.
Hatinya berdebar hebat saat memasuki mansionnya, dia berharap bisa langsung bertemu dengan wanita yang sekarang sedang dia idamkan.
"Bi, Melisa dimana?"tanya Rendra mencari Melisa
"Tuan, Melisa gak enak badan jadi dia meminta saya yang mengantar makanan ke kamar!" jawab Bi Inah.
"Apa, Melisa sakit!" Rendra terkejut
__ADS_1
Rendra langsung menuju ke belakang mencari keberadaan Melisa. Dia lupa menanyakan kamar Melisa pada pelayan senior di mansionnya.
"Aduh, mana aku tahu kamar Melisa!" Rendra menggaruk kepalanya.
Kemudian Rendra kembali menemui Bi Inah dan menanyakan kamar Melisa.
Bi Inah yang melihat Tuannya mengkhawatirkan Melisa hanya tersenyum dan geleng-gelang kepalanya.
Rendra sudah berada di depan kamar Melisa, perasaannya campur aduk, jantungnya bergetar namun akhirnya dia beranikan diri mengetuk pintu kamar.
Tok...tok....! Rendra mengetuk pintu Melisa
"Masuk Bu!" Melisa mengira Bi Inah yang mengetuk
Saat Rendra membuka pintu dan masuk ke dalam kamar Melisa dia begitu terkejut.
"Tuan Rendra!" Melisa memundurkan langkahnya.
"Kamu panggil apa?" Rendra semakin mendekat ke arah Melisa
"Maaf!" Melisa ketakutan
"Melisa kenapa sekarang begitu takut padaku padahal dulu kamu sering menantangku?" Rendra terus meju mendekati Melisa
Melisa terus mundur dan akhirnya dia mentok ke tembok. Rendra justru tersenyum pada Melisa dan dia mengungkung mantan istrinya dengan kedua tangannya.
"Melisa, kamu benar-benar berubah!" Rendra memberi ruang gerak buat Melisa
"Mas, aku...!"
"Kita perlu bicara dan naiklah ke ruang kerjaku!" Rendra pergi meninggalkan Melisa. Sedangkan Melisa hanya mengangguk dan menurut apa perkataan mantan suaminya.
"Permisi!"
"Masuklah!" Rendra menyuruh Melisa duduk di sofa kamarnya
"Melisa, kenapa kamu begitu takut denganku?"
"Aku....!"
"Kenapa karena kamu jadi pelayan disini, melayani mantan suamimu?" Terlihat raut kecewa di wajah Rendra
"Melisa, mana kesombonganmu ya dulu, mana Melisa yang berani menantangku?"
"Mas aku...!"
"Kenapa, apa sekarang aku begitu menakutkan sehingga kamu gemetar berhadapan denganku?"
"Mas, maafkan aku!"
Rendra melihat Melisa gemetar justru tersenyum dalam batinnya. Hingga akhirnya Rendra melihat air mata Melisa turun membasahi pipinya. Melisa akhirnya bersujud di telapak kaki Rendra dan dia meminta maaf.
Rendra langsung membangunkan Melisa dan memeluknya.
"Melisa, aku kangen sama kamu! aku sudah berusaha membencimu tapi aku tidak bisa!" Rendra memeluk Melisa
"Mas, ada Aisyah yang harus kamu jaga!" Melisa meregangkan pelukan mantan suaminya.
"Melisa asal kamu tahu akhir-akhir ini kamu selalu menghantui pikiranku dan kamu tahu Allah berpihak padaku mempertemukanku denganmu disini." Rendra kembali memeluk Melisa.
__ADS_1
"Sekarang aku cuma mantan istrimu, istri yang sudah tega mengkhianatimu dan menyakiti hatimu! hiks...hiks...!" Melisa menunduk dan menangis.
"Melisa, tapi hatiku tak bisa berbohong kalau aku masih mencintaimu! cinta tulus yang dulu kamu ragukan karena aku miskin tapi lihat aku sekarang!" Rendra dengan sombongnya memamerkan dirinya yang berubah semakin menawan.
Melisa hanya tersenyum memandang mantan suaminya .
"Kamu sombong!"
"Karena sekarang aku mampu memberimj kehidupan terbaik dan aku mampu membahagiakanmu!" jawab Rendra
"Tidak mas, aku bukan pelakor dan aku harus terima konsekuensinya karena kesombongan dan ketamakanku!" Melisa mundur dan menjauh dari tubuh Rendra yang memeluknya.
Namun Rendra justru menarik tangan Melisa dan akhirnya Melisa jatuh menindih tubuh mantan suaminya. Pandangan mereka bertemu dan hanya berjarak satu centi.
Rendra yang terbawa perasaan hendak mencium bibir Melisa namun Melisa langsung memalingkan wajahnya.
"Maaf!" Melisa bangun hendak keluar namun Rendra kembali mencekal tangannya.
"Melisa, aku mencintaimu!"
Melisa menutup mulut Rendra dengan jari telunjuknya lalu dia menggelengkan kepalanya.
"Mas kamu sudah punya Aisyah yang tulus mencintaimu!" Melisa menjauh dari tubuh Rendra.
"Melisa, plis duduk dulu temani aku disini! aku janji tidak akan seperti tadi!" Rendra memohon pada Melisa.
(Mas Rendra, asal kamu tahu aku juga mencintaimu sejak dulu hanya saja aku terlalu gengsi untuk menerimamu karena dulu kamu miskin)batin Melisa
"Hey...ngelamu?"
"Tidak!"
"Lagi ngelamunin apa? Roy...?" Rendra mencoba menggoda mantan istrinya.
"Tidak, aku tidak memikirkan dia tapi aku memikirkan orang lain!"
"Maksud kamu pria lain selain Roy?"
Melisa hanya mengangguk dan dia tersenyum memandang Rendra.
"Aku memikirkan lelaki yang sangat tulus mencintaiku karena aku melihat ketulusannya padaku dan dia sepertinya juga mau menerimaku apa adanya!" jawab Melisa
Mendengar itu Rendra dibuat semakin panas dan dia menatap Melisa seolah minta penjelasan.
"Boleh aku tahu siapa dia? dan aku janji tidak akan menganggu kebahagiaanmu!" Rendra menggenggam tangan Melisa
"Dia...!"
Author : Rendra kan Mel????
Melisa : Sok tahu Thor
Author : Kan aku yang buat cerita wkwkwkwkk
Melisa : Aku mau keluar dari cerita biar kamu tambah pusing haha...haha....
TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR SEMOGA TIDAK LUPA JEMPOLNYA DAN BOLEH JUGA DI KRITIK SARAN DI KOLOM KOMENTAR...
HAPPY READING!!!!
__ADS_1