
"Johan...!" Hadinata memanggil lelaki muda yang ada di depannya.
"Syukurlah jika Ayah masih mengingatku." Johan memandang Hadinata.
Melihat Johan, Hadinata mengingat masa lalunya dengan Tika.
FLASH BACK
"Mas, aku hamil!" Tika berkata pada Hadinata.
"Apa? kamu hamil? tidak, kamu tidak boleh hamil." Hadinata sangat ketakutan.
"Mas, tapi ini sudah terjadi dan anak dalam kandunganku adalah anakmu," ucap Tika.
Hadinata berselingkuh dengan Tika yang merupakan asisten pribadinya. Selama dua tahun mereka menjalin hubungan gelap dibelakang Saraswati.
"Tika, gugurkan kandunganmu dan semua akan baik-baik saja!" Hadinata menyuruh Tika menggugurkan kandungannya dan memberikan imbalan sejumlah uang. Namun Tika menolak karena bagaimanapun bayi dalam kandungannya tidak bersalah.
"Aku tidak akan mengguggurkannya karena dia anakku," ucap Tika.
"Terserah kalau kamu tidak mau maka aku tidak akan peduli dengan anak itu." Hadinata melempar uang ke wajah Tika lalu meninggalkan Tika sendirian.
Di sebuah apartemen mewah milik Tika yang menjadi saksi percintaan Hadinata dan Tika. Mereka sering bertemu dan memadu kasih selama dua tahun. Namun kini mereka tak lagi saling bertemu karena Hadinata memilih melanjutkan hidup dengan keluarganya.
Sembilan bulan kemudian, Tika melahirkan bayi laki-laki yang sangat tampan. Bayi mungil tanpa dosa yang wajahnya mirip dengan Hadinata.
"Sayang, maafkan bunda karena ayahmu tak pernah mau mengakuimu." Tika menangis memeluk putranya.
Tika harus berjuang sendiri tanpa seorang suami. Tika melanjutkan hidupnya dengan berbisnis online dengan uang pemberian Hadinata. Uang sebesar 1 milyar yang ia dapatkan sebagian disimpan untuk biaya pendidikan anaknya.
Hadinata yang mendengar berita jika Tika sudah melahirkan langsung menjenguknya.
"Tika, apa kabar?" Hadinata bertanya pada Tika.
"Baik...!" Tika menoleh ke arah samping.
"Tika aku kesini hanya memberikan ini!" Hadinata memberikan amplop coklat pada Tika.
"Aku tidak butuh," jawab Tika.
"Tika, uang ini 500 juta bisa kamu gunakan untuk biaya hidupmu dan anak kita," ucap Hadinata.
Tika menerima uang itu dan dia mengucapkan terima kasih.
Saat Tika melihat isi amplop itu, tiba-tiba Saraswati datang dan merebutnya dari tangan Tika.
"Tidak, wanita murahan seperti dia tidak pantas menerima bayaran sebanyak ini." Saraswati berteriak.
"Mama...berikan uang itu untuk Tika!" Hadinata merebut kembali uang itu lalu memberikan pada Tika.
"Mas, kenapa kamu masih peduli dengannya?" Saraswati bertanya.
"Karena dia berjuang melahirkan anakku!" Hadinata menjelaskan.
"Apa? jadi anak yang dia lahirkan anakmu." Saraswati syok dan dia akhirnya pingsan.
Penyakit jantung Saraswati kambuh dan dia sekarang dalam keadaan kritis. Saraswati menghembuskan nafas terakhirnya.
"Saras...jangan tinggalkan aku!" Hadinata memeluk istrinya.
__ADS_1
Penyesalan di wajah Hadinata karena telah kesalahannya membuat istrinya meninggal. Arini yang saat itu masih berusia 7 tahun harus kehilangan mamanya untuk selamanya.
"Sayang, bangun jangan tinggalkan aku!" Hadinata menangis memeluk istrinya.
Hadinata menyesal karena menjadi penyebab istrinya meninggal.
Setelah acara pemakaman Saraswati, Tika datang menggendong Johan.
"Mas, kamu yang sabar ya!" Tika mendekati Hadinata.
"Tika, pergilah dan tinggalkan kami!" Hadinata mengusir Tika dan anaknya.
"Mas, kenapa kamu mengusirku padahal aku datang dengan niat baik," ucap Tika.
"Aku bilang pergi dan jangan ganggu aku!" Hadinata tetap tidak ingin bertemu dengan Tika.
"Pergi...," ucap Hadinata.
Tika pergi dari hadapan Hadinata. Dia pergi jauh membawa Johan dari kehidupan Hadinata.
Tika bertahan hidup dengan menjalankan bisnis online dengan modal uang pemberian Hadinata sebelum hubungannya diketahui oleh istrinya.
Perjalanan hidup yang dilewati Tika sangat berat, Dia harus banting tulang bertahan hidup untuk anaknya.
Hinaan dan cacian sering dia dapatkan. Tapi Tika tetap kuat dan sabar sampai Johan dewasa.
Johan bekerja di sebuah perusahaan besar, perusahaan milik Hadinata ayah kandungnya. Suatu waktu, perusahaan mengadakan acara tahunan keakraban seluruh karyawan yang diwajibkan membawa anggota keluarganya.
Dalam acara itu, Hadinata dan Tika dipertemukan kembali.
"Mas Hadinata, aku tak menyangka anakku bekerja di kantormu. Dulu kamu belum sesukses ini," ucap Tika.
"Ada apa sayang," jawab Hadinata.
Seorang wanita cantik menggandeng anak berusia 5 tahun memeluk Hadinata.
Tika melihat kedekatan mereka merasa iri karena Johan juga darah dagingnya.
Saat Hadinata melihat ke arah samping, dia terlonjak kaget melihat Johan datang bersama Tika.
"Johan, siapa dia?" Hadinata bertanya pada Johan.
"Pak Hadi, beliau adalah ibu saya, ibu terbaik buat saya," jawab Johan
"Jadi kamu adalah_!" belum sempat melanjutkan tiba-tiba Hadinata dipanggil untuk naik ke atas panggung memberikan sambutan.
"Mas Hadi tunggu!" Tika menghentikan langkah Hadinata.
Namun Hadinata tak menghiraukan panggilan Tika, dia naik ke atas panggung ditemani Arini.
Tika menceritakan masa lalunya bersama Hadinata. Dia memberi tahu jika Hadinata adalah ayah kandungnya.
Awalnya Johan tidak terima tapi ibunya memberikan pengertian padanya.
FLASH ON
Setelah membayang masa lalunya, Hadinata melongo dan kebingungan.
"Ayah, aku datang bukan untuk menghakimi dirimu tapi aku menuntut hak padamu," ucap Johan.
__ADS_1
"Kamu mau meminta apa?" Hadinata bertanya.
"Aku minta terima aku menjadi anak ayah," pinta Johan.
"Johan, aku sudah memberi imbalan pada ibumu sehingga kamu bisa seperti ini tapi kamu malah memintaku lebih," jawab Hadinata.
"Ayah, ibu sakit keras dan aku memohon datanglah dan jenguk ibuku!" Johan meminta pada Hadinata
Arini yang mengetahui pembicaraan Hadinata dan Johan, memutuskan untuk menghampirinya.
"Ayah, sebaiknya jenguk Tante Tika karena dia membutuhkan ayah." Arini menasehati ayahnya.
Hadinata mengangguk dan dia akan menjenguk Tika di Rumah Sakit.
"Baiklah, kali ini aku akan menjenguk ibumu tapi tolong setelah ini jangan ganggu keluargaku," ucap Hadinata.
Hadinata pergi ditemani Arini menjenguk Tika.
Sesampai di Rumah Sakit, Hadinata membuka ruang rawat inap. Seorang wanita yang sudah berusia lanjut dan rambutnya sudah mulai memutih tengah terbaring lemah dengan berbagai alat medis menempel di tubuhnya.
Hadinata meredam emosinya rasa belas kasihan dan rasa bersalah menghantuinya.
"Tika...!" Hadinata mendekati mantan kekasihnya. Tika rela tidak menikah demi anaknya.
"Mas Hadi...!" Tika meneteskan air matanya ketika Hadinata mendekatinya.
Hadinata memegang tangan Tika yang sudah mulai keriput termakan usia. Hadinata mencium tangan mantan kekasihnya.
"Mas, maafkan aku!" Tika meminta maaf pada Hadinata.
"Aku yang minta maaf karena membiarkanmu sendiri menjalani hidup." Hadinata meneteskan air matanya.
"Mas, waktuku sudah tidak lama lagi aku hanya ingin bilang sayangi Johan, akui Johan, jaga dia karena waktuku untuk menjaganya sudah habis!" Tika menghembuskan nafas terakhirnya.
"Ibu...jangan tinggalkan Johan." Johan berlari memeluk ibunya.
Arini ikut menangis saat melihat wanita yang pernah menjadi masa lalu ayahnya meninggal.
Setelah selesai pemakaman Tika, Hadinata mengajak Johan pulang ke mansion.
Rendra mendekati Johan dan bertanya padanya.
"Kamu siapa?" Rendra bertanya.
"Aku pamanmu!" Johan
Johan memeluk Rendra dan mereka semakin akrab.
Di rumah Rosa, terlihat Rosa sedang asyik bermain bersama Revan. Dia sangat bahagia dan bisa tertawa bersama.
Revan masih sangat kecil namun perkembangannya terlalu pesat.
"Mbak tolong nitip Revan sebentar ya saya mau ke kamar mandi!"
Setelah selesai Rosa mengajak Revan berbelanja di super market.
Tanpa sengaja ada seaeorang yang
menghampirinya.
__ADS_1