
Arini kaget karena mendengar ada suara gelas pecah dari kamar Rendra.
Rendra sendiri merasa bingung dan khawatir jika terjadi sesuatu pada Aisyah.
"Ren, suara apa itu?" tanya Arini penasaran.
"Gak tahu Ma soalnya dari tadi gak ada siapa-siapa." jawab Rendra.
Namun rasa penasaran Arini terjawab ketika mendengar suara kucing dari dalam kamar Rendra.
"Oh kucing Ren, Mama kira suara apa." ujar Arini.
Rendra Sendiri bingung sebenarnya suara apa dari dalam kamarnya karena dia tidak memelihara kucing dalam kamarnya.
"Mungkin kucing tetangga kali Ma!" jawab Rendra.
"Loh apartemen sebagus ini kenapa ada kucing masuk." tanya Arini.
"Biasanya hanya di jendela tapi sepertinya kalau itu masuk deh Ma!" jawab Rendra.
"Ya udah kamu lihat dulu sana, apa yang dipecahkan!" perintah Arini.
Rendra kemudian masuk ke dalam kamarnya dan dia mengunci pintu kamarnya dari dalam.
Dia lalu mencari Aisyah yang bersembunyi di pojok ranjang.
"Ais, kamu kenapa sayang?" tanya Rendra.
"Mas, tadi aku tak sengaja menjatuhkan gelas itu dan pecah." jawab Aisyah sambil meringis dan menggaruk kepalanya.
Rendra hanya tersenyum lalu memunguti gelas itu dan menaruhnya di tempat sampah.
Rendra meminta Aisyah memakai pakaiannya kembali karena terlalu berbahaya jika dia memakai Lingere tipis.
"Mas, Mama Arini masih disini?" tanya Aisyah.
"Iya dan sepertinya Mama akan nginap disini!" ucap Rendra.
"Hah... nginap?" Aisyah menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Gak sayang, Mama pasti pulang! Nanti Papa Rico mencari Mama!" Rendra sengaja menggoda Aisyah agar dia panik.
Sementara itu Arini yang suntuk di ruang tamu sendiri merasa bosan dan dia keluar apartemen dan berjalan-jalan di sekeliling Apartemen. Dan tanpa sengaja dia seperti melihat Billy bersa dengan seorang wanita paruh baya.
Arini ingin memastikan dan dia mendekati wanita itu.
"Nyonya Arini!" sapa salah satu bodyguard Rendra yang berjaga disekeliling apartemen.
Arini hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya.
"Mbak...!" Arini menyapa pengasuh Billy.
Saat pengasuh itu menoleh tiba-tiba Billy berlari menjauh menuju taman.
"Maaf Nonya, saya kejar Tuan Muda dulu!" pengasuh itu langsung berlari mengejar Billy.
__ADS_1
Arini bingung dan dia seperti merasakan ada keanehan dari semua pegawai Rendra.
"Berarti benar itu adalah Billy." ucap Arini.
Rendra melihat Mamanya gelisah dan dia mencoba mendekatinya. Rendra bertanya pada Arini apakah kegelisahan nya karena melihat Billy.
"Ma, apakah Mama tadi penasaran dengan anak yang diasuh sama Pengasuh tadi?" tanya Rendra.
"Iya Ren, dia Billy kan?"
"Mama tidak salah, dia memang Billy dan Aisyah juga ada disini!" ucap Rendra.
"Apaaa?" Arini membelalakkan matanya.
"Ma, aku mohon izinkan aku menikahi Aisyah kembali." ucap Rendra.
"Lalu Melisa?" tanya Arini.
"Aku akan tetap bersama Melisa." jawab Rendra dengan santainya.
"Mama sebenarnya tidak setuju kamu menduakan Melisa tapi Mama tidak bisa berbuat apapaun jika itu bisa membuatmu bahagia." jawab Arini.
Merasa Mamanya sudah tidak menentang hubungannya dengan Aisyah, Rendra tersenyum bahagia. Dia merasa lega karena mendapat restu kembali dari Aisyah.
"Ma, terimakasih karena Mama mau mengerti Rendra!" ucap Rendra sambil memeluk Arini.
"Rendra, apakah Mama boleh bertemu dengan Aisyah?" tanya Arini.
Rendra mengangguk dan kemudian dia mengajak Mamanya bertemu dengan Aisyah di kamarnya.
Aisyah sudah menempati kamar di samping kamar Rendra.
Aisyah yang melihat Arini mendatangi kamarnya langsung menghampirinya lalu mengalami dan mencium tangannya.
"Assalamu'alaikum Mama!" ucap Aisyah.
"Waalaikumsalam Aisyah." jawab Arini.
Aisyah mempersilahkan Arini duduk. Arini bertanya pada Aisyah alasan mengapa dia mau diajak menikah oleh Rendra kembali.
"Aisyah... boleh Mama bertanya padamu?" ucap Arini.
"Silahkan Ma, Insyaallah Aisyah akan jawab."
"Alasan apa yang membuatmu mau menerima Rendra kembali?" tanya Arini.
"Karena aku mencintainya." jawab Aisyah.
"Hanya itu?" Arini bertanya kembali karena penasaran.
"Karena Billy sangat membutuhkan kehadiran seorang Papa dan aku tidak mau Billy besar dan tumbuh tanpa seorang Papa karena saya sendiri pernah merasakan besar tanpa ayah disampingku!" jawab Arini.
Air mata Aisyah menetes membasahi kedua pipinya dan Arini pun mendekat dan memeluk Aisyah untuk menenangkannya.
"Aisyah, maafkan Mama yang pernah menolakmu kembali pada Rendra dan mulai sekarang aku akan menerima kalian berdua sebagai istri Rendra." ucap Arini.
__ADS_1
Air mata Aisyah kembali menetes saat Arini memeluknya.
Rendra merasa bahagia melihat Mamanya dan Aisyah sudah baikan.
Rendra tersenyum lega, dia merasa hidupnya kembali memiliki semangat.
Tiba-tiba pengasuh Billy datang dengan menggendong Billy yang sudah tidur.
"Tuan, Nyonya... Maaf Billy mau di tidurkan dimana?" tanya pengasuh itu.
"Bawa masuk saja biar Billy tidur sama saya!" jawab Aisyah.
Pengasuh itu langsung membawa Billy masuk dan menidurkan di ranjang besar dalam kamar itu.
"Ren, kalau begitu aku tidur di kamar ini aja!" ucap Arini.
(Aduh gagal deh rencanaku saat ini untuk berdua dengan Aisyah).batin Rendra.
Rendra kecewa karena tidak jadi sekamar dengan Aisyah. Apa yang dia rencanakan gagal karena Mamanya tidur di kamar Aisyah bersama Billy.
Aisyah yang mengetahui Rendra begitu gelisah, hanya tersenyum memandangnya.
Rendra akhirnya pamit pada Mamanya dan Aisyah untuk kembali ke dalam kamarnya.
Ada rasa kecewa, sedih bercampur menjadi satu karena mereka tidak jadi satu kamar tapi semua demi kebaikan bersama.
Arini tidak akan membiarkan Rendra tidur bersama Aisyah sebelum mereka kembali sah menjadi suami istri kembali.
"Rendra, Mama tahu kamu ingin tidur bareng Aisyah bukan?" ucap Arini dengan senyum menyindir Rendra.
"Gak lah Ma, tapi Rendra cuma pingin dekat sama Billy." jawab Rendra bohong.
Namun Arini sangat paham dengan karakter anaknya, jika dia merasa gelisah pasti akan kelihatan dari raut mukanya.
Arini membiarkan Rendra kembali ke dalam kamarnya agar kegelisahan dan kekecewaannya bisa terobati.
Sebelum keluar dari kamar Aisyah, Rendra mendekat ke arah Billy untuk mencium kening nya tak lupa dia juga mencium kening Aisyah.
Arini yang melihat anak dan calon istrinya bahagia merasa sangat senang.
Namun tiba-tiba handphone Rendra berbunyi dan betapa terkejutnya Rendra ketika yang menelpon adalah Melisa.
"Siapa Ren?" tanya Arini.
"Melisa Ma!" jawab Rendra.
"Ada apa Melisa menelpon?" tanya Arini.
"Rendra juga tidak tahu Ma, tapi kenapa kok perasaanku jadi tidak enak ya Ma!" ucap Rendra.
"Angkat panggilannya agar kamu tenang!" Arini menasehati Rendra.
Rendra akhirnya mengangkat panggilan dari Melisa.
[Assalamu'alaikum Melisa!] Rendra menyapa istrinya dari seberang telepon.
__ADS_1
[Waalaikumsalamsalam Mas Rendra, maaf mengganggu waktu nya tapi ini sangat darurat dan aku harus memberi tahu Mas Rendra sekarang!" jawab Melisa dari sebarang telepon.
Rendra dan Arini saling pandang karena penasaran.