Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Rencana Berdamai


__ADS_3

Suara itu berasal dari gudang di belakang mansion mereka. Rendra mengingat-ingat siapa yang dia tawan disana.


"Sayang, siapa yang berteriak?" tanya Melisa.


"Wanita kakak beradik anak papa Romi!" jawab Melisa.


"Oh iya aku sampai lupa kalau aku masih menawan mereka." ucap Rendra.


Rendra dan Melisa kemudian masuk ke dalam mansion. Rendra memanggil Budi dan mengajaknya melihat kedua anak Romi yang ditawan olehnya.


"Ada apa bos." tanya Budi.


"Kita lihat Renata dan Regita!" ajak Rendra.


Mereka berdua menuju ke ruang belakang Mansion.


Budi membuka pintu dan Rendra langsung masuk ke dalam ruangan itu.


Regita tampak menggingil dan badannya sangat panas. Rendra panik dan akhirnya dia membawa Regita ke Rumah Sakit.


"Tuan, aku mohon tolong adikku!" Renata memohon pada Rendra.


"Kenapa dengan adikmu?" tanya Rendra.


Setelah mengetahui keadaan Regita, Budi langsung membopong Regita ke dalam mobil.


Rendra mengikuti Budi ke Rumah Sakit.


"Dek, kamu kenapa?" tanya Renata.


"Kak, aku kangen sama mama!" ucap Regita.


"Sabar ya Dek, kita akan segera ketemu sama mama!" ucap Renata.


Rendra yang mendengar itu hatinya ikut sesak karena dia pernah merasakan rasanya berpisah sama mamanya.


"Renata, aku akan mempertemukanmu dengan mamamu tapi kamu harus janji padaku untuk meminta papamu menemuiku." Rendra berkata pada Renata.


"Tuan, aku akan lakukan asalkan adikku bisa sembuh!" ucap Renata.


Setelah sampai di Rumah Sakit, Regita langsung dibawa ke IGD.


"Tuan, aku minta ijin untuk menemui papa di rumah kakek Prayoga. Aku mohon ijinkan aku untuk menemuinya. Aku berjanji akan kembali menjadi tawanan lagi setelah adikku sembuh.


Rendra memberikan ijin pada Renata untuk menemui Prayoga.


Renata di antar oleh anak buah Rendra.


"Tuan, saya permisi!" Renata pamit pada Rendra.


Satu jam mereka menempuh perjalanan menuju kediaman Prayoga. Renata langsung masuk ke dalam rumah dan menemui sang kakek.


"Kakek...!" Renata langsung memeluk kakeknya.


"Renata, kamu sudah dibebaskan!" tanya Prayoga.


"Kakek, apa papa Romi ada disini?" tanya Renata.

__ADS_1


"Papamu ada disini dan mamamu tinggal di rumah tantemu yang ada di Jogja." ucap Prayoga.


"Bisakah Kakek mengabari mama untuk pulang!" tanya Renata.


"Memang ada masalah apa?" tanya Prayoga.


"Kek, Regita sakit dan dia minta mama untuk datang." Renata menjelaskan pada kakeknya.


Prayoga memikirkan permintaan Renata untuk membawa Karina pulang. Dia disembunyikan oleh Prayoga di Jogja karena dia dicari oleh keluarga Hadinata.


"Kek, aku juga pernah dengar jika permusuhan antara kakek dengan almarhum Hadinata itu karena salah paham!" Renata menjelaskan pada Prayoga.


"Tidak, mereka yang memulai dan mereka juga yang menginginkan permusuhan ini." ucap Hadinata dengan nada marahnya.


"Kek, aku mohon sudahi permusuhan ini aku ingin keluarga kita damai!" Renata bersujud di kaki Prayoga.


"Renata, aku mohon jangan paksa Kakek!" Prayoga mengangkat Renata bangun.


Romi datang dengan Alika. Dia langsung memeluk Renata.


"Tante cantik, dimana kakak cantik!" ucap Renata.


"Sayang, kakak cantik sedang sakit dia butuh istirahat!" ucap Renata sambil menyejajarkan tubuhnya pada Alika.


"Apa...Regita sakit?" Romi langsung mendekati Renata.


"Papa...Regita sakit!" ucap Renata sambil memeluk Romi.


"Papa...tuan Rendra menginginkan papa untuk menemuinya." ucap Renata.


"Aku tidak sudi bertemu dengan Rendra." ucap Romi.


Romi dan Prayoga berdiskusi untuk menemui Rendra. Semua akan dia lakukan demi Regita.


Prayoga memerintahkan Romi untuk menghubungi Karina. Dia ingin Karina kembali bersama Komar.


Romi menghubungi istrinya dan kakaknya agar dia mau kembali ke rumah. Dia ingin keluarganya utuh kembali. Dia akan membuat keluarga Prayoga menjadi kuat.


Romi dan Prayoga akan bersama menemui Prayoga.


Mereka akan bernegosiasi untuk membebaskan Renata dan Regita. Mereka akan mengalah demi kedua wanita yang tak bersalah itu.


"Rom, siapkan semuanya kita berangkat sekarang ke Rumah Sakit!" perintah Prayoga.


Renata bisa tersenyum bahagia karena papa dan kakeknya karena mereka mau mempertimbangkan permintaannya.


"Papa, Kakek, Renata ucapkan terima kasih karena mau mendengarkanku!" Renata langsung memeluk mereka.


Prayoga tersenyum bahagia kini keluarganya kembali bersatu. Dia ingin mereka semua tinggal disini untuk menemaninya di hari tuanya.


Prayoga memandang Alika lalu memeluknya Dia akan mencari mama Alika yang menghilang setelah neneknya mengusir Komar.


"Sayang, kakek janji akan mempertemukanmu dengan mamamu!" Prayoga memeluk dan mencium Alika. Dia sangat ingin semua anaknya bersatu dan kembali bahagia.


"Kek, aku tahu mama dimana?" ucap Alika.


Sontak pernyataan gadis kecil itu membuat semua yang ada di ruangan itu bengong.

__ADS_1


Mereka benar-benar penasaran dengan Alika.


"Kek, mama disekap sama nenek di ruang bawah tanah!" ucap Alika.


"Apaaa?" jawab semua orang bersamaan.


"Alika, kamu jangan mengada-ada karena bisa membahayakan dirimu." Renata menasehati Alika.


"Tante, Alika tidak berbohong dan mama selalu manyebut namaku dan papa." jawab Alika dengan santainya.


Prayoga akhirnya mengerti mengapa selama ini Komar tidak bisa menemukan istrinya. Dia tidak tahu jika istrinya di sekap oleh mamanya sendiri.


"Kek, kasihan mama dia mengalami depresi karena memikirkan kami!" ucap Alika sambil menangis.


"Kenapa kamu bisa tahu, sayang?" tanya Romi.


"Paman, Alika sering bermimpi dan biasanya mimpi Alika itu nyata." jawab Alika sambil memandang Romi.


"Sayang, paman sama kakek akan mencari mamamu setelah urusan dengan Om Rendra selesai." Romi berjanji pada Alesha.


(Tapi meskipun Papa Prayoga akan berbaikan sama keluarga Hadinata tapi aku tidak akan pernah memaafkan mereka semua yang telah menyiksaku!) batin Romi.


"Paman, aku boleh ikut ke Rumah Sakit menemui kakak cantik?" Alika meminta ijin pada Romi.


"Sayang, tapi_!" belum sempat di jawab Alika memotong pembicaraannya.


"Alika mau ikut!" Alika tetap kekeh mau menemui Regita.


Akhirnya Romi dan Prayoga mengalah, mereka mengajak Alika untuk bertemu dengan Rendra.


Renata kembali ke dalam mobil Budi karena dia tidak mau karena kesalahannya, Regita mendapat masalah baru.


"Renata, kamu tidak ikut bersama kami?" tanya Romi.


"Pa, aku tidak mau karena Regita masih bersama tuan Rendra dan anak buahnya." ucap Renata.


Romi dan Prayoga mengerti kekhawatiran Renata karena dia pernah tidak menurut pada Rendra, Regita yang kena imbasnya.


"Romi, kamu sudah hubungi Komar dan Karina?" tanya Prayoga.


"Sudah, dan mereka akan langsung terbang ke Jakarta hari ini juga!" jawab Romi.


"Yeay...akan ketemu papa!" Alika bersorak bahagia.


"Sayang...kamu senang?" tanya Romi.


"Senang banget malahan, apalagi aku bisa bermain dengan Albert kembali." ucap Alika.


"Siapa Albert?" tanya Prayoga penasaran.


"Anaknya Rendra dengan Melisa, Pa." jawab Romi.


Tak terasa mereka semua sampai di Rumah Sakit. Mereka semua langsung masuk ke ruang rawat inap Regita.


Romi yang melihat putri bungsunya terbujur di ranjang Rumah Sakit langsung menangis memeluknya.


"Regita sayang....!" Romi menangis.

__ADS_1


"Oh jadi kamu sudah berani menemuiku?"


__ADS_2