
Aisyah merasa takut jika dia tidak mau merawat Mutia dengan baik karena sedang hamil. Dia tetap merasa khawatir jika nanti Mutia terabaikan.
Mutia bisa membuka matanya dan menangis. Rendra dan Aisyah tersenyum lega, melihat buah hatinya bisa menangis kembali. Seketika raut wajah Aisyah berubah ketika dia mengingat perkataan Dokter, bahwa Mutia akan mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan. berbagai kekhawatiran dia pikirkan.
"Mas, kenapa cobaan kita seberat ini?"Aisyah menangis di pelukan Rendra
"Sayang, itu artinya kita masih disayang Allah."Rendra menenangkan istrinya
"Tapi kenapa harus Mutia? Dia masih sangat keci dan dia juga harus berhenti mendapat ASI dariku karena aku hamil."
"Sudahlah sayang, kamu harus kuat demi Mutia dan anak dalam kandunganmu."Rendra memeluk istrinya erat
"Tapi Mas_!hiks...hiks...hiks...!" Aisyah menangis
Aisyah langsung menggendong Mutia dan memeluknya erat. Bayi mungil tanpa dosa itu harus mengalami hal yang sangat sulit dalam hidupnya.
"Sayang, cepat sembuh ya!"Aisyah menciumi Mutia
"Aisyah, kamu yang sabar ya! semoga Allah memberikan mukjizat untuk putri kita."Rendra menguatakan Aisyah
Dokter masuk dan memeriksa keadaan Mutia yang sudah sadarkan diri.
Aisyah merasa penasaran karena Dokter menggelengkan kepalanya.
"Kenapa, Dokter?"tanya Aisyah
Air mata Aisyah menetes membasahi kedua pipinya. Dia tidak mau mendengar kabar buruk tentang Mutia.
"Nyonya Aisyah, anda yang sabar ya! karena kemungkinan untuk kembali seperti semula itu sangat sulit, karena kita hanya berharap ada keajaiban untuk adek Mutia."jawab Dokter
Antonius masuk ke dalam ruanga rawat Mutia. Dia begitu kaget mendengar keadaan Mutia.
"Rendra, Aisyah...kita bawa Mutia ke Singapura!"
"Tapi_!" Rendra merasa bingung karena dia diantara dua pilihan."
kehamilan AIsyah yang masih sangat muda menjadi kebimbangan Rendra, namun dia harus menyelamatkan masa depan Mutia.
"Baik, saya setuju Kek, karena ini menyangkut masa depan Mutia.jawab Rendra
"Mas...tapi?"
"Aisyah, kamu ingin Mutia pulih bukan"
Aisyah hanya mengangguk dan dengan berat hati dia akan merelakan Aisyah untuk berobat bersama Antonius.
"Kakek, apakah kami tidak merepotkan?"tanya Aisyah
"Kami juga keluargamu jadi kamu jangan khawatir."ucap Antonius
Rico dibelakangnya sedang berbicang dengan Romi. Namun mereka kadang sering bertatapan.
Rico, kini telah mencoba untuk melupakan Arini karena dia kini sudah merasa bahagia dengan pengakuan Rendra.
"Pak Romi, awalnya aku cemburu, aku iri karena anda yang hanya seorang asisten mampu merebut hati Arini. Aku mencoba menerima semuanya dengan ikhlas."kata Rico.
"Pak Rico, awalnya aku juga ragu dengan cinta Arini padaku tapi dan dia akan goyah saat bertemu anda."ucap Romi.
__ADS_1
"Tapi keberuntungan ada padamu dan aku hanya mampu berdoa semoga kalian bahagia." doa Rico untuk Romi dan Arini.
"Terima kasih dan semoga Pak Rico segera di dekatkan jodohnya dengan wanita yang baik." Romi mendoakan Rico
Tanpa disadari, Arini memandang kedekatan suami dan mantan pacarnya. Dia bahagia karena mereka bisa akur dan damai.
Arini langsung mendekati suaminya, dia kemudian mengajak Romi pulang karena Hadinata pasti menungngu mereka.
"Pak Rico, kami pulan dulu ya!"pamit Romi
"Iya pak, hati-hati."jawab Rico.
Setelah Romi dan Arini pamit pulang, Rico menghampiri Rendra dan papanya.
"Papa, bagaimana dengan Mutia cucuku?"tanya Rico
"Papa akan membawa Mutia ke Rumah Sakit di Singapura."jawab Antonius
"Sebenarnya saya berat melepas Mutia tapi dia harus sembuh! hiks...hiks...hiks...!'Aisyah tak berhenti menangis.
"Aisyah, banyak berdoa semoga Allah memudahkan dan mengabulkan setiap doamu."Rico menasehati menantunya.
"Terma kasih, papa."jawab Aisyah
"Rico, kamu atur pertemuan Dokter Robert!" perintah Antonius
"Apa gak sebaiknya kita tunggu Tuan Hadinata karena yang saya takutkan itu tidak menjadi keinginan beliau."ucap Rico.
"Kamu benar tapi kita juga harus segera membawa Mutia pergi karena jika kita tunda kemungkinan sembuh hanya kecil."jawab Antonius yang terlihat terlalu khawatir.
Setelah satu jam menunggu akhirnya Hadinata datang bersama Budi.
"Selamat siang!"sapa Hadinata
"Siang...!"jawab mereka serentak
Antonius langsung menyampaikan maksudnya untuk membawa Mutia ke Singapura.
"Tuan Hadinata saya hanya mohon izin mau membawa Mutia berobat ke Singapura."ucap Antonius.
"Kenapa harus kesana?"tanya Hadinata
"Saya punya kenalan Dokter spesialis anak senior di sana."jawab Antonius
Hadinata merasa bingung karena dia tidak punya hak memutuskan karena itu hak kedua orang tua mereka.
"Bagaimana Rendra?"tanya Hadinata
"Saya setuju dan akan menemani Kakek Anton dan papa." Jawab Rendra
"Lalu aku"tanya Aisyah
"Kamu di rumah sama mama dan papa."
Mereka akan berangkat ke Singapura hari ini juga setelah Rendra memohon rujukan dari Rumah Sakit. Rendra akan ditemani oleh Antonius dan Rico.
"Kamu sudah atur jadwal dengan Dokter Robert?"tanya Antonius pada Rico
__ADS_1
"Sudah dan hari ini dia free."jawab Rico.
Rendra langsung menatap Budi dan dia akan meminta tolong Budi utuk memebelikan tiket.
"Budi, aku minta tolong! belikan kami tiket pesawat.
"Baik Tuan!"ucap Budi sopan.
"Budi, kenapa kamu memanggilku dengan tuan?"
Setelah semua persyaratan sudah siap, mereka akan segera berangkat ke Singapura.
Aisyah hanya menangis menatap putrinya dibawa oleh suami dan mertaunya.
"Kakek, kapan saya bisa pulang?"tanya Aisyah.
"Nanti sore kamu sudah boleh pulang karena Dokter untuk jam segini baru sibuk menangani pasiennya yang jumlahnya sangat banyak."ucap Hadinata
Aisyah senang karena Dokter sudah mengizinkannya pulang. Namun dia juga merasa sedih karena sampai di rumah dia tidak akan bersama Mutia.
"Kenapa menangis?"tanya Hadinata
"Aku teringat dengan Mutia, Kek!"ucap Aisyah
"Doakan semoga pengobatannya lancar dan Mutia kembali dalam keadaan sehat."ucap Hadinata
Aisyah hanya mengangguk dan dia kemudian bertanya pada Budi tentang keluarganya,
"Pak Budi, anak dan istri bapak sudah tingga di pavilliun?" tanya Aisyah
"Sudah nyonya."jawab Budi singkat.
"Memang berapa anak Pak Budi?" tanya Aisyah kembali.
"Dua, mereka masih sangat kecil-kecil."jawab Budi
Aisyah hanya tersenyum mendengarkan cerita konyol Pak Budi yang menceritakan tentang masa lalu suaminya bersamanya, Tapi dia sangat penasaran dengan cerita Rendra dan Melisa.
"Boleh aku tanya sesuatu?"tanya Aisyah
"Boleh."jawab Budi
"Seberapa besar cinta Mas Rendra untuk Mbak Melisa?"tanya Aisyah penasaran.
"Setahu saya dulu, Rendra sangat mencintai Melisa meskipun dia sering disakiti tapi karena Melisa selingkuh jadi dia menceraikannya."
"Apakah Mbak Melisa itu jahat?"
"Tidak, tapi hanya karena pengaruh mamanya dia bisa tega berbuat jahat pada Rendra."
Saat di parkiran ada seseorang yang mendekati Aisyah dan dia mengancamnya dan keluarganya.
Kemudian orang itu berlari meninggalkan mereka. Budi mengejarnya namun kehilangan jejak.
TERIMA KASIH YANG SUDAH MAMPIR!
JANGAN LUPA TETAP DUKUNG KARYAKU DENGAN LIKE DAN KOMENTARNYA...
__ADS_1