Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Aisyah Kembali


__ADS_3

Setelah pemakaman Mutia selesai, keluarga besar Hadinata masih berkumpul di mansion keluarga Hadinata. Mereka masih menyisakan sedih yang berkepanjangan.


Aisyah yang mengalami syok berat bahkan dia hampir dibuat gila oleh kematian Mutia.


Aisyah sudah berharap bahwa sebentar lagi akan bertemu dengan Mutia karena dia berencana akan menyusul Rendra.


Namun takdir berkata lain, Aisyah tidak akan bertemu Mutia untuk selama-lamanya.


"Mutia....! Mama kangen sayang!" Aisyah menangis di tempat tidurnya.


Baby Billy dibawa leh baby sister keluar kamarnya. Dia tidak mau bayi yang masih berusia sekitar dua bulan harus mengalami hal buruk.


Arini dan Romi hanya menggelengkan kepalanya Melihat keadaan Aisyah.


Karena Aisyah sering melamun dan melempar apapun yang ada di depannya, Dokter menyarankan agar Aisyah di bawa ke panti rahabilitasi untuk memulihkan kondisinya.


Selama Aisyah di rawat, Billy diasuh oleh Melisa. Rendra dan Melisa belum menikah karena pernikahan mereka kembali tertunda. Namun mereka tetap berencana menikah di belakang Aisyah.


Setahun sudah Aisyah di rawat namun tidak ada perkembangan sama sekali. Dia hanya menangis dan menyebut nama Mutia.


***


Setelah penantian selama setahun akhirnya Pernikahan Rendra dan Melisa akan segera di langsungkan. Albert sudah berusia 8 tahun sedangkan Billy sudah 14 bulan. Mereka berdua tumbuh pintar dan cerdas.


Pernikahan Melisa dan Rendra akan digelar besar-besaran. Banyak awak media yang ingin mengambil berita pernikahan besar anak seorang konglomerat.


Rendra, sudah tak sabar ingin melihat calon istrinya di ruang rias. Dia sangat terpukau dengan penampilan Melisa yang nyaris sempurna. Gaun menjuntai panjang berwarna putih melekat erat di tubuh Melisa. Melisa keluar dengan dituntun oleh dua wanita yang sangat menyayanginya.


Arini dan Rosa menggandeng Melisa untuk menuju meja penghulu.


Terucap kata "SAH "


Kini Rendra dan Melisa telah resmi menjadi suami istri. Mereka bahagia diatas penderitaan Aisyah.


"Mas, terima kasih atas cinta yang kamu berikan selama ini!" Ucap Melisa sambil mencium tangan Rendra.


Rendra hanya mengangguk dan kemudian mencium kening Melisa.


Tamu undangan datang silih berganti, dari mulai teman sekolah, teman kuliah, klien perusahaan dan juga banyak pejabat dan artis ibukota yang mengahadiri pernikahan mereka.


Rendra seperti lupa dengan Aisyah, dia tidak pernah menjenguknya padahal dia sedang membutuhkan dukungannya. Dia hanya peduli dengan Melisa dan kedua anaknya. Banyak yang bilang kacang lupa akan kulitnya.


Saat pernikahan mereka sedang ramai tamu undangan tiba-tiba ada seorang wanita datang dengan tubuh kusut dan bau. Namun Rendra dan Melisa tidak mengetahui kedatangan Aisyah karena mereka sibuk menyalami tamu.


Dia langsung menyerobot masuk dan melihat ada bunga cantik dan sangat indah.


Aisyah kabur dari tempat rehabilitasi karena dia ingin mencari anaknya yang hilang.


"Mutia...dimana Mutia!" Aisyah menganggu tamu undangan. Dia langsung masuk melewati para tamu dan langsung naik ke lantai dua.


Banyak satpam dan penjaga mengejar Aisyah namun mereka tidak bisa menangkap Aisyah.


Aisyah berlari ke kamarnya. Kamar yang dulu ia tempati bersama anak-anaknya. Dia mencari keberadaan Mutia lalu karena tidak mendapatkannya di dalam kamar lantas dia ingin keluar tapi penjaga sudah menguncinya dari luar.

__ADS_1


"Buka...saya mau mencari Mutia!" bentak pelayan itu.


"Mana anakku, kalian sembunyikan dimana anakku!" Aisyah terlihat sangat marah.


Ibu Siti meminta ijin pada penjaga untuk membukakan pintu. Dia membawa Albert dan Billy.


"Aisyah!" panggil bu Siti.


"Bunda!" Albert memanggil Aisyah.


Aisyah mendekat kemudian dia menangis dan dia memeluk Billy.


"Mutia...!"


"Aisyah, kamu yang sabar sayang! sekarang kita mandi kemudian ganti baju dulu ya!" ajak Bu Siti.


Bu Siti adalah ibu angkat Melisa. Sejak Rendra mengetahui dirinya adalah putra seorang pengusaha kaya dia tidak mengijinkan ibu angkatnya pergi dari Mansionnya.


Setelah acara selesai, Rendra dan Melisa menuju ke kamar pengantin yang sudah dihias sangat indah.


"Sayang, aku bahagia sekali akhirnya kita bisa menikah!" ucap Rendra sambil memeluk Melisa dari belakang.


Rendra mulai mencium bibir Melisa dan mereka menyatukan cinta mereka kembali dengan penuh kebahagiaan.


"Sayang, sekarang boleh?" tanya Rendra


Melisa hanya mengangguk kemudian dia merespon setiap sentuhan suaminya.


Suara ******* keluar dari bibir keduanya akibat penyatuan mereka berdua.


Pagi harinya, Melisa bangun terlebih dahulu. Dia tersenyum memandang suaminya tidur dengan nyenyak.


"Mas, dulu kita pernah melewati ini dan sebenarnya sejak saat itu aku sudah jatuh cinta padamu tapi mama selalu memaksaku untuk membencimu." ucap Melisa.


Melisa tidak menyadari jika Rendra sudah terbangun. Rendra hanya tersenyum saat mendengar pengakuan Melisa bahwa dia pernah mencintainya meski terus disakiti.


"Bener nih dah jatuh cinta padaku sejak dulu?" Tanya Rendra sembari tersenyum


Melisa merasa malu karena pengakuannya di dengar oleh Rendra.


"Mas, kamu sudah bangun?"


"Iya, emang kenapa?"


"Enggak!" Aisyah menggeleng lalu dia hendak turun dari ranjang namun Rendra menariknya kembali dalam pelukannya. Hingga mereka melakukan oleh raga pagi dengan satu kali permainan panas.


Setelah selesai mereka membersihkan diri lalu turun ke bawah untuk bergabung sarapan di meja makan.


"Cie...cie...pengantin baru!" Arini menggoda Rendra dan Melisa.


"Papa, Mama...Albert kemaren lihat bunda di kamar atas!" Albert menunjuk ke arah kamar di lantai dua yang dijaga pengawal.


"Bunda?" Rendra terlihat sangat kaget.

__ADS_1


Albert mengangguk dan dia kemudian mengajak papanya untuk melihat Aisyah.


Rendra mengikuti Albert yang menarik tangannya. Sesampai di kamar, dia melihat Aisyah menangis memeluk sebuah boneka. Rendra mendekatinya dan mengelus rambutnya. Rambut yang dulu terawat kini menjadi gimbal.


"Aisyah...!" Namun dia hanya tertawa dan mengatakan bahwa Rendra pembunuh.


"Hahahah....pembunuh!" Aisyah menatap tajam ke arah Rendra.


"Papa, kenapa bunda seperti itu?" tanya Albert


"Sayang, sebaiknya kamu turun dan panggil mama suruh kesini!" perintah Rendra.


Melisa datang dan sangat prihatin melihat madunya begitu kacau.


"Aisyah, ini aku Melisa!"


Aisyah menatap ke arah Melisa lalu menangis dan memeluknya.


"Ibu, anakku dimana? aku ingin ketemu Mutia! hiks...hiks...hiks..." Aisyah kembali menangis.


"Sekarang kamu mandi, biar ibu bantu lalu nanti baru ketemu Mutia!" jawab Melisa.


Rendra yang melihat Melisa sabar menghadapi Aisyah hanya bisa tersenyum lega.


"Mas, bantu aku membuka semua pakaiannya lalu kita bersihkan!" perintah Melisa.


Renda merasa enggan tapi karena bagaimanapun Aisyah adalah istrinya jadi dia mau membantu Melisa.


Dengan penuh telaten, Melisa mengganti pakaian, menyisir rambut Aisyah hingga wajah cantiknya kembali terlihat.


"Mas, Aisyah biar disini! Biar aku yang merawatnya." pinta Melisa


"Kamu yakin sayang?"


Melisa hanya mengangguk dan dia tersenyum pada Rendra.


"Ibu, kapan kita ketemu Mutia?"


"Aisyah sekarang Aisyah minum obat dulu lalu nanti kalau sudah bangun baru kita ke tempat Mutia." jawab Melisa.


Sebulan, Melisa merawat Aisyah. Dia merawat madunya dengan ikhlas tanpa mengharapkan apapun karena dia merasa bersalah karena telah merebut suaminya.


Dokter mengatakan jika kemajuan Aisyah sangat bagus. Padahal setahun di tempat rehabilitasi dia tidak ada kemajuan apapun.


Kini ingatan Aisyah berangsur pulih dan dia mengetahui wanita di sampingnya adalah Melisa.


"Mbak Melisa!"


Melisa sangat kaget namanya disebut oleh Aisyah itu artinya dia mulai sembuh.


(Akankah dia membenciku karena aku telah menikah dengan Mas Rendra?) batin Aisyah.


Terima kasih dukungannya!

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentarnya kakak...


HAPPY READING


__ADS_2