
Sebulan setelah pertengkaranku dengan Melisa, aku masih bersikap acuh pada istriku. Rasanya aku tidak bisa menyentuhnya lagi meskipun dia selalu mendekatiku.
Aku setiap malam tidur bersamanya dalam ranjang yang sama namun tak ada niat sedikit pun aku menyentuhnya
Sejak aku melihat apa yang diperbuat Melisa dengan pacarnya aku semakin jijik padanya. Namun yang aku bingungkan sekarang karena Melisa mengandung tapi aku tidak tahu itu anakku atau bukan.
Hari-hariku seperti biasa kerja dan kerja. Meski aku tidak menerima gaji tapi uang yang dikirim mama Arini sudah lebih dari cukup bahkan aku bisa memberi Budi bonus.
Sebenarnya mama Arini ingin memberikan kartu ATM, Kartu Kredit , dan kartu apalah yang nggak ada limitnya. Tapi aku masih menolak karena aku belum membutuhkan untuk saat ini.
Malam ini aku termenung di balkon kamar istriku. Akhir-akhir ini meskipun sedang hamil istriku sering pulang larut malam. Aku tak peduli karena aku sudah tahu tujuan bersikap baik denganku. Dia juga tidak bisa mengusirku karena papa Darmawan akan membelaku dan tidak mengijinkanku meninggalkan Melisa.
Aku yang sedang santai di kamarku mendengar suara pintu kamar dibuka. Awalnya aku mengira itu Melisa karena malam sebelumnya jam malam begini dia baru pulang.
Saat aku menoleh betapa kagetnya aku ternyata ada seorang wanita yang tak aku kenal mendekatiku.
"Mas Rendra, lama gak ketemu kamu semakin ganteng saja."
Wanita itu mendekat dan mencoba menyentuhku namun aku tepis dan aku tinggalkan balkon hendak keluar kamar dan ternyata betapa terkejutnya aku ternyata kamar dikunci.
"Mas, cari apa?" Wanita itu memperlihatkan kunci yang ada di bawanya.
"Kembalikan kuncinya."
"Ambil sendiri!" Wanita itu memasukkan kuncinya ke dalam pakaiannya.
Aku bingung harus berbuat apa karena aku terjebak dalam situasi yang sulit.
(Ya Allah apakah ini jebakan Melisa untukku, siapa wanita ini kenapa bisa masuk?) batinku.
Mataku dibuat kaget saat wanita di depanku membuka seluruh pakaiannya tanpa malu di hadapanku. Bahkan dia berbaring di ranjang dan membuka kedua kakinya dan terpampanglah lubang intimnya tepat didepanku.
"Pakai pakaianmu, aku tidak tertarik padamu!"
Aku memerintahkan wanita tak tahu malu itu untuk menggunakan pakaiannya. Di sisi lain aku pria normal tentu saja aku melihat pemandangan seperti itu juniorku berontak dan membuat sesak celana yang aku pakai.
Aku susah payah menelan salivaku, hasratku muncul sebagai seorang lelaki namun aku berusaha agar tidak menyentuhnya.
Tiba-tiba aku mendengar dari luar pintu Melisa memanggilku. Dan tanpa aku ketahui Wanita yang telanjang itu langsung berlari memelukku dan aku berusaha menghindar namun Melisa sudah membuka pintu kamar dan dia langsung teriak memanggil mertuaku.
Aku mendorong wanita itu hingga terjatuh dan aku mencoba menjelaskan kepada Melisa karena wanita ini yang mencoba menggodaku.
"Mas Rendra, apa yang kamu lakukan?" Melisa marah dan menamparku.
"Melisa, aku tidak pernah melakukan apapun." Aku mencoba menjelaskan.
"Mama....papa....!" Melisa berteriak memanggil mertuaku.
Mereka akhirnya datang dan papa Darmawan melihatku dengan tatapan marah dan kecewa.
"Rendra, apa yang kamu lakukan!" Papa Darmawan mendekatiku dan menamparku.
__ADS_1
Hati ini terasa sangat sakit saat orang yang begitu menyayangiku menamparku. Mama Rosa melihatku dengan tersenyum. Aku mencurigai mama mertuaku jangan-jangan ini jebakannya.
"Hey....kamu wanita tak tahu malu ini rumahku kenapa kamu datang kemari."
"Maaf tuan, saya diajak mas Rendra menginap katanya istrinya sering pulang malam dan dia kesepian!" Wanita itu sungguh pintar mencari alasan dan memutar balikkan fakta.
"Papa...ini tidak seperti yang papa lihat aku tidak mengajaknya bahkan aku tidak mengenalnya."
"Mas, kenapa kamu bohong bahkan kita sering bertemu diluar." Wanita itu mencoba menjelaskan kebohongannya.
Wanita itu pintar sekali mencari cara agar papa mertuaku marah padaku.
"Rendra, aku tidak sudi Melisa menjadi istrimu lagi kamu pria kotor yang telah mengkhianati putriku." Mama mertuaku ikut memarahiku.
"Rendra, sekarang pergi kamu dari rumahku!" papa Darmawan mengusirku.
"Papa, jangan usir Rendra!" Aku bersimpuh dihadapan papa mertuaku. Namun dia justru menendangku dan tetap mengusirku.
" Melisa maafkan aku, aku benar-benar tidak bersalah." Aku mencoba menghampirinya dan menjelaskan.
"Mas Rendra, sepertinya bukan hanya aku yang kotor suami sok suci ku ternyata lebih menjijikkan!" Melisa membisikkan kata-katanya ke telingaku.
Bagai disambar petir aku mendengar kejujuran Melisa. Aku benar-benar aku sudah tak punya harapan untuk mempertahankan Melisa.
"Dan satu lagi aku tidak pernah mencintaimu." Bisiknya lagi di telingaku.
Mendengar itu semua aku berdiri dan aku marah pada Melisa.
"Jadi selama ini kamu membohongiku, kamu hanya memanfaatkanku! " Aku memegang erat lengan Melisa hingga dia kesakitan
"Aku tak menyangka Melisa kamu begitu tega terhadapku baiklah mulai hari ini aku menalakmu dan kamu bukan siapa-siapaku lagi."
"Bagus, dengan senang hati babu."
(Maafkan aku ya Allah, aku telah menceraikan istriku meskipun aku tahu Engkau membenci perceraian.)
"Melisa, kamu tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa." Aku menuding ke arah Melisa.
"Aku tahu seorang babu yang tak berguna." Melisa tersenyum puas dan mengejekku.
Akupun bergegas keluar dari rumah ini aku tidak membawa apapun termasuk handphone pemberian Melisa yang aku bawa hanya lah slimbag yang selalu aku bawa saat aku bekerja.
Aku pergi tanpa pamit sama siapapun karena mereka semua sudah tidak ada yang mau mendengarkan alasanku.
Aku ambil motorku di depan poa satpam lalu aku membangunkan satpam di rumah mertuaku untuk membukakan pintu dan menutupnya kembali.
"Tuan Rendra mau kemana malam-malam?" Satpam itu bertanya padaku dengan begitu sopan.
"Pak, maafkan saya jika selama ini merepotkan bapak. Dan mulai malam ini saya bukan lagi tuanmu saya hanya orang biasa yang akan kembali kedunia saya sebenarnya."
"Tuan Rendra diusir?"
__ADS_1
"Saya berceria dengan Melisa karena sebuah fitnah."
Akhirnya aku melajukan sepeda motorku menuju mansion keluargaku. Keluarga Hadinata yang akan selalu mendukungku dan menyayangiku.
Setelah sampai di depan Mansion Hadinata aku memencet bel gerbang utama dan seorang satpam membukakan gerbang dan menyapaku dengan penuh sopan. Akupun memberikan sepeda motorku kepada satpam itu. Lalu aku masuk ke dalam mansion lalu aku tidurkan tubuhku di sofa ruang tamu karena aku begitu capek.
Pagi harinya mama Arini membangunkanku lalu beliau memelukku.
"Rendra sayang, kapan kamu pulang sudah hampir sebulan kamu tidak menengok mamamu."
"Ma, maafkan aku karena aku tidak datang kesini tapi mulai malam ini aku akan menjadi anak mama Rendra Hadinata."
Mama yang mendengarkan terlihat sangat bahagia.
"Sayang, kamu serius akan membuka identitasmu."
Mama Arini memelukku dan beliau terlihat sangat senang.
Tiga bulan waktu yang diberikan kakek Hadinata hanya aku pakai satu bulan lebih tiga hari untuk membuktikan siapa keluarga Melisa.
"Ma, aku sudah bercerai dengan Melisa."
"Bagus, wanita seperti itu tidak pantas kamu pertahankan."
Tiba-tiba Kakek Hadinata datang dan memelukku.
"Cucuku, akhirnya kamu kembali ke asalmu." Kakek memelukku dengan penuh kebanggaan.
Melisa kamu akan menyesal telah melakukan semua ini padaku, aku bukan orang lemah dan sekarang aku sudah menjadi seorang laki-laki yang setiap saat bisa membuat keluargamu hancur.( aku membatin kemarahanku)
"Kakek pastikan mereka besok akan hancur."
"Kakek jangan dulu aku masih ingin bermain-main dengan mereka."
"Baiklah terserah kamu saja, yang pasti kakek ingin kamu menggatikan mamamu memimpin perusahaan Hadinata."
"Rendra siap belajar memimpin dan mulai besok aku akan lanjutkan kuliahku agar aku bisa menjaĺankan perusahaan dengan baik."
"Bagus cucuku kakek mendukungmu."
Akhirnya aku pergi ke kamarku untuk membersihkan diri.
Saat masuk kamarku aku heran semua sudah tertata rapi dan saat aku buka lemari banyak pakaian bermerk yang sudah disediakan.
"Sayang, semoga pakaian itu kamu menyukainya."
Mama Arini datang dan memelukku.
"Terima kasih mama, Rendra beruntung banget memiliki keluarga ini."
Setelah menemuiku mama Arini menyuruhku mandi dan setelah itu aku ditunggu untuk sarapan.
__ADS_1
Guys...maaf ya baru up sekarang soalnya kemaren Author lagi gak enak badan.
Terima kasih yang masih setia mendukung karyaku...jangan lupa like dan komentarnya..