
Melisa langsung berlari mendekati Rendra dan memeluknya sambil menangis. Dia tidak menyangka Rendra akan menjadi seperti ini karena sebelum dia meninggalkannya setelah donor darah itu keadaannya bail-baik saja. Melisa sempat mengira Rendra sudah sembuh karena sebelumnya dia sudah bercanda dan tertawa.
"Mas, bangun kenapa kamu jadi seperti ini?"Melisa menangis memeluk Rendra
Melisa menggangam tangan mantan suaminya kemudian dia menciumnya. Melisa sebenarnya juga menyimpan rasa cinta pada Rendra hanya saja dia tidak mau menyakiti Aisyah karena bagaimanapun juga dia sudah tidak berhak lagi atas Rendra.
"Mas, aku janji akan berada di sampingmu sampai kamu sembuh! aku tidak mau kamu seperti ini karena kami semua masih membutuhkanmu, kami semua mencintaimu."Melisa menangis
Sepasang mata ikut meneteskan air mata saat melihat Melisa dengan penuh ketulusan mau merawat Rendra meskipun dia bukan siapa-siapa lagi.
(Melisa, Rendra, aku merestui kalian jika kalian akan menikah karena kebahagiaan anakku segalanya bagiku. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada anakku karena dia satu-satunya milikku.)batin Arini
Arini yang telah kehilangan anaknya selama 27 tahun merasa tak tega saat melihatnya dalam kondisi seperti ini. Dia akan melakukan apapun asal anaknya bahagia. JIka kebahagiaannya dengan menikahi mantan istrinya kembali maka dia akan menyetujui.
Arini kembali menatap Melisa yang terus meratapi keadaan mantan suaminya,
"Mas, aku minta maaf jika dulu aku dibutakan oleh harta padahal kamu lelaki terbaik yang dikirim Allah buatku, buat menjagaku tapi aku sia-siakan dirimu. Dan tangan ini sebagai saksi bahwa kamu pernah berjuang untuk membahagiakanku." ucap Melisa sambil mencium tangan Rendra
"Melisa...Melisa...jangan tingalkan aku!"Rendra menggenggam erat tangan Melisa
Arini yang melihat putranya sadar langsung menghampirinya. Dia kemudian menyuruh Melisa mencium keningnya. Melisa merasakan genggaman tangan Rendra semakin kuat itu artinya dia merespon setiap ucapan Melisa.
"Melisa, alhamdulillah Rendra meresponmu!" terlihat binar bahagia di wajah Arini
Aisyah hanya mampu melihat dari jauh. Sebenarnya dia tidak rela jika suaminya dipeluk oleh wanita lain, dia juga tidak rela jika tangan suaminya di cium wanita lain tapi dia tidak mampu berbuat apapun. Aisyah tidak mau keluarga suaminya membencinya hanya karena keegoisannya.
Dia harus menerima kenyataan bahwa suaminya mencintai wanita lain, bahwa suaminya membagi hatinya dengan mantan istrinya.
Aisyah kembali ke kamarnya dengan perasaan sedih dan kecewa. Dia sangat membenci Melisa namun dia tidak akan berbuat sesuatu yang bisa merugikan dirinya sendiri.
Arini kembali dibuat kaget karena Rendra kembali tak sadarkan diri.
"Melisa, ini bagaimana?"tanya Arini
"Nyonya, serahkan semua kepada Allah semoga Mas Rendra tidak apa-apa."jawab Melisa
Melisa meminta mukena pada Arini, kemudian dia mengambil air wudhu dan sholat di samping Rendra. Setelah selesai Melisa berdoa untuk Rendra, Arini keluar kamar dan meninggalkan Melisa.
Pembantu mengantar makanan untuk Melisa sampai dua kali tapi makanan yang ia letakkan di meja tidak juga disentuh oleh Melisa.
"Non, sebaiknya makan dulu!"Bi Darti mengganti makanan yang tadi siang
"Mbok, sebaiknya bawa aja makanan itu kembali nanti jika aku lapar aku ambil sendiri aja!"perintah Melisa
Namun Bi Darti tidak membawanya karena dia takut dimarahi Nyonya besar.
Melisa menyandarkan kepalanya ditepi ranjang sampai dia tertidur. Tengah malam dia terbangun saat ada tangan yang menyentuhnya. Rendra sadar dan dia mengelus rambut Melisa.
"Melisa...!"panggil Rendra
__ADS_1
"Mas Rendra, kamu sudah sadar?" Melisa langsung terbangun krmudian mencium tangan Rendra
"Melisa, aku mencintaimu!" ucap Rendra
Rendra ingin melepas alat medis yang menempel ditubuhya. Dia berusaha menarik selang oksigen dan selang cairan infus. Melisa berusaha menghentikannya tapi Rendra tetap ingin melepas semuanya karena dia merasa badannya sudah membaik.
"Mas, kenapa kamu lepas semua?'
"Aku sudah tidak membutuhkan ini karena yang aku butuhkan sudah ada disini."
"Mas, tapi kamu harus...!" belum sempat melanjutkan kata-katanya Rendra menutup mulut Melisa dengan jari telunjuknya.
"Aku hanya ingin kamu ada disampingku!" Rendra menggenggam tangan Melisa.
Melisa hendak keluar memberi tahu Arini dan Aisyah namun Rendra melarangnya karena dia ingin berdua dengan Melisa.
"Mas, aku akan panggil Aisyah dan nyonya Arini!'
"Hust...!"Rendra menggelengkan kepalanya
"Kenapa?"tanya Melisa
"Aku ingin berdua denganmu tanpa ada yang mengganggu kita."jawab Rendra
Rendra memandang Melisa dengan tersenyu bahagia. Dia sedang jatuh cinta kembali dengan mantan istrinya.
"Melisa, maafkan aku!"
"Dulu aku belum sempat membahagiakanmu dan sekarang rasa bersalah itu menghantuiku setiap hari."ucap Rendra sedih
"Mas harusnya aku yang minta maaf karena dulu aku selalu menolak ketulusan cintamu, aku selalu menolak uluran tanganmu."jawab Melisa
"Tidak, tapi kamu tidak menolakku dan kamu justru memberikan sesuatu yang paling berharga padaku." Rendra tersenyum menggoda Melisa
"Apaan sih!"
"Kenapa malu, atau kamu kangen sama aku?" goda Rendra
"Mas, aku tahu diri karena sekarang aku bukan siapa-siapa."
"Siapa bilang kamu bukan siapa-siapa, kamu semangatku untuk sembuh, kamu segalanya buatku!" Rendra menggenggam tangan Melisa
"Mas, tapi ada Aisyah yang lebih berhak atas dirimu."
"Tapi hatiku tak bisa berbohong jika aku hanya mencintaimu, dulu aku pernah mencoba kembali mencintai Aisyah karena dia cinta pertamaku tapi nyatanya saat aku tahu kamu berubah rasa cintaku padamu semakin kuat."jawab Rendra.
Rendra menyuruh Melisa naik ke atas ranjang dan tidur di sampingnya. Dia ingin memeluk Melisa karena dia sangat merindukannya.
"Mel, dulu kamu pernah mengajakku tidur bareng tapi setelah kamu puas kamu gak mau aku peluk seperti ini."
__ADS_1
"Mas, maafkan aku yang dulu selalu membuatmu kecewa."jawab Melisa sedih
"Tapi aku merasa bahagia saat kamu memberikan kesucian kamu padaku padahal awalnya aku mengira kamu sudah tidur sama Roy brengsek itu."
"Sudahlah kita gak usah mengingat itu lagi karena yang ada hanya rasa sakit."
Akhirnya Rendra tertidur kembali sambil memeluk Melisa.
Pagi hari Arini hendak melihat kondisi Rendra. Dia membuka pintu kamar dan betapa terkejutnya dia saat melihat Rendra tidur dengan wajah damainya memeluk Melisa.
(Ya Allah, anakku sudah sadar bahkan aku melihat kedamaian di wajahnya dan itu semua karena Melisa. Wanita yang aku pandang sebelah mata karena masa lalunya yang sangat buruk ternyata mampu membuat Rendraku kembali.)batin Arini
Arini tidak mau mengganggu Rendra dan Melisa, dia pergi meninggalkan kamar mereka.
Aisyah melihat mama mertuanya keluar dengan senyum bahagia penasaran, dia kemudian membuka kamar suaminya.
Pemandangan yang tak pernah ia duga sebelumnya, suaminya kembali memeluk mantan istrinya. Rasa perih, sakit dan kecewa bercampur menjadi satu.Tak terasa air matanya jatuh membasahi kedua pipinya. Dia mencoba ikhlas dengan apa yang dilihatnya. Aisyah membalikkan badannya dan menutup kembali pinyu kamar itu dengan sedikit kasar yang membuat Melisa terbangun.
"Seperti ada yang membuka pintu."Melisa membuka matanya lalu dia membangunkan Rendra yag masih memeluknya erat.
"Mas, aku melihatmu begitu damai dan penuh cinta. Sebanarnya aku mencintaimu tapi aku tidak mau menyakiti Aisyah!"Melisa tersenyum memandang Rendra
Rendra semakin erat memeluk Melisa, dan dia tersenyum lalu membuka matanya.
"Makasih kamu masih mencintaiku!"
"Mas Rendra...aku...!"
"Aku sudah mendengar pengakuanmu bahwa kamu juga mencintaiku."Rendra tersenyum menggoda Melisa
"Mel, bisa bantu aku ke kamar mandi!"
"Tapi..."
"Kenapa, kamu malu?"
Melisa mengangguk dan dia meminta izin untuk memanggil Aisyah, namun Rendra tidak mau.
"Aku panggil Aisyah!"
"Aku mau kamu yang menemaniku, bukannya dulu kamu pernah merayuku?"goda Rendra
Akhirnya dengan terpaksa Melisa membantu Rendra ke kamar mandi. Kemudian Rendra meminta Melisa membuatkan sarapan untuknya.
"Aku lapar dan aku ingin makan masakanmu."
Melisa keluar kamar dan menuju dapur dia akan membuatkan makanan untuk Rendra.
Saat melintas di ruang keluarga dia mendengar percakapan Aisyah yang menjelek-jelekkan dirinya di depan para pelayan.
__ADS_1
Melisa merasa geram dan marah karena dia tidak punya niat untuk merebut Rendra darinya.
AUTHOR : Author juga bingung sebenarnya yang benar yang mana? Tapi akan semakin seru lo...jangan sampai ketinggalan dan tentunya tetap dukung karya ini dengan tekan jempolnya dan kasih komentarnya biar author semakin semangat up tiap hari.