
Ayasha langsung di bawa oleh perawat ke ruang periksa. Dokter mengharuskan operasi caesar karena kehamilan Ayasha sudah lewat satu bulan.
"Dokter, lakukan yang terbaik untuk istri saya!" perintah Herdi.
"Herdi, bagaimana Ayasha?" tanya Rosa
"Harus segera dilakukan operasi caesar!" jawab Herdi singkat.
"Herdi, aku mau tanya sama kamu tentang Ayasha?" Apakah kamu benar-benar mencintainya tau hanya pura-pura?"tanya Rosa
"Rosa... buatku Ayasha hanya kelinci kecilku dan aku bisa melemparnya kapan saja aku mau."Herdi menjawab dengan santainya.
Tiba-tiba Dokter datang dan memberi tahu kalau operasi akan segera dilaksanan.
Dan Herdi pergi begitu saja meninggalkan Rosa. Dia akan menuju kantin Rumah Sakit untuk makan siang. Sementara Rosa tetap menunggu Ayasha selesai operasi.
Lampu diatas ruangan sudah menyala hijau dan itu artinya operasi telah selesai di lakukan. Tapi kenapa Rosa tidak mendengar tangis bayi.
(Kenapa aku tidak mendengar tangis bayi?)batin Rosa
Dokter membuka pintu dan dia melaporkan kalau anak Ayasha hilang.
"Ibu, bisa bertemu dengan suami ibu Ayasha?" Dokter itu bertanya pada Rosa.
Maaf pak, suaminya baru ke kantin dan saya yang menggantikan menjaga Ayasha karena saya ibunya."jawab Rosa
"Kami hanya mau menyampaikan kabar duka jika bayi Ayasha hilang!"
"Apa, kenapa bisa kecolongan?" Rosa terlihat sangat marah.
Herdi yang baru datang dan mendengar semua hanya bisa tertawa. Dan dia langsung pura-pura sedih.
"Rosa ada apa?"
"Anak kalian hilang!!"
"Kenapa bisa hilang? apa kerja perawat disini?" Herdi pura-pura marah.
"Sabar Her, semoga bisa cepat isi lagi."doa Rosa.
Sementara Ayasha yang sudah sadar pasca operasi langsung berteriak dan menangis.
"Anakku! dimana anakku Mas?" tanya Ayasha
"Ayasha, aku akan kerahkan anak buahku untuk mencari anakmu!" Herdi mendekati Ayasha yang sedang menangis.
Rosa hanya memandang iba pada putrinya, karena Herdi ternyata tidak tulus mencintai Ayasha. Ayasha sudah terlanjur cinta dan sayang pada Herdi padahal usia mereka cukup jauh.
"Mama...ngapain masih disitu?" tanya Ayasha.
"Mama..!"
"Mama sebaiknya keluar dulu karena aku dan mas Herdi akan bercinta!" Ayasha mengusir Rosa.
"Ayasha, kamu tahu dimana anakmu?tanya Herdi
"Kalau aku tahu aku tidak akan sedih Mas?" jawab Ayasha
Sementara Rosa kembali melihat ke ruangan Aisyah. Lagi-lagi dia di buat iri dengan kebahagiaan mereka. Aisyah menyusui putrinya ditemani Ibu Siti mantan besannya.
"Ibu, dia cantik ya?" tanya Aisyah pada mertua angkatnya
__ADS_1
"Aisyah semoga kamu menjadi istri terbaik buat anakku Rendra."
"Insyaallah semoga aku mampu!"
"Harus dong!" jangan sampai ada wanita lain karena Rendra yang dulu dan sekarang sangat berbeda.
"Mas Rendra, gjmna kabarnya ya?"
"Tadi pagi sudah membaik tinggal pemulihan."Kata ibu Siti
"Kapan mama Arini akan membawa Rendra pulang ya?"
"Mungkin dua hari lagi Rendra akan pulang karena kondisinya sudah membaik. "jawab ibu Siti.
"Pasti dia akan bahagia melihat putrinya telah lahir.( batin ibu Siti)
Suasana menjadi hening karena Aisyah memikirkan suaminya yang masih terbaring di Rumah Sakit di Singapura.
"Ibu, bisa minta tolong carikan makanan karena Aisyah lapar!" Aisyah meminta tolong pada Ibu siti
Tanpa dipaksa akhirnya Ibu Siti keluar ruangan dan membelikan Aisyah makanan.
Setelah itu dia kembali ke ruangan dan menyuapi anak menantunya.
Kakek Hadinata menjenguk Aisyah ditemani Pak Romi.
"Aisyah hari ini kamu sudah diijinkan pulang!" ucap Hadinata.
Aisyah tersenyum memandang lelaki yang umurnya sudah tak muda lagi. Dengan kulitnya yang sudah mulai keriput namun masih sangat berwibawa.
"Kakek, bagaimana administrasinya?"tanya Aisyah.
"Semua sudah beres dan nanti kamu berkemas di bantu Bu Siti ya!"
"Kakek keluar dulu!" Hadinata melangkah ke luar ruangan
"Kek! Bagaimana kabar Mas Rendra, apakah dia sudah membaik?" tanya Aisyah
Hadinata membalikkan badannya kemudian dia mencoba menenangkan Aisyah yang sudah menangis.
"Aisyah, menurut laporan Arini sudah ada orang yang mendonorkan darahnya untuk menoling Rendra dari masa kritisnya.
"Alhamdulillah semoga Allah membalas kebaikan orang itu ya kek!" doa Aisyah
(Aisyah maafkan kakek tidak bisa jujur sama kamu karena orang itu adalah Melisa.) batin kakek Hadinata.
Ibu Siti masuk membawakan makanan untuk Aisyah.
"Nak, ini makanannya!" Ibu Siti memberikan bungkusan itu pada Aisyah.
"Makasih bu, oh iya Aisyah sudah boleh pulang!" Aisyah tersenyum pada ibu Siti.
Ibu Siti membantu merapikan baju menantunya. Hari ini Aisyah sudah diijinkan pulang . Aisyah keluar menggunakan kursi roda di dorong oleh Pak Romi dan bayinya digendong oleh Ibu Siti.
Di lorong Rumah Sakit mereka dipertemukan dengan Rosa yang akan pulang setelah menunggu Ayasha.
"Bu Rosa!" sapa bu Siti
Hadinata dan Pak Romi tetap berjalan lurus tanpa menghiraukan Rosa.
Mereka langsung masuk ke mobil, sementara Ibu Siti masih menyapa Rosa.
__ADS_1
"cantik!"
"Alhamdulillah Albert sudah punya adik!" jawab bu Siti
"Bagaimana keadaan Albert?" tanya Rosa
"Albert baik dan sehat sekarang sudah pintar!" jawab Ibu Siti
"Salam buat cucuku!"
"Baik bu, dan saya permisi mereka sudah menungguku!" Ibu Siti berlalu dari hadapan Bu rosa.
Mobil melaju pelan menuju Mansion Hadinata, para pelayan menyambut kedatangan Aisyah dan putrinya.
"Selamat datang nyonya muda!" sapa seluruh pelayan mansion
Aisyah hanya tersenyum lalu masuk ke dalam kamarnya yang sudah dihias sangat bagus.
"Subhanallah ini bagus banget!" Aisyah meneteskan air matanya karena dia teringat dengan suaminya yang masih terbaring lemah di Rumah Sakit.
Aisyah hanya mampu menahan sedihnya karena hari ini hari bahagianya.
"Aisyah, doakan semoga suamimu segera pulang dan bisa berkumpul lagi dengan kalian!" Ibu Siti mendekati Aisyah setelah meletakkan cucunya di box bayi.
"Iya Bu, Aisyah selalu mendoakan Mas Rendra di setiap sujudku!" Aisyah memeluk Ibu Siti
"Bunda...!" Albert memeluk bundanya
"Albert sayang, bunda kangen sama Albert. Bagaimana kabar anak bunda?"tanya Aisyah
"Albert sehat bunda dan Albert sudah gak sabar pingin gendong adek bayi!" Albert mendekati box bayi dan tersenyum pada adeknya.
"Happy anniversary!" sesorang yang datang dari balik pintu membuat surprise buat Aisyah karena hari ini adalah hari pernikahannya dengan Rendra yang pertama.
Aisyah menoleh karena merasa kenal dengan suara lelaki itu.
"Mas... Rendra!" Aisyah langsung berlari memeluk suaminya.
"Sayang, maafkan aku yang terlambat datang, maafkan aku yang membiarkanmu berjuang sendiri!" Rendra memeluk istrinya.
"Mas, aku gak bermimpi bukan?" Aisyah mencubit pipinya sendiri.
"Mimpi sepertinya...!" Rendra mencubit pinggang Aisyah.
"Awwww...sakit!" teriak Aisyah
"Berarti gak mimpi bukan, aku Rendra suamimu!" Rendra kembali memeluk istrinya.
"Mas, mana yang sakit?"
"Disini!"
"Ah gak lucu, aku beneran mas, aku khawatir banget sama kamu!" Aisyah langsung memeluk suaminya.
"Aku bersyukur bisa kembali di tengah-tengah kalian!"
"Mas, semoga orang baik yang menolongmu selalu mendapat kebahagiaan ya!" doa Aisyah
"Amiin!"
(Melisa, kamu dimana? Apakah kamu masih di London ataukah kamu sudah kembali ke tanah air.)batin Rendra
__ADS_1
HAPPY READING!
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA UNTUK MENDUKUNG KARYA INI!💖