Putra Konglomerat

Putra Konglomerat
Aisyah Marah


__ADS_3

Aisyah...dia adalah Aisyah yang datang ke kamar mertuanya karena ingin meminta maaf. Namun kenyataannya dia mendengar sesuatu yang tidak menyenangkan.


Arini menghampiri Aisyah dan dia mengajak Aisyah masuk.


"Aisyah...ada apa?" tanya Arini.


"Kenapa Mama bohong?" tanya Aisyah sambil menangis.


"Sayang, Mama bohong apa?" Arini pura-pura tidak tahu.


"Mas Rendra...dia sedang bersama Melisa, kan?" selidik Aisyah.


"Mereka sedang bersama karena mereka sedang mengerjakan proyek bersama, perusahaan Melisa sekarang maju pesat dan karena itu Rendra sekarang bekerja sama dengannya." ucap Arini bohong.


"Aisyah ragu pada kesetiaan Mas Rendra."


"Aisyah, Rendra bekerja untuk kamu dan anak-anakmu tapi kenapa kamu meragukan cintanya. Mama cuma mengingatkan kamu jangan pernah membenci Melisa karena selama ini dia yang merawatmu dan membantumu sembuh." ucap Arini.


"Tapi Aisyah cemburu!"


"Buang rasa cemburumu, hilangkan prasangka burukmu dan siapkan mentalmu jika suatu saat ada berita mengejutkan untukmu." Arini mengingatkan.


"Maksud Mama?" Aisyah penasaran.


"Belum waktunya kamu tahu karena suami mama sendiri juga tidak tahu tentang hal ini." ucap Arini.


Arini langsung memeluk Aisyah dan memberikan kekuatan. Dia sebenarnya juga merasa kasihan dengan Aisyah tapi dia tidak mau Rendra tersiksa dengan perasaannya.


Perasaan Aisyah kembali tidak tenang ketika Arini menyuruhnya untuk menyiapkan mental jika suatu saat semua akan terbongkar.


Sementara itu Rendra dan Melisa masih bermalas-malas di ranjang bergairah. Mereka menikmati momen berdua mereka seperti sepasang pengantin yang sedang bulan madu.


"Mas, kamu gak ke kantor?" tanya Melisa pada Rendra.


"Bentar lagi harus ke kantor karena akan ada meeting penting dengan klien!" Jawab Rendra.


"Sekarang mandi dulu terus siap-siap ke kantor!" pinta Melisa.


"Tapi aku lagi pingin dekat denganmu, sayang!" ucap Rendra manja.


"Ih gombal!" Melisa mencubit pinggang Rendra.


Rendra berdiri lalu menuju kamar mandi. Melisa mengikutinya di belakangnya dan akhirnya mereka mandi bersama. Namun tidak ada adegan tambahan hanya mandi.


Setelah selesai mandi, Melisa menuju dapur untuk membuat makan siang. Rendra turun dari lantai dua menyusul istrinya di dapur. Dia kemudian memeluk Melisa dari belakang dan tak lupa menciumi tengkuk lehernya.


Melisa merasa bergidik geli namun dia sangat menyukai sentuhan suaminya yang satu ini.


"Mas, kapan selesai masak?" tanya Melisa sambil membalikkan badannya.

__ADS_1


Melisa kemudian mencium bibir suaminya dan **********.


Mereka memang terlihat seperti seorang remaja yang sedang kasmaran. Padahal usia mereka sudah menginjak 30an tahun.


"Sayang, kenapa ya kok aku jadi bucin sama kamu padahal jika mengingat masa lalu kamu begitu membenciku!" ucap Rendra.


"Sebenarnya sejak pertama melihatmu aku sudah jatuh cinta tapi karena gengsi dan pengaruh mama aku mencoba membencimu dan sekarang justru semakin cinta." Melisa memeluk suaminya manja.


Saat mereka sedang asyik bercengkerama tiba-tiba tercium bau gosong.


"Mas, kenapa baumu berubah jadi seperti asap?" ucap Melisa.


"Hah...tapi benar juga!" Rendra juga kaget dan dia mencoba mencium tubuhnya sendiri.


Namun tiba-tiba Melisa melihat kepulan asab di belakangnya dan dia berteriak.


"Mas, api....!" Melisa berteriak ketika api itu sudah naik di atas wajan yang berisi daging goreng.


Rendra panik kemudian dia mencari handuk basah untuk memadamkan api.


Tak butuh waktu lama akhirnya api sudah padam namun dapur Melisa berantakan. Makanan yang seharusnya untuk makan siang suaminya sudah gosong.


"Mas, ini karena kamu!" Melisa cemberut.


"Sudahlah yang penting kita selamat dan untuk dapur nanti aku suruh orang untuk perbaiki." Rendra menenangkan istrinya.


"Terus kamu mau makan apa?" tanya Melisa.


Melisa menolak tawaran suaminya karena dia ingin memesan makanan online saja agar tidak membuang waktu istirahatnya.


Melisa capek dan dia butuh istirahat. Setelah Rendra pergi ke kantor. Melisa langsung naik ke lantai dua dan menelpon seseorang yang sangat ia rindukan. Sudah hampir dua tahun Melisa tidak menemuinya.


"Mama Rosa, aku merindukanmu!" ucap Melisa sambil meneteskan air mata.


Melisa teringat keluarganya, dia mengingat masa lalunya dengan Ayasha. Namun sayang semuanya tinggal kenangan karena Ayasha orang yang telah menghancurkan rumah tangganya dengan Roy.


Melisa bersyukur karena Rendra mau menerimanya kembali dan memaafkannya.


Dia hanya berharap Rendra akan mencintai dan menyayanginya tulus seperti dulu saat dia masih menjadi pria sederhana yang masih polos.


Saat Melisa ingin merebahkan tubuhnya, dia mendengar bel pintu di rumahnya berbunyi. Melisa sempat heran karena dia baru saja pindah ke sini kemaren dan belum ada orang yang dia kenal di lingkungan tempat tinggalnya yang baru.


Melisa sedikit ketakutan namun dia harus tetap melihat siapa yang datang.


Melisa mengintip dari korden di jendela sebelah pintu utama.


Melisa melihat seorang wanita cantik berdiri di depan pintu.


(Siapa wanita itu?)batin Melisa.

__ADS_1


Melisa beranikan diri membuka pintu.


"Aisyah...!" Melisa menyapa Aisyah.


"Dasar wanita murahan, kamu yang menyebabkan suamiku gak pulang semalam hah ?" Aisyah langsung menjambak dan mendorong Melisa.


"Aisyah, kamu kenapa?"


"Kenapa kamu bilang? aku hampir gila karena kemu telah menyembunyikan suamiku di sini!" Aisyah menuding Melisa dengan tatatapn benci.


"Aisyah, aku gak paham dengan semua itu?" tanya Melisa bingung.


"Bohong! kalian semua membohongiku!" Aisyah terlihat sangat marah.


Melisa mencoba tenang dan dia akan menjelaskan semuanya dengan hati dingin.


"Aisyah, ayo duduk dan aku akan jelaskan semuanya! Mungkin sudah saatnya kamu tahu." ucap Melisa.


Aisyah mengekor di belakang Melisa menuju ruang tamu. Dia menatap tajam ke arah Melisa dengan tatapan benci.


"Sekarang, jelaskan!" pinta Aisyah


"Aisyah, sebenarnya aku dan Mas Rendra sudah_" sebelum Melisa menjelaskan tiba-tiba ada seseorang datang dan masuk ke dalam rumah Melisa.


Dia mengaku menjadi suami Melisa dan hubungannya dengan Rendra hanya sekedar hubungan bisnis.


"Kenapa anda memarahi istri saya!" ucap Pak Komar.


Pak Komar datang bersama Alika karena dia kebetulan ingin melaporkan perkembangan perusahaan pada bosnya.


"Anda siapa?" tanya Aisyah


"Dia papa saya dan Mama Melisa adalah mama sambung saya!" ucap gadis kecil yang baru masuk ke dalam rumah.


Melisa sangat kaget dengan kedatangan Komar dan Alika.


Komar yang dipercaya oleh Melisa untuk mengurus perusahaannya yang ada di Jogja.


Aisyah hanya menatap mereka dengan tatapan tanda tanya. Dia masih bingung dengan foto pernikahan Melisa dan Rendra yang dia temukan di laci kamar Melisa dulu. Dan kini dia melihat dengan mata dan kepalanya sendiri kalau Melisa mempunyai suami namun bukan Rendra.


Akhirnya Aisyah percaya bahwa suaminya tidak selingkuh dan menikah lagi. Dia kemudian pamit pulang dan akan kembali ke rumahnya.


Saat Aisyah hendak meninggalkan rumah Melisa tiba-tiba dia melihat mobil suaminya masuk ke halaman rumah Melisa. Dia menunggu di depan pintu dan hendak menanyakan ada hubungan apa Rendra menemui Melisa.


Rendra memarkir mobilnya kemudian dia turun dan hendak masuk namun Aisyah menghentikannya.


Yups...Terima kasih dukungannya


Jangan lupa tetap goyangkan jempolnya untuk like dam komentarnya.

__ADS_1


HAPPY READING


__ADS_2