
Rendra kemudian menyuruh Budi untuk menyekap Renata dan adiknya di sebuah kamar khusus dalam mansion itu. Renata hendak berontak tapi apa daya jika dia hanya seorang wanita. Penjagaan sangat ketat karena Hadinata tidak akan tinggal diam bagi siapapun yang berani menyakiti salah satu anggota keluarganya.
Dia akan membalas siapapun yang terlibat didalamnya.
Satu bulan, dua bulan tidak ada titik terang Karina Prayoga kembali. Dari hasil penyelidikan dia tidak tinggal di rumah Prayoga. Sementara itu, Romi masih di kurung di dalam ruang bawah tanah. Keadaan tubuhnya yang semakin kurus membuat penampilannya berubah drastis. Namun dia harus tetap bertahan demi kedua putrinya.
"Lepaskan aku!" Romi memohon pada penjaga di dalam ruangan itu.
"Maaf Pak Romi, kami hanya menjalankan perintah!" salah satu penjaga masih menaruh hormat padanya.
"Tolong, selamatkam putriku!" perintah Romi.
"Pak Romi, mereka sepertinya baik-baik saja!" jawab penjaga itu.
Uhuk...uhuk...! batuk Romi semakin mengganggu. Selama ini dia disiksa oleh Rendra. Namun meskipun demikian, dia masih diberi kesempatan hidup dan diberi makan layak.
Arini menerobos ke ruang bawah tanah untuk menjenguk Romi. Dia setiap seminggu sekali selalu datang untuk bertemu dengan Romi tanpa sepengetahuan ayah dan anaknya.
"Mas Romi, kenapa kamu pucat sekali?" tanya Arini khawatir.
"Arini, maafkan aku!" ucap Romi iba.
"Mas, aku sudah memaafkanmu sebagai suamiku tapi aku tidak tahu ayah dan Rendra!" Arini terlihat sangat sedih.
"Arini, bagaimana dengan kedua putriku?" tanya Romi.
"Aku sama sekali belum bertemu dengannya." Arini memalingkan mukanya.
"Arini, tidakkah kamu ingat aku begitu menyayangi Rendra seperti anak kandungku." Romi memandang Arini sedih.
"Mas, aku bisa menerima mereka jika kamu jujur padaku sejak awal tapi sayangnya kamu membohongiku!" jawab Arini.
Rendra hanya memandang Arini dengan tatapan sayu. Romi di kurung seperti dalam penjara. Dia tidak bisa keluar karena penjagaan sangat ketat.
"Mas, silahkan dimakan!" Arini memberikan sepiring nasi dan segelas susu.
"Terima kasih Arini!"
Romi langsung memakan makanan yang dibawakan oleh Arini. Dia makan dengan lahap karena makanan yang diberikan oleh Rendra tak sebaik pemberian Arini.
(Mas, aku masih mencintaimu, karena menikah denganmu selama satu tahun kamu tidak pernah melukaiku dan kamu selalu menyayangiku. Kebohonganmu justru melukaiku hingga luka itu sulit di sebuhkan.) batin Arini.
Arini berjalan keluar hendak meninggalkan ruangan bawah tanah.
"Arini...!" panggil Romi.
Arini menoleh dan menghampiri Romi kembali.
"Aku ingin bertemu dengan Rendra!" pinta Romi.
"Baik nanti aku sampaikan!" Arini langsung keluar sambil menangis.
Rendra yang hendak menemui Romi melihat mamanya berada disana. Dia mendengar semua pembicaraan mamanya dengan suaminya.
Hati Rendra ikut sakit melihat mamanya menangis. Dia kemudian menemui Romi dan meminta penjelasan padanya.
"Romi...!" panggil Rendra.
"Rendra...maafkan papa!" ucap Romi.
"Aku hanya ingin bertanya padamu, apakah ada rasa cinta untuk mamaku?" tanya Rendra.
"Papa menyesal dengan semua ini, papa menyesal Rendra!"ucap Romi.
__ADS_1
"Aku bertanya, apakah ada cinta untuk mama?" tanya Rendra dengan nada kerasnya.
"Aku mencintai mamamu!" ucap Romi bohong.
(Aku tidak pernah mencintainya anak bodoh!) umpat Romi dalam batinnya.
"Bohong...!" teriak Rendra.
"Rendra, papa tidak bohong!" jawab Romi.
Entah karena apa, Rendra tidak percaya dengan ucapan Romi. Dia tetap ragu dengan jawaban Romi.
"Aku akan mencoba meringankan hukumanmu sama kakek karena mama!" ucap Rendra sambil berlalu meninggalkan Romi.
(Bagus, semoga sandiwaraku berhasil dan aku dibebaskan setelah itu aku akan balas kalian semua.) batin Romi.
Rendra keluar dari ruang bawah tanah langsung menemui kakeknya di ruang kerjanya.
"Kek, boleh Rendra bicara?"
"Rendra...silahkan duduk!" Hadinata mempersilahkan cucunya duduk.
Rendra memandang wajah kakeknya yang sudah mulai menua. Keriput sudah mulai terlihat di wajah lelaki yang mempunyai kuasa itu.
"Kek, apakah Romi akan terus di kurung di ruang bawah tanah?" tanya Rendra.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Hadinata.
"Semua karena mama!" jawab Rendra.
"Kenapa dengan mamamu?" tanya Hadinata.
"Mama sering menemui lelaki itu?" jawab Rendra.
"Arini masih menemui Romi?" Hadinata heran.
Hadinata diam, dia akan memikirkan perkataan Rendra.
"Aku butuh waktu untuk memutuskan semuanya." ucap Hadinata.
Rendra bisa tersenyum lega melihat kakeknya tidak marah karena mamanya sering menemui Romi.
Bi Narti mengetuk pintu ruangan majikannya, dia memberi tahu jika ada tamu yang mencari Rendra.
"Maaf mengganggu, ada tamu yang mencari Tuan Renda?" Bi Narti dengan sopannya.
"Suruh dia menunggu!" perintah Rendra.
Rendra langsung keluar dan turun ke lantai bawah. Rendra menemui seseorang yang mencarinya.
Rendra sangat terkejut karena Komar yang mencarinya.
"Tuan Rendra, senang bertemu denganmu!" sapa Komar.
"Pak Komar!"
"Tuan, aku ingin bertemu dengan Alika?" Komar meminta ijin pada Rendra.
"Alika sudah bahagia dengan kehidupannya dan dia tidak memerlukan anda lagi." jawab Rendra dengan santai.
"Tapi aku merindukannya!" Komar memohon pada Rendra.
"Baiklah tapi ada syaratnya!" ucap Rendra.
__ADS_1
"Syarat?" Komar nampak bingung.
"Kamu mengenal Karina Prayoga?" tanya Rendra.
"Dia adikku, tapi dia sudah bukan keluarga Prayoga karena dia membangkang keluargaku!" jawab Komar.
"Maksud anda?" Rendra pura-pura tidak tahu.
"Dia menikah dengan orang rendahan." jawab Komar.
"Kamu tahu siapa suami adikmu?" tanya Rendra.
"Tidak!" Komar pura-pura tidak mengetahui.
Sebenarnya Komar mengetahui semuanya dan itu sudah termasuk siasat keluarganya untuk menghancurkan keluarga Hadinata.
Karena penolakan yang dulu dilakukan oleh Arini telah merusak reputasi keluarganya.
Kekalahan tender juga memicu kebencian Prayoga dengan Hadinata.
Komar pura-pura tidak mengetahui apapun padahal semua tak lepas dari rencananya.
Dua keponakannya berada disini, putrinya juga berada di mansion Hadinata. Alika gadis cerdas memang sengaja dia tinggalkan untuk memata-matai keluarga Hadinata.
(Kalian bodoh, anak kecil yang kalian sayangi adalah mata-mataku! Dia selalu melaporkan apapun yang terjadi di mansion ini...ha...ha...ha...) Komar tertawa dalam batinnya.
"Tuan Komar, apakah masih ada yang ingin anda bicarakan?" tanya Rendra.
"Aku hanya ingin bertemu dengan Alika!" Komar kembali meminta ijin pada Rendra.
"Aku tidak akan mengijinkan. Silahkan pergi dari sini!" ucap Rendra dengan sombongnya.
Komar berdiri dan hendak keluar tapi ada seseorang yang memanggilnya dari lantai atas.
"Ayah...!" Alika memanggil Komar.
Komar menoleh ke arah sumber suara.
"Alika...!" Komar menatap putrinya
Alika hendak turun tapi dicegah oleh Budi. Hadianata keluar dan turun menghampiri Komar.
"Aku tidak bodoh Komarudin Prayoga!" Hadinaya menatap tajam ke arah Komar.
"Maksud Tuan!"
"Alika adalah mata-matamu!" Hadinata menunjukkan handphone yang dihubungkan dengan CCTV di dalam mansion Hadinata.
Komar yang mengetahui rencananya terbongkar sangat panik, dia mengkhawatirkan putrinya.
"Bagaimana Tuan Komarudin Prayoga?" tanya Rendra.
"Lepaskan putriku!" pinta Komar.
"Aku akan jadikan putrimu tawananku bersama dengan keponakanmu!" ucap Hadinata.
"Tuan Hadinata, dari dulu sampai sekarang anda memang tak terkalahkan!" puji Komar.
"Sampaikan pada ayahmu jika semua mata-mata yang dia kirim sudah tertangkap dan mereka harus menerima hukuman dariku termasuk putri kecilmu!" Hadinata pergi meninggalkan Komar dan Rendra.
"Lepaskan! lepaskan putriku!" Komar memohon namun penjaga mengusir Komar dari mansion Hadinata.
Author : Bagaimana nasib Alika?
__ADS_1
Yuk ikuti terus kisahnya dan jangan lupa like dan komentarnya untuk mendukung karya ini.
HAPPY READING!!!!