
Mendengar pernyataan Dokter, Ayasha langsung marah pada Roy.
"Mas, katakan siapa wanita itu?"
"Oh dia Reina sahabatnya Melisa dan dia mencari tahu kebenarannya tentang Melisa."
"Maksud kamu?"
"Jadi saat di restoran kita bertemu Reina, dia penasaran dengan keadaan Melisa. Dan dia menghubungiku waktu itu aku masih di luar kota dan setelah dia tahu aku pulang dia menemuiki dan menyuruhku mengantarnya ke penjara menjenguk Melisa."
"Oh maaf kalau aku salah paham aku kira....!"
"Aku selingkuh!"
Ayasha hanya mengangguk dan kemudian dia menatap Roy dan memeluknya.
"Sayang, maafkan aku!" memeluk Roy
"Aku memaafkanmu tapi lain kali jangan begitu ya!" Roy mengelus rambut Ayasha.
"Tapi kalian sudah menjenguk Kak Melisa?"
"Belum baru perjalanan karena Reina menemuiki di perbatasan."
"Kenapa harus di sana?"
"Aku sendiri tidak tahu karena dia sebelumnya diantar oleh seorang lelaki yang katanya sih suaminya."
( Aku harus pinter menyembunyikan hubunganku dengan Reina karena sekarang Reina sudah meninggal jadi tidak ada lagi yang aku khawatirkan.)
"Mas, aku pamit dulu karena aku ingin periksa kandungan sebentar!" Ayasha memanggil Roy.
"Apakah sekarang jadwalnya?"
Ayasha mengangguk dan dia pergi meninggalkan Roy sendiri. Hatinya hancur dan terasa sakit. Dia menyembunyikan luka hatinya karena suaminya mulai tidak jujur padanya.
(Aku yakin kamu mempunyai hubungan dengan Reina. Mungkin kepergianmu selama 2 hari bersama wanita itu.hiks...hiks...) Ayasha menangis.
Ayasha sedang duduk sendiri di taman Rumah Sakit. Dia meratapi nasibnya yang sekarang sedang hamil di luar nikah dengan lelaki yang merupakan suamink kakaknya.
"Aku memang perempuan murahan, aku mengobral diriku demi lelaki bersuami." Ayasha terlihat sangat menyesali perbuatannya.
Seorang lelaki datang menemuinya dan duduk di samping Ayasha.
"Seseorang yang mengambil bukan miliknya adalah pencuri dan dia tidak akan tenang selama hidupnya maka bertaubatlah selagi masih ada waktu." Lelaki di samping Ayasha berkata sambil memeluk Ayasha.
"Tapi aku hancur dan sekarang aku sedang hamil! hiks...hiks...!" Tangis Ayasha semakin menjadi di pelukan lelaki itu.
Ayasha tidak menyadari siapa lelaki yang sedang bersamanya. Dia hanya ingin berbagi kesedihan dengan seseorang.
"Ayasha!"
Mendengar namanya dipanggil Ayasha mendongakkan wajahnya. Betapa terkejutnya dia saat tahu lelaki yang ia jadikam sandaran adalah lelaki yang selama ini dia benci. Lelaki yang selalu mengejarnya. Bukan karena dia tidak kaya tapi karena usianya yang pantas menjadi bapaknya.
"Kamu!" Ayasha kaget
"Ayasha, kamu tidak sendiri dan aku mau menerimamu apa adanya." lelaki itu memandang Ayasha dengan penuh cinta.
"Sadar diri dong kamu cocoknya menjadi ayahku bukan suamiku."Ayasha melotot tajam pada lelaki itu.
"Ayasha, aku tulus mencintaimu!"
__ADS_1
"Tapi aku tidak mencintaimu dan aku akan menikah dengan kekasihku."
"Kekasihmu?"
"Benar sekali dia kekasihku ayah dari anakku!"
"Tapi dia suami kakakmu?"
"Tuan anda salah orang jika mengejarku, kamu sudah tua dan kamu tidak pantas menikah lagi!"
"Ha..ha..ha...kamu bodoh sekali menolakku asal kamu tahu aku adalah adik kandung Hadinta." Lelaki itu pergi meninggalkan Ayasha.
Dia adalah Herdiansyah adik dari mendiang istri Hadinata. Dia sudah lama menduda dan dia begitu tergila-gila dengan Ayasha.
(Dasar tua bangka, sudah bau tanah masih juga pingin nikah.Tapi kalau dipikir dia pria kaya dan aku pasti akan kecukupan tanpa harus bekerja.) Senyum licik Ayasha.
Namun sebelum Herdi jauh dan pergi Ayasha bangkit dan mengejarnya.
"Tuan Herdi, tunggu!" Ayasha berusaha mengejar Herdiansyah.
"Kamu berubah pikiran?"
"Benar Tuan dan aku akan mempertimbangkan untuk menerimamu tapi...!"
"Kenapa kamu ragu?"
"Aku tidak ragu hanya saja sekarang aku sedang hamil dan apakah anda mau menerima wanita hamil?"
"Aku sangat menyukai wanita hamil karena terlihat sangat sexy dan menggairahkan." Herdi mendekati Ayasha.
"Boleh kita duduk disana!" Ayasha mengajak Herdi duduk di taman kembali.
Herdi tersenyum memandang gadis pujaannya.
"Aku serius asalkan Tuan mau menerimaku dan calon anakku!"
Herdi meraih tangan Ayasha dan menciumnya. Kemudian Herdi memegang dagu Ayasha dan mencium bibir Ayasha. Ayasha sebagai wanita normal membalas ciuman lelaki didepannya.
"Manis dan nikmat!"
"Aku akan memberikan lebih dari ini setelah kita menikah!" Ayasha bergelayut manja pada lelaki itu.
Dari jauh ada sepasang mata melihat kemesraan mereka. Roy mengepalkan tangannya saat mengetahui Ayasha bermesraan dengan seorang lelaki.
"Dasar murahan!"
(Ayasha tunggu pembalasanku aku akan membuatmu merasakan sakit hati karena telah bermain api didepanku.) Roy menatap tajam ke arah Ayasha dan Herdi.
Sementara itu Herdi akan mengajak Ayasha tinggal di apartemennya.
"Ayasha, apa kamu mau tinggal di apartemenku?"
"Kenapa tidak ke rumahmu Tuan!"
"Kita akan lebih leluasa di apartemen karena di rumah banyak pelayan dan juga ada anakku."
"Anak?"
"Aku mempunyai seorang anak laki-laki dan dia sudah menikah dan memiliki dua orang anak."
Herdi mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju apartemennya.
__ADS_1
Setelah sampai di apartemen Ayasha masuk dan menggandeng Herdi dengan mesra.
"Sayang, aku ingin melihat keperkasaanmu?"
"Kamu yakin?"
Ayasha mengangguk dan tersenyum menggoda. Dia kemudian masuk dan duduk di tepi ranjang sambil membelai dada bidang Herdi.
Herdi merasakan sensasi yang luar biasa. Dia langsung memagut bibir merah Ayasha dan **********. Ciuman itu semakin panas dan semakin membuat nafsu keduanya memuncak.
Ayasha melepas semua pakaiannya dan terpampanglah tubuh Ayasha yang putih mulus dengan perut buncitnya. Herdi langsung menerkamnya dan akhirnya percintaan panas mereka terjadi.
"Meski kamu hami tapi tetap istimewa dan membuatku puas!" Herdi mengecup kening Ayasha.
"Sama mas meski kamu sudah kakek-kakek tapi masih perkasa!"
"Sama Roy?"
"Beda jauh dan ukuranmu jauh lebih besar dan panjang aku sangat menyukainya."
"Jadi gimana masih menolakku?"
"Ah tidak dong, aku justru kecanduan dengan...!"
Herdi memulai kembali dan mereka akhirnya melakukan lagi.
"Ayasha kamu benar-benar luar biasa!"
******* Ayasha membuat Herdi semakin bersemangat untuk terus bermain.
(Ayasha kamu memang pintar, pantas saja Roy bisa kelimpungan dan kecanduan sama kamu. Tapi mulai hari ini aku takkan membiarkan lelaku lain menjamahmu.) batin Herdi.
Dan setelah mereka mencapai puncak bersama untuk kedua kalinya, tiba-tiba pintu kamar apartemen Herdi di ketuk oleh seseorang.
Keduanya langsung mengenakan pakaian dan merapikan ranjang.
"Ayasha kamu di dalam saja biar aku yang membukakan pintu!"
Ayasha hanya mengangguk dan Hardi membuka pintu dengan remot di sampingnya.
Betapa terkejutnya Ayasha saat melihat lelaki yang datang ke apartemen Herdi.
"Mana Ayasha hah!"
"Ayasha! Tidak ada siapapun disini." Herdi mencoba menutupi keberadaan Ayasha. Namun tak disangka Ayasha justru keluar dan menemuinya.
"Ngapain kamu kesini?"
"Ayasha...!"
Author : **Ayasha kok kamu murahan banget sih?
Ayasha : Gak usah ikut campur Thor!
Author : Tapi aku gemes banget lihatnya soalnya kamu gak lihat umur asal masuk aja!
Ayasha : Kamu pingin kan Thor ha...ha...
Author : Aku pinginnya gak usah hadirin kamu dalam novelku.
Ayasha : Jangan Thor soalnya lagi hot ini !
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir jangan lupa like dan komentarnya🙏**